
Violetta dapat merasakan energi alam yang cukup untuk berlatih di tempatnya berada saat ini namun tempat itu memiliki terlalu banyak orang.
Dia butuh ketenangan sehingga dia memilih tempat yang terlihat sepi namun tidak terlalu jauh dari tempat utama markas. Dia yakin Alex tidak akan membiarkan dia terlalu jauh dari jangkauan pantauannya.
Selain alasan itu, juga apa yang ingin Violetta latih juga sangat berbeda dari pelatihan dunia yang dia huni sekarang. Dia tidak ingin repot menjelaskan pada mereka yang penasaran dengan metode pelatihan dirinya nanti.
"Sebaiknya kita istirahat lebih dulu karena perjalanan yang sangat melelahkan tubuhmu butuh istirahat. Besok pagi aku akan mengantarmu langsung ke sana sayang." tawar Alex.
"Baiklah. " Violetta tidak menolak karena apa yang Alex sarankan memang masuk akal.
Tubuhnya saat ini butuh istirahat yang cukup sebelum memulai latihan.
"Kau bersihkan tubuhmu di ruangan sana (menunjuk ke arah pintu tertutup) aku sudah meminta beberapa orang menyediakan air untuk membersihkan diri di sana." ucap Alex.
Karena tempat itu sebelumnya tidak pernah ada wanita, mereka para prajurit terbiasa membersihkan diri di tempat yang cukup terbuka. Hanya menutupi bagian tengah tubuhnya saja bahkan mereka lebih suka membersihkan diri di sungai jernih belakang markas.
Alex tentunya tidak akan membiarkan kekasih hatinya mandi di tempat yang terbuka di saat banyak mata pria yang bisa melihatnya.
"Apakah bos datang ke sini kali ini hanya untuk memanjakan istri kecilnya itu?" gerutu salah satu prajurit setelah kembali dari menyiapkan tempat mandi untuk Violetta.
"Mungkin saja, lihat saja sikap bos yang sangat hangat dan lembut pada wanita yang dia bawa." sahut rekannya.
"Sebaiknya kalian berhenti bergosip seperti ibu-ibu. Kalian akan mendapatkan masalah jika bos mendengar ucapan kalian." tegur salah satu rekan mereka.
Mendengar teguran itu mereka akhirnya tidak lagi mengatakan apapun mereka hanya mampu menyimpan keluhan dalam pikiran saja.
Pagi berikutnya Alex mengantar Violetta menuju bukit yang diinginkan Violetta untuk tempatnya berlatih. Alex ingin menemani Violetta di sana namun Violetta menolaknya. Dia ingin sendiri saja di sana.
Beberapa prajurit dengan pikiran buruk menduga kalau Violetta memilih tempat itu agar bebas melakukan apapun dengan Alex tanpa gangguan siapapun.
Violetta dan Alex juga beberapa prajurit tiba di puncak bukit. Di sana ada sebuah rumah kecil yang walaupun terlihat tua namun masih layak untuk dihuni.
__ADS_1
"Seperti dugaanku, tempat ini memiliki lebih besar energi alam dan lebih murni." gumam Violetta .
Violetta langsung meminta Alex pergi setelah beberapa saat mereka tiba. Dengan terpaksa Alex pergi setelah menaruh beberapa barang yang mungkin Violetta butuhkan.
Pemuda itu pergi dengan syarat dia akan tiap hari datang melihat keadaan Violetta namun Violetta menolaknya. Akhirnya dibuat keputusan pemuda tampan itu hanya akan ke sana 1 minggu sekali jika tidak, Violetta akan marah padanya.
Setelah rombongan Alex pergi, Violetta segera berlatih. Dia memulai dengan duduk bersila sambil menutup mata di atas rerumputan.
Samar terlihat aliran cahaya tipis menyelimuti tubuhnya. Setelah cukup lama pada posisi itu, Violetta mulai bangkit dan mulai melakukan beberapa gerakan ringan.
Dari jauh dia terlihat seperti sedang menari. Tubuhnya seperti sangat ringan bahkan seperti melayang di udara.
Dalam beberapa hari Violetta telah berlatih beberapa jurus yang dia pernah kuasai saat menjadi panglima di medan perang.
