
Baru saja Az hendak merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ponsel miliknya yang dia letakkan di atas meja samping tempat tidur berbunyi.
"Ya halo." Az segera menerima panggilan setelah tahu siapa yang meneleponnya.
[Aku baru tiba di bandara negara M.]
"Hm." Az tidak tahu harus mengatakan apa untuk menanggapi laporan dari Alex.
[Aku merindukan mu.]
"Ini belum ada satu hari terlewat semenjak kita berpisah di bandara siang ini."
[Aku tahu, tapi tetap saja aku tidak bisa jauh darimu walaupun hanya semenit.]
"Berhenti mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal."
[Bagaimana bisa ungkapan rasa rindu menjadi hal tidak masuk akal sayang?]
"Aku lelah ingin istirahat. Besok aku harus mengunjungi rumah orang tua angkat ku pagi hari."
__ADS_1
[Baiklah sayang, selamat istirahat dan mimpikan aku ya. I love you.]
Tanpa membalas ucapan Alex, Az memutuskan panggilan lalu kembali berbaring setelah menyimpan kembali benda pipih itu di tempat sebelumnya.
"Ada-ada saja tingkah konyolnya." gumam Az sambil tersenyum lalu memejamkan matanya.
...****************...
"Bagaimana apakah Roxi sudah ada kabar?" tanya seorang pria tua pada bawahnya.
"Belum bos. Bahkan jejak keberadaan dirinya tidak ada lagi setelah dia mengabari bahwa dia telah berhasil menyingkirkan ja*ang itu." jawab si bawahan.
"Sangat sulit untuk dijangkau bos. Ada banyak orang terlatih yang menjaga sekitarnya bahkan walaupun pria yang selalu menjaganya dari jarak dekat sudah meninggalkan dia, sekarang ada 2 orang pria yang mengikuti dia kemanapun ia pergi." jawab si bawahan.
"Cari celah untuk membawa dia ke sini. Jika tidak bisa, habisi saja gadis itu dari pada kita tidak mendapatkan apapun. Setidaknya, walaupun tidak mendapatkan keuntungan dari gadis itu, kita mendapatkan bayaran yang cukup dari si tuan besar dari negara W itu." ucap Si bos.
"Baik bos."
Pria itu menyesap minuman berwarna merah dari gelasnya saat sang anak buah sudah meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Gadis yang cantik. Sayangnya kau harus disingkirkan karena telah menyinggung orang yang salah." gumamnya sambil menatap potret Az yang entah dia ambil dari mana.
"Sebenarnya apa yang telah kau lakukan sehingga menyinggung bos besar yang sangat kejam itu huh." gumamnya lagi.
...****************...
"Mengapa jejak keberadaan istriku semakin susah ditemukan? Bahkan tua Bangka breng*ek itu juga hilang bak ditelan bumi." gumam Elliot setelah menerima laporan dari anak buahnya bahwa mereka kehilangan jejak Az dan tuan Samuel dan masih belum bisa menemukan hingga saat ini.
"Tidak bisakah kau kembali dan memaafkan aku sayang? Aku tidak sengaja menyakitimu karena termakan omongan busuk dari wanita ja*ang itu dan keluarganya. Setidaknya kau harus paham posisiku saat itu tidak tahu apa-apa. Kau kembalilah maka akan aku jadikan kau bak ratu di sisiku." gumamnya sambil menatap potret Az.
"Apakah kau anak kecil yang mudah terpengaruh hanya dengan ucapan saja? Kau bukan terperdaya oleh ucapan bohong. Kau terperdaya oleh nafsumu sendiri." ucap bayangan dirinya yang selalu tiba saat dirinya memikirkan tentang Az.
"Diam....." bentak Elliot.
"Ha ha ha ha." bayangan itu justru ketawa sambil menatap penuh ejekan ke arahnya.
"Prang." sebuah botol pecah membentur dinding.
"Pergi kau..... Pergi....." pekik Elliot sambil menutup telinganya.
__ADS_1
Perlahan bayangan itu menghilang seiring kesadarannya yang semakin menipis hingga dia jatuh tidak sadarkan diri.