Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 28


__ADS_3

Masih flash back ya


Elliot menarik tubuh Jasmine lalu memeluknya dan berusaha menenangkan gadis yang dia cintai itu dengan mengelus kepalanya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku hanya menginginkan dirimu seorang saja." ucap Elliot.


"Aku juga mengingatkan dirimu. Tapi, bagaimana dengan kakakku dan jika kau meninggalkan dia demi diriku secepat itu, orang-orang akan mencaci aku." ucap Jasmine membalas pelukan Elliot sambil tersenyum licik karena merasa menang.


"Aku tidak bisa hidup dengan orang yang tidak aku cintai." ucap Elliot.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak meninggalkan kakakku untuk menjaga nama baik keluarga?" tanya Jasmine.


"Bagaimana jika kau menjadi kekasihku saja. Aku tidak akan menyentuh kakakmu dan akan mengabaikan dia hingga dia sendiri yang meminta untuk bercerai." saran Elliot.


"Baiklah, demi yang terbaik untuk semua aku rela menjadi kekasih gelapmu." putus Jasmine.


"Aku harus segera kembali ke dalam sebelum ada yang mencari aku. Kau tunggu aku di hotel xxx kamar no xxx ini kuncinya (menyerahkan kunci di tangan Jasmine) aku akan menemuimu malam ini." ucap Elliott.


"Bagaimana dengan kakakku? Bukankah ini malam pernikahan kalian?" tanya Jasmine pura-pura kasihan pada Az.


"Abaikan saja dia. Biarkan dia melalui setiap malam seorang diri seperti wanita tanpa suami. Aku tidak akan menyentuh dirinya sedikitpun karena aku jijik dengan wanita yang serakah seperti dia yang rela merebut kebahagiaan adiknya sendiri demi harta." ucap Elliot.


Mereka berciuman cukup lama lalu berpisah. Jasmine tersenyum sambil menatap kunci kamar di tangannya.


"Kau dan hartamu kini menjadi milikku. Persetan dengan Az yang menjadi nyonya yang sah. Yang penting aku memiliki kendali atas Elliot ini." gumamnya lalu pergi dari sana sambil bersenandung bahagia.


Selesai acara Az dan Elliot langsung kembali ke kediaman Elliot. Sedangkan hotel yang dipesan untuk kamar pengantin telah ditempati oleh Jasmine. Elliot langsung meninggalkan Az di rumah itu sendiri.


"Kau mau kemana?" tanya Az melihat Elliot melangkah ke pintu.


"Pergi, apa urusannya dengan dirimu aku akan kemana?" tanya Elliot.


"Aku istrimu." jawab Az sambil memegang lengan Elliot.


"Akh....." pekik Az yang terjatuh karena didorong oleh Elliot dengan keras.

__ADS_1


"Jangan menyebut dirimu istriku sedangkan kau tahu bahwa aku bukan ingin menikah dengan kamu. Kau memaksa untuk menggantikan posisi Jasmine karena harta bukan maka ambillah ini dan gunakan sesukamu. Jangan ganggu aku dan jangan mengusik hidupku." ucap Elliot sambil melemparkan satu kartu kredit dan ATM ke wajah Az yang sudah menangis tersedu.


Elliot meninggalkan Az yang masih duduk di lantai sambil menangis pilu. Dia lantas menemui Jasmine dan melewati malam panas bersama dengan adik iparnya itu.


Flash back off


"Apapun alasannya dia tidak seharusnya menjadi ja*ang yang menggoda banyak pria tanpa rasa malu seperti itu." ucap Elliot.


"Kemana Jasmine pergi, bukankah seharusnya dia sudah di rumah karena ini sudah beberapa jam semenjak dia pergi dari tempat itu?" gumam Elliot melihat gps yang sengaja dia pasang pada perhiasan yang dia berikan pada Jasmine tidak di alamat Jasmine sedangkan itu sudah lewat jam 9.


Elliot sengaja memasang gps pada Jasmine bukan karena curiga melainkan khawatir karena dia berurusan dengan orang yang sangat licik akhir-akhir ini. Dia khawatir jika mereka melakukan sesuatu pada Jasmine makanya dia memasang gps pada perhiasan Jasmine agar dapat dengan mudah menemukan Jasmine saat terjadi sesuatu padanya.


