
Az diantar kembali ke tempat kapten John menjemputnya. Orang yang diutus adalah pemuda yang saat pelatihan pertama bertemu dengannya dan memujinya.
"Mengapa kau tidak meneruskan pelatihanmu di kamp dengan yang lainnya?" tanya pemuda itu memecahkan kesunyian di dalam mobil.
"Itu terserah padaku untuk tinggal atau tidak." jawab Axel datar.
"Wow wow, mengapa kau menjadi dingin begini? Bukankah kau selalu ramah pada yang lainnya mengapa padaku kau malah begitu?" protes pemuda itu dengan wajah dibuat buat sendu.
"Berhenti menggunakan mimik wajah yang sangat tidak sesuai dengan dirimu. Itu terlihat menjijikkan." ucap Axel.
"Aku lihat kau bukan orang yang bisa aku anggap teman karena sepertinya kau itu orang yang sangat licik." tambahnya.
"Ayolah, aku tidak melakukan apapun yang bisa membuat diriku dicap dengan julukan pemuda licik." protes pemuda itu.
Jika dilihat pemuda itu memiliki paras yang sangat tampan dengan tubuh kekar dan juga terlihat tegas. Axel tidak habis pikir kenapa orang itu malah bersikap konyol di depannya.
"Aku hanya merasa kau terlalu menutupi sikap aslimu di hadapanku. Bukankah itu sama halnya kau melakukan tipuan licik?" tanya Axel.
"Aku bukan menutupi sikap asli tapi, entah kenapa aku merasa nyaman saja bersikap seperti ini terhadapmu." ucap pemuda itu.
"Oh ya, perkenalkan namaku Alex. Namamu Axel bukan? Nama kita mirip bukan? Andai kau seorang gadis maka kita akan seperti jodoh yang diatur untuk bertemu." ucap Alex memperkenalkan diri.
"Kau jangan konyol, bagaimana mungkin kita berjodoh dengan status sama-sama seorang lelaki. Lagi pula, aku tidak menanyakan namamu." ucap Axel.
"Kau ingin berpura-pura menjadi seorang pemuda didepanku hm?" tanya Alex.
"Apa maksudmu dengan berpura-pura menjadi seorang pemuda?" tanya Axel balik pura-pura tenang padahal sudah gelisah.
"Menurutku kau seperti ibu-ibu cerewet yang sedang mengomel." jawab Axel lalu tertawa membuat Axel diam-diam menghela napas lega.
"Sudah sampai, sampai jumpa lagi Axel." ucap Alex.
Axel hanya diam lalu keluar dari mobil menuju mobilnya diparkir tanpa menoleh lagi ke arah pemuda yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Mungkin saat itu kita akan berjumpa dengan kau yang berbeda." gumam Alex sambil menatap punggung Axel.
__ADS_1
"Ikuti terus dia dan pastikan tidak ada yang terjadi padanya hingga dia tiba di rumahnya." ucap Alex pada seseorang yang terhubung dengannya melalui sambungan telepon.
"Baik bos." saut orang yang terhubung melalui telepon itu.
"Cepat atau lambat kau akan memperlihatkan siapa dirimu sebenarnya. Kapten John bukanlah orang yang bisa membuat pengecualian sekecil apapun pada orang lain di kamp dan orang tua itu tidak akan membiarkan kapten John melakukan itu tanpa alasan yang tepat. Satu-satunya alasan kau memiliki kamar pribadi di kamp hanya satu. Kau seorang wanita dan karena aku nyaman walaupun tahu kau seorang wanita, maka kelak kau akan menjadi wanita milikku." gumam Alex lalu pergi dari tempat itu.
Axel membawa mobilnya kembali ke mansion miliknya. Sebelum itu dia teringat sesuatu lalu menghubungi seseorang.
"Halo mama." sapanya dengan suara aslinya.
"Az sayang, mengapa kau tidak bisa dihubungi beberapa hari ini? Mama pikir kau akan ingkar janji sayang." ucap si penerima panggilan.
"Aku ada sedikit kesibukan lain beberapa hari ini dan tidak memegang ponsel mama. Aku tentu tidak akan lupa dengan janjiku mama. Tapi,
"Tapi apa sayang?" tanya Renata menyela.
