Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.75


__ADS_3

Selesai menyantap sarapan, Az dan Alex duduk di teras belakang rumah.


"Aku ingin kembali ke......


"Untuk sementara waktu, rumah ini adalah tempat paling aman untuk dirimu. Tetaplah di sini, setidaknya hingga aku menemukan siapa yang mengincar dirimu dan tahu apa tujuan asli mereka." ucap Alex memotong ucapan Az.


"Aku....


"Aku tidak ingin mengekang dirimu. Tapi, aku tidak akan bisa tenang jika tidak memastikan bahwa kau baik-baik saja saat jauh dari pantauan ku langsung. Setidaknya biarkan aku tenang menjaga dirimu." ucap Alex lagi-lagi memotong ucapan Az.


"Untuk kakekmu, katakan padanya untuk tetap di tempat persembunyian nya hingga semua benar-benar aman. Lawan yang mengincar dirimu kali ini cukup merepotkan dan tidak bisa dianggap remeh." tambah Alex.


"Baiklah." ucap Az.


"Aku pikir ini memang jauh lebih baik untuk saat ini." batin Az.


"Mengapa orang ini begitu perhatian dan sangat menjaga aku? Apakah benar semua itu karena dia tulus memiliki perasaan terhadapku? " batin Az sambil menatap wajah Alex yang tampak serius menatap ke depan.


"Aku tahu aku tampan. Kau tidak perlu diam-diam menatapku seperti itu. Kau bebas menatap langsung wajah calon suamimu in8 kapanpun kau mau." ucap Alex tiba-tiba membuat Az agak salah tingkah karena ketahuan menatap Alex.


"Siapa yang diam-diam menatap wajahmu huh." ketus Az.

__ADS_1


"Kau tidak perlu malu untuk mengagumi aku. Aku bebas untuk kau miliki seutuhnya." ucap Alex semakin menggoda Az karena dia semakin suka melihat wajah kesal Az yang menggemaskan menurutnya.


"Apakah kau bosan terus di dalam rumah?" tanya Alex.


"Ya, sedikit." jawab Az.


"Jika kau bosan, segeralah bersiap. Aku akan membawamu ke suatu tempat." ucap Alex.


"Kemana?" tanya Az.


"Bersiap sajalah." ucap Alex.


"Ayolah sayangku." ucap Alex membuat Az hanya bisa pasrah berdiri lalu kembali ke kamar untuk bersiap.


...----------------...


Devan sudah bangun dengan tubuh yang terasa remuk karena kasur yang dia gunakan sangat tipis hingga kerasnya lantai masih terasa.


"Kau sejak kapan bangun?" tanya Devan saat melihat Mona sudah menyiapkan menu sarapan untuk mereka berdua.


"Sekitar satu jam lalu." jawab Mona.

__ADS_1


"Sarapan sudah siap. Kau sudah bisa .....


"Aku ingin mandi dulu." ucap Devan.


"Kau mau mandi di mana?" tanya Mona bingung pasalnya Devan berjalan menuju pintu keluar rumah.


"Aku mau ke mobil dulu mengambil baju ganti. Tidak mungkin aku kembali mengenakan pakaian yang sudah kotor setelah mandi bukan." jawab Devan sedang Mona hanya mengangguk paham.


Selesai sarapan mereka segera bersiap. Devan melihat Mona hanya membawa satu koper kecil dan sebuah tas saja.


"Kau tidak mengemasi semua barang milikmu? Kita akan menetap di sana dan mungkin tidak akan kembali ke sini dalam waktu dekat." tanya Devan.


"Aku memang tidak memiliki banyak barang pribadi. Ini semua adalah yang aku miliki." jawab Mona.


"Ayo." ajak Devan setelah mengambil alih tas dan koper milik Mona.


"Biar aku.....


"Kau sedang hamil. Sebaiknya jangan membawa bawaan yang berat. Biarkan aku mengambil peranku sebagai calon ayah yang baik." ucap Devan.


"Aku tahu, saat ini kita tidak memiliki dasar lain selain calon bayi kita untuk bersama. Tapi, mari mencoba untuk saling mengerti dan menerima satu sama lain. Walaupun tanpa dasar cinta, aku ingin hanya 1 kali menikah untuk seumur hidup. Aku akan mencoba menumbuhkan rasa sayang padamu dan aku harap kau juga melakukan hal yang sama." ucap Devan lagi.

__ADS_1


__ADS_2