"Apakah telah terjadi sesuatu pada Jasmine? Apakah orang itu membawa Jasmine untuk melawan aku?" gumam Elliot.


Wajahnya kini terlihat panik menyadari posisi gps Jasmine saat ini adalah di sebuah hotel di pinggiran kota yang cukup jauh dari kediaman tuan Harris.


"Tut tut tut." Elliot menghubungi anak buahnya sembari keluar dari ruangannya.


"Bawa beberapa orang kita yang terbaik dan temui aku di hotel xxx segera." ucap Elliot saat telfon tersambung.


"Aku akan mengirimkan foto kekasihku dan kau cari tahu dikamar no berapa dia berada lalu tunggu aku di depan lobi.


Dia lalu mematikan telefon tanpa menunggu tanggapan dari orang di seberang sambungan.


"Semoga tidak terjadi hal buruk pada Jasmine. Kau harus baik-baik saja sayang. Maaf telah membiarkan dirimu pulang sendirian." gumam Elliot dengan langkah lebih cepat.


"Jika terjadi sesuatu padamu aku tidak akan memaafkan diriku. Sabarlah sayang, aku akan menolong dirimu segera." gumam Elliot tanpa henti.


"Bodoh kau Elliot, bagaimana bisa kau membiarkan kekasihmu pulang sendiri hanya karena memikirkan wanita licik itu?" Elliot mulai menyalahkan dirinya sendiri.


Elliot sungguh sangat khawatir dan sangat menyesal karena membiarkan Jasmine pulang sendiri tadi.


Sementara Elliot dalam keadaan panik memikirkan apa yang mungkin terjadi pada Jasmine di hotel itu, Jasmine saat ini sedang bergumul panas dengan pria muda yang selama ini menjadi kekasih rahasianya.


"Kau selalu membuat aku bergairah sayang." puji Jeri setelah mereka selesai mencapai puncak kenikmatan mereka yang pertama untuk malam itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan gadis kecilmu?" tanya Jasmine yang masih berbaring di sebelah Jeri.


"Dia masih terlalu kecil untuk disentuh. Aku tidak ingin disebut pedofil karena menyentuh anak dibawah umur." jawab Jeri.


"Kau jadi sok suci heh?" ucap Jasmine.


"Aku hanya menunggu dia untuk tumbuh dan siap untuk menikmati surga dunia bersamaku." kilah Jeri.


"Ya ya ya, apakah kau mulai ada rasa pada gadis itu? Tidak biasanya kau bersabar untuk tidak menyentuh gadis di sisimu?" tanya Jasmine.


"Bagaimana dengan kekasih tua mu itu?" tanya Jeri mengalihkan pembicaraan mereka.


"Dia terlalu sibuk dengan urusan kantor dan mulai sering mengabaikan aku. Jangan bahas itu lagi, lupakan soal yang lainnya. Malam ini kita hanya perlu bersenang-senang saja hingga puas." ucap Jasmine lalu bangkit dan duduk di atas tubuh Jeri sambil tersenyum nakal.


"Kau memang paling paham apa yang aku paling inginkan sayang." ucap Jeri lalu mereka kembali melakukan kegiatan panas mereka.


Elliot sudah tiba di loby hotel tempat dia melacak gps Jasmine berada. Di sana sudah ada beberapa orang pria bertubuh besar dengan seragam pengawal menunggunya. Seorang dari mereka melangkah mendekati dia.


"Bos." sapa pria itu.


"Apakah kau sudah mengetahui dikamar berapa dia berada dan bagaimana dia bisa berada di hotel ini?" tanya Elliot.


"Dia di kamar xxx dan..."


"Siapa yang membawanya dan ada berapa orang?" tanya Elliot membuat anak buahnya jengah karena di sela saat melapor.


"Dia datang bersama seorang pemuda." jawab langsung pria itu.


"Hanya seorang pemuda?" tanya Elliot mengernyit bingung.


"Ya bos mereka datang bersama layaknya sepasang kekasih." jawab pria itu.


"Bugh." Elliot memukul anak buahnya.


"Kau pasti salah mendapatkan informasi." ucap Elliot kesal.

__ADS_1


"Sebaiknya anda lihat sendiri saja bos." ucap pria itu memberikan sebuah kunci pada Elliot.


__ADS_2