"Ada hal yang membuat aku harus merubah penampilan selama di luar mansion. Jadi, aku akan menemani mama dengan dandanan anak remaja yang imut apakah mama keberatan?" tanya Az balik.
"Mama selalu ingin berbelanja dengan putri kecil. Jadi, mama akan sangat senang dengan hal itu." ucap Renata.
Selama beberapa minggu Az selain berlatih kekuatan fisik, kemampuan bertarung, melatih kepribadian dan kemampuan menjalankan perusahaan, Az juga berlatih menggunakan riasan agar dapat merubah penampilan menjadi hampir mencapai 100 persen berubah dari tampilan aslinya.
Seperti saat ini, dia sebagai Axel sungguh sangat mirip dengan seorang pemuda. Bukan hanya tampilan dia juga merubah tingkah lakunya sesuai tampilannya.
Az segera kembali ke mansion lalu membersihkan diri setelah itu merubah penampilan layaknya seorang gadis remaja. Karena tubuhnya yang kecil, tidak menjadi suatu kesulitan untuk menjadi seorang gadis remaja.
Az selesai dengan riasannya dan dia kini telah berubah menjadi gadis imut yang menggemaskan. Dia keluar dari kamar dan langsung bertemu dengan Yuki.
"Anda akan keluar lagi nona muda?" tanya Yuki melihat Az sudah bersiap.
"Ya, aku ada janji bertemu dengan mama Renata." jawab Az.
"Kau dan Sidney tidak perlu ikut. Biarkan beberapa orang bodyguard yang ikut untuk membawa barang belanjaan saja. Melihat semangat mama Renata saat aku tawari berbelanja bersama, mama Renata pasti akan memborong semua barang yang dia temui hari ini." ucap Az.
"Baik nona muda." jawab Yuki.
__ADS_1
"Akh, mengapa nona muda jadi tampak menggemaskan dengan tampilan seperti itu. Aku tadi menahan gemas ingin mencubit pipinya." ucap Yuki gemas setelah Az turun dari lantai dua.
Az berangkat menuju kediaman keluarga Gerald kali ini menggunakan supir. Bukankah akan terasa janggal dengan penampilan anak imut yang manja dia mengendarai mobil sendiri?
"Kyaa sayang.... Kau menggemaskan dengan tampilan seperti ini." ucap gemas Renata sambil memeluk gemas tubuh Az.
"Mama mau belanja atau terus memelukku seperti ini?" protes Az karena Renata tidak kunjung melepaskan pelukannya setelah beberapa saat.
"Maaf sayang, mama sangat gemas dengan tampilanmu saat ini." ucap Renata yang kali ini mencubit pipi Az.
"Kau ini, pipi putrimu akan memerah dan sakit karena cubitanmu. " tegur tuan Darren yang berdiri di depan pintu melihat kekonyolan sang istri.
"Maaf sayang." ucap Renata.
"Tidak apa mama." ucap Az.
Mereka akhirnya berangkat segera setelah berpamitan pada tuan Darren dan tuan Gerald. Soal Devan, pemuda itu ternyata belum kembali dari negara S karena ternyata urusannya di sana lebih lama diurus dan masih belum selesai.
Setibanya di mall Renata kalap belanja segala pakaian beserta aksesoris anak remaja yang imut untuk Az. Baru dua jam berbelanja, 6 pengawal di belakang mereka sudah masing-masing membawa 6 hingga 8 paper bag yang berisikan belanjaan Renata.
"Mama tidak lelah?" tanya Az heran melihat Renata yang masih bersemangat untuk berbelanja setelah beberapa jam berlalu.
"Mama tidak pernah lelah untuk urusan berbelanja." jawab Renata.
"Sebaiknya kita istirahat makan dulu ma, ini sudah sangat terlambat dari waktu makan siang seharusnya." saran Az.
"Ah, mama lupa soal makan siang. Maaf sayang, mama selalu lupa banyak hal saat sedang berbelanja." ucap Renata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ho ho ho ho
Ada pemeran pria baru nih. Ada yang bisa tebak gak nih? Tu cowok akan jadi pemeran antagonis, second lead, sad boy atau mungkin dia mc cowok yang sebenarnya?
komen komen komen
__ADS_1