Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.85


__ADS_3

Alex tersenyum menatap wajah Az sambil mengusap kepala Az. Dia kemudian beralih ke 2 anak buahnya dan seketika raut wajahnya berubah datar.


"Cepat sekali raut wajah bos beralih dari lembut menjadi datar dan dingin. Apakah ini yang namanya pengaruh cinta?" batin Gibran.


"Jaga baik-baik istriku. Jangan sampai dia terluka sedikitpun. Ingat Jangan lengah." ucap Alex dengan nada tegas.


"Baik bos." saut keduanya.


Walaupun agak keberatan dengan tugasnya, mereka tetap melakukannya dengan baik. Setelah keberangkatan Alex, Az dikawal oleh 2 orang itu kembali ke rumah Alex.


Setibanya di rumah Alex, ponselnya berdering. Dia segera menerima panggilan setelah mengetahui Renata yang meneleponnya saat melihat id pemanggil.


"Ya halo ma." sapa Az.


[Az sayang, apa kabar? Mengapa kau tidak mengabari mama beberapa hari ini?]


"Aku baik ma. Ada sedikit masalah yang mengharuskan aku dan kakek mengasingkan diri untuk sementara."


[Oh Tuhan, apakah kau sungguh baik-baik saja sayang?] ada nada khawatir dari suara wanita yang dianggap ibu oleh Az.


"Ya mama, aku baik-baik saja. Mama tidak perlu khawatir."


[Syukurlah, mama sangat khawatir karena tidak bisa menghubungi dirimu dan kediaman kalian sudah kosong selama beberapa hari.]


"Sebenarnya tidak ada masalah yang sangat besar, hanya saja untuk menghindari hal yang tidak terduga kami memutuskan menyingkir dan mengawasi dari jauh untuk saat ini."


[Ada masalah apa]

__ADS_1


"Tidak ada mama. Hanya waspada saja."


[Oh ya, Devan sudah kembali.]


"Baguslah, apakah dia baik-baik saja?"


[Ya, dia bahkan membawa seorang wanita cantik dan calon cucu untuk mama]


"Oh, aku turut bahagia untukmu ma. Aku akan berkunjung besok pagi. Sampaikan salam pada kakek dan yang lainnya."


[Baik sayang, mama tunggu kedatangan mu. Mama akan masak banyak makanan enak untuk menyambut kedatangan putri kesayangan mama.]


"Ya mama." Az lalu memutuskan panggilan.


"Cukup sepi juga." gumam Az yang sudah terbiasa direcoki dengan tingkah Alex.


"Tut Tut Tut."


[Halo cucu kesayangan kakek.]


"Kakek baik-baik saja?"


[Kakek berada di tempat yang aman. Justru seharusnya kakek yang bertanya padamu.]


"Az baik-baik saja kakek. Untuk sementara kakek harus betah di sana."


[Sebenarnya kakek tidak bosan karena di sini cukup tenang. Hanya saja, kasihan Sidney dan yang lainnya. Mereka pasti kelabakan dengan urusan perusahaan selama kakek berlibur di sini.]

__ADS_1


"Mereka akan baik-baik saja. Yang diinginkan oleh para musuh kita adalah kakek dan untuk aku, selama statusku tidak terekspos, aku akan aman untuk sementara waktu."


[Kau harus lebih berhati-hati sayang.]


"Baik kakek."


...****************...


Devan dan keluarganya sedang duduk bersama di rumah mereka.


"Kita harus segera mengurus pernikahan kalian. Status Mona dan calon anak kalian harus jelas di mata publik." ucap Renata.


"Ya, mamamu benar. Kita akan mengurus segalanya. Kalian hanya perlu menjaga kondisi kesehatan tubuh dan kandungan Mona baik-baik saja." saut tuan Darren.


"Sebaiknya kita hanya mengundang kerabat dekat saja. Mengingat kondisi Mona yang berbadan dua, dia akan kelelahan jika kita mengadakan pesta terlalu besar." saran tuan Gerald.


"Bagaimana Mona?" tanya Renata.


"Aku tidak masalah, tapi, apakah tidak akan masalah mengumumkan aku yang bukan siapa-siapa ini sebagai menantu keluarga ini?" tanya Mona.


"Masalah apa? Kami bangga memiliki menantu yang cantik dan baik hati juga sederhana seperti dirimu." ucap Renata sambil mengelus sayang pipi calon menantunya.


"Sebelum mengumumkan pada publik, yang utama kita harus mengabari putriku tentang kabar gembira ini." ucap Renata Penuh semangat.


"Deg." Devan masih belum siap untuk memberi tahu Az tentang Mona.


"Tenang Devan, ini yang terbaik. Kau harus mengubur rasa cinta untuk Az dan harus mulai menerima dirinya sebagai adik karena kau harus menghargai calon istri dan anakmu." batin Devan.

__ADS_1


__ADS_2