"Haaa.....krak..." Violetta hanya menggunakan tangan kosong dan tidak sampai memukul dengan keras namun batang pohon di depannya terbelah.
"Walaupun belum mencapai sepuluh persen dari kekuatan dalam yang aku miliki sebelumnya tapi lumayan lah." Ucapnya.
Alex baru tiba di tempat itu saat Violetta melakukan aksinya. Dia tercengang melihat kemampuan Violetta.
"Ini semacam jurus pada masa kuno. Aku pernah membacanya namun baru sempat melatihnya." jawab Violetta asal.
"Mengapa tidak pernah mencobanya sebelumnya? " tanya Alex.
"Untuk melatihnya butuh energi alam yang tidak terkontaminasi dengan hawa perkotaan yang penuh polusi" jawab Violetta .
"Oh... Jadi ini alasan kau ingin ke tempat yang jauh dari kota?" tanya Alex lagi.
"Ya, seperti itu." jawab Violetta.
"Apakah aku bisa melihat bukunya?" tanya Alex penuh semangat.
__ADS_1
"Aku kehilangan buku itu." jawab Violetta.
"Aku mengingat isinya jika kau penasaran kau bisa mencobanya siapa tahu kau juga bisa melatih tubuhmu dengan jurus itu." tambahnya.
"Baiklah, ajari aku kalau begitu." ucap Alex penuh antusias.
"Pertama kau harus bisa merasakan energi alam yang ada di sekitar mu. Lalu coba untuk menyerapnya untuk menjadikan sebagai kekuatan inti pada tubuhmu....
Violetta menjelaskan langkah-langkah awal untuk bisa melatih jurus yang baru dia latih. Tak ada salahnya memberitahu dia siapa tahu tubuhnya cocok untuk melatih tenaga dalam, pikir Violetta .
Hari-hari berikutnya Alex akhirnya bisa mengunjungi Violetta setiap hari untuk ikut berlatih. Mereka berlatih bersama di bukit itu.
Alex dengan usaha yang keras akhirnya bisa menguasai sedikit ilmu tenaga dalam juga meringankan tubuh. Dari pelatihan itu tubuh Violetta akhirnya menjadi semakin sehat dan tidak lagi merasa mudah lelah.
Violetta mengatakan pada Alex agar tidak menggunakan kemampuan yang mereka latih jika bukan dalam keadaan terpaksa. Biar kemampuan itu menjadi kartu andalan mereka nanti menghadapi musuh utama yang masih setia bersembunyi entah dimana itu.
Setelah 1 bulan lebih berada di bukit akhirnya Violetta ikut bersama Alex kembali ke markas. Ada beberapa prajurit menggumamkan cibiran padanya karena menganggap dirinya hanya ke sana untuk bersenang-senang saja dengan bos mereka.
Violetta yang kemampuannya semakin meningkat dapat mendengar cibiran itu dengan jelas namun tidak terpengaruh sama sekali.
"Tempat ini hanya untuk orang dengan kemampuan dan semangat tempur. Bukan untuk orang dengan pikiran lemah dan suka mencampuri masalah orang lain." ucap Alex tegas.
"Siap bos." ucap para prajurit kompak.
Mendengar teguran Alex, beberapa prajurit itu tidak lagi berani mencibir Violetta.
"Apakah rekrutmen prajurit kalian sebagian menggunakan orang dalam?" tanya Violetta .
"Ada apa sayang? " tanya Alex balik.
"Aku lihat ada beberapa orang tidak memiliki mental juga semangat prajurit. Mereka bahkan hanya bisa meremehkan orang lain agar merasa lebih hebat saja." jawab Violetta.
__ADS_1
"Sepertinya kita memang harus mengevaluasi ulang para anggota baru yang masuk dalam markas ini." ucap Alex.
"Sebenarnya tim kami awalnya hanya akan menerima 1 hingga 3 orang dengan seleksi rahasia yang sangat ketat. Tapi, mengingat semakin banyak musuh yang dihadapi kami menerima lebih banyak anggota baru beberapa bulan belakangan. Sepertinya aku salah karena kualitas lebih utama dari pada jumlahnya." jelas Alex.