Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 120


__ADS_3

Violetta mengeluarkan sebuah pistol kecil dari tas ransel yang dibawanya.


"Bukankah itu.....


"Ya, ini pistol yang kau berikan padaku sebelumnya. Aku sudah mengubah bahan peledak pada pelurunya agar sedikit lebih besar dampak ledakannya." jawab Violetta sebelum Alex selesai dengan kalimat tanyanya.


"Setelah ledakan kita harus segera membereskan mereka. Tapi ingat, tetap waspada." ucap Violetta .


Violetta menggunakan kemampuan di kehidupan sebelumnya untuk memindai keberadaan orang-orang yang meluncurkan anak panah ke arah mereka.


"Bagus, mereka berada di tempat yang berdekatan dan dalam jangkauan ledakan." gumamnya.


"Shut.... Duar....Akh...." Violetta menembak ke arah datangnya anak panah lalu dalam seketika suara ledakan yang cukup kuat terdengar.


Beberapa orang berjatuhan dari atas pohon dengan suara pekikan kesakitan. Alex dan yang lainnya dengan segera menyerang dan menghabisi orang-orang itu tanpa ampun.


"Ayo.... kita harus segera tiba di pos. Kita butuh senjata dan bala bantuan." ajak Alex.


Mereka bergegas melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya dengan gerakan cepat namun tetap waspada tentunya.


Dengan susah payah mereka menempuh jalur yang agak sulit untuk menghindari penyerangan tiba-tiba lagi.


"Kita sudah hampir tiba di pos." ucap Alex.


"Kita harus lebih waspada." tambahnya.


Sebelum tiba di pos, mereka berhenti sejenak untuk mengatur strategi. Alex segera mengeluarkan sebuah peta dari ransel yang dia bawa.


"Ini adalah Peta penyimpanan senjata dan alat komunikasi di pos depan." jelas Alex.


"Kita harus membagi 2 tim untuk bisa segera menyelesaikan masalah." tambahnya.


"Apakah ada kunci khusus atau sejenisnya untuk bisa mendapatkan benda itu?" tanya Violetta.


"Ya." saut Alex.


"Kalau begitu, serahkan tugas mengambil senjata padaku dan kau segera menghubungi markas." putus Violetta .


"Mereka tidak akan percaya pada ucapan seorang wanita yang tidak dikenal." tambah Violetta .


Mereka akhirnya membagi 2 kelompok untuk segera menyelesaikan tugas. Tapi, sebelum kelompok itu sempat berpisah, kembali mereka menerima serangan.

__ADS_1


"Dor.... Akh....." pekik seorang prajurit karena bahunya mendapatkan serangan timah panas.


"Berlindung." seru Violetta dan Alex serempak.


Alex menarik lengan Violetta untuk berlindung di balik pohon besar sambil memeluk tubuh mungilnya.


"Maaf." ucap Alex sambil memeluk tubuh Violetta .


"Kau meminta maaf untuk apa?" tanya Violetta bingung.


"Aku tidak mampu sehingga perjalanan ini terekspos oleh musuh. Karena itu kau kembali berada dalam bahaya." jawab Alex dengan raut penuh penyesalan.


"Itu bukan salah kamu." ucap Violetta .


"Bukan saatnya mencari siapa yang salah dan menyalahkan siapapun." ucap Violetta setelah sebuah peluru hampir mengenai tubuhnya.


"Kau benar." sahut Alex.


"Hanya ada 2 penembak dari 2 arah yang berbeda." ucap Violetta.


"Aku akan mengurus yang berada di utara. Tugasmu mengatasi orang yang berada di atas pohon besar arah pukul 1." ucap Violetta dijawab anggukan kepala oleh Alex.


Sebenarnya Alex tidak rela membiarkan Violetta maju menghadapi masalah. Tapi, dibandingkan para prajurit baru yang berada dalam kelompok mereka, Violetta dan dirinya adalah yang lebih bisa diandalkan dalam menangani lawannya kali ini.


"Target tak terlihat." ucap seseorang pada benda yang menempel di pelipisnya.


"Sret...Akh...." tiba-tiba benda tajam mengiris lehernya.


"Bruk...." Tubuh pria itu jatuh ke tanah lalu mengejang hingga akhirnya tidak lagi bergerak.


"Dia kurang awas untuk seorang pembu*uh." gumam Violetta sambil melirik ke arah tubuh pria itu.


"Benda apa itu?" gumamnya melihat benda pipih menyerupai ponsel namun layarnya hanya menunjukkan warna gelap dengan titik kecil berwarna merah yang berkedip-kedip.


"Bukankah arah titik ini adalah tempat para prajurit baru itu bersembunyi?" gumamnya lagi setelah memastikan posisi cahaya itu.


Violetta mengantongi benda itu lalu kembali ke tempat dia dan Alex berpisah tadi. Di tempatnya, Alex juga berhasil menghabisi targetnya.


"Ini kunci penyimpanan senjata. Kodenya......." Alex membisikkan kode untuk membuka peti senjata pada Violetta .


Setelah menangani luka tembak yang diderita salah satu prajurit baru itu dengan perlengkapan seadanya, mereka kembali melanjutkan rencana.

__ADS_1


Mereka akhirnya berhasil menjalankan tugas masing-masing. Violetta dan rekannya membawa beberapa senjata api beserta persediaan peluru ke tempat Alex berada.


"Dor... dor.....Dor..." suara tembakan kembali terdengar dari arah tempat Alex dan rekannya berada.


"Ayo... kita harus bergegas." ucap Violetta sambil mempersiapkan senjata yang akan dia gunakan.


Mereka bergerak dengan cepat menuju suara letusan senjata api itu. Setibanya di sana, Violetta melihat Alex dan 2 orang rekannya tengah tersudut di balik pohon. Beberapa orang bersenjata api bergerak ke arah mereka sambil menembak ke arah pohon itu.


"Serang....." ucap Violetta .


"Dor... Dor....Dor..." Mereka segera menembaki orang-orang itu.


Karena kelompok itu tidak waspada, mereka dengan mudah dihabisi oleh kelompok Violetta. Akhirnya dua kelompok itu kembali bergabung. Mereka membagikan senjata pada Alex dan yang lainnya.


Alex segera menghubungi markas setelah berhasil tiba di tempat penyimpanan radio komunikasi. Sebelumnya mereka tidak berhasil tiba di tempat itu karena dicegat oleh para musuh yang menyerang mereka menggunakan senjata api.


"Bala bantuan akan segera tiba. Sebelum mereka tiba, kita harus lebih waspada." ucap Alex.


"Dor....Dor....Dor...." tiba-tiba beberapa orang kembali datang menyerang mereka.


Terjadi baku tembak antara 2 kelompok itu. Suara letusan peluru menjadi satu-satunya suara bising di hutan itu hingga kelompok yang menyerang mereka kabur setelah beberapa anggota mereka tumbang dalam perang senjata itu.


"Mereka berhasil kabur. " lapor seorang prajurit setelah kembali dari mengejar para musuh yang kabur itu.


"Aneh." gumam Salah satu prajurit baru itu.


"Apa yang aneh?" tanya rekannya yang tidak sengaja mendengar gumaman rekannya itu.


"Mereka selalu saja menemukan tempat kita dengan sangat mudah." jawabnya.


"Itu memang sangat aneh." sahut rekannya.


Mendengar ucapan mereka, Alex mengernyitkan kening.


"Apakah ada penghianat di antara mereka yang membawa alat yang memberikan posisi kami pada musuh?" gumamnya sambil menatap satu persatu para prajurit baru itu.


Violetta kembali mengeluarkan benda pipih yang dia ambil dari penembak yang dia habisi sebelumnya. Dengan langkah pelan dia memperhatikan titik merah pada benda pipih itu dan seseorang yang berada tepat pada posisi benda pipih itu menunjukkan titik merah.


"Buk..." Violetta memukul tengkuk salah satu prajurit hingga pingsan.


Melihat tindakan Violetta yang tiba-tiba, para prajurit sontak terkejut begitu pun Alex. Alex segera sadar dari keterkejutan nya lalu memerintahkan mereka untuk kembali tenang. Alex percaya Violetta memiliki alasan tepat atas tidakannya itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah selesai membaca ya


__ADS_2