Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 46


__ADS_3

Orang itu tersenyum memandang wajah tertidur Az. Awalnya dia ingin menyentuh pipi Az namun dia urungkan karena tidak ingin Az terganggu.


"Sampai ketemu kembali gadisku." ucapnya lalu segera keluar dari ruangan itu sebelum ada yang menyadari keberadaannya.


Setelah sekian lama tidak sadarkan diri, bulu mata tuan Samuel mulai bergetar menandakan pria tua itu akan segera membuka matanya.


"Ugh..." keningnya berkerut karena kepalanya yang terasa sakit.


Perlahan matanya terbuka. Tuan Samuel ingin memegang kepalanya yang terasa sakit tapi gerakan tangannya terhenti karena merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung tangannya.


"Impus? " gumamnya melihat selang yang ujungnya menempel di punggung tangannya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku ingat aku sedang disekap dan disiksa lalu tiba-tiba aku merasa kepalaku sedikit pening dan akhirnya tidak tahu lagi apa yang terjadi." gumamnya.


Tidak lama fokusnya teralih kan pada sesuatu yang bergerak tidak jauh di seberang ranjang nya.


"Az? Apakah dia yang menyelamatkan aku? Apakah dia tidak terluka?" ucapnya cukup khawatir.


Ya, yang bergerak adalah Az yang merubah posisi tidurnya. Tuan Samuel ingin memanggil Az tapi melihat tidur pulas sang cucu, pria tua itu mengurungkan niatnya karena tidak tega mengusik tidur nyenyak cucunya itu.


"Kakek sudah bangun?" tanya Az saat membuka matanya.


Dia duduk di ranjang itu dengan wajah bingung. Dia melihat tempat tidur itu dengan penuh tanya didalam hati.


"Apakah tanpa sadar aku pindah ketempat tidur tadi?" Batin Az.


"Ada apa Az?" tanya tuan Samuel melihat kebingungan Az.


"Tidak ada apapun kek. Ah, apakah kakek merasa tidak nyaman di suatu tempat? Aku akan memanggil dokter." ucap Az mengalihkan perhatiannya.


Az sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada pria tua yang sangat menyayanginya itu. Dia hendak membuka pintu saat seseorang membuka pintu dari luar dan ternyata orang itu adalah dokter Daniel yang merawat kakeknya.


Dokter Daniel langsung memeriksa kondisi tuan Samuel untuk memastikan apakah pria tua itu baik-baik saja atau mengalami efek samping yang mempengaruhi kesehatannya akibat obat bius yang memasuki tubuhnya.

__ADS_1


"Bagaimana dok?" tanya Az setelah melihat dokter Daniel selesai memeriksa tubuh kakeknya.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tuan. Kakek anda tidak mengalami masalah apapun selain luka luar saja." jawab dokter Daniel sambil tersenyum.


"Syukurlah." ucap Az.


"Terima kasih dok." ucap Az lagi.


Tuan Samuel akhirnya diijinkan pulang hari itu juga oleh dokter karena kondisi tubuhnya yang baik-baik saja.


"Sebenarnya apa yang terjadi di sana kek? Siapa yang menyekap kakek dan siapa orang yang menyelamatkan kakek?" tanya Az setelah mereka kembali ke mansion.


"Mereka adalah saingan bisnis kakek yang tidak rela tender yang diinginkannya malah perusahaan kita yang mendapatkan. Sedangkan mengenai penyelamat kakek, kakek juga tidak tahu siapa. Karena, yang kakek ingat tiba-tiba kakek tidak sadarkan diri lalu bangun di kamar rumah sakit." jawab tuan Samuel.


"Itu sangat aneh, bagaimana bisa mereka semua dihabisi dalam waktu singkat sedangkan tidak satupun dari mereka yang ditemukan jejak kehadirannya?" ucap Az.


"Kakek pikir sebelumnya orang kita yang datang menyelamatkan kakek sehingga bisa berada di rumah sakit." ucap tuan Samuel.


"Dalam waktu singkat menyingkirkan orang terlatih sebanyak itu dan bahkan tidak menampakkan diri untuk menerima ucapan terima kasih, kakek tidak tahu harus bernapas lega atau malah khawatir." ucap tuan Samuel.


"Kakek benar, kita tidak tahu tujuan orang-orang itu menyelamatkan kakek. Apakah murni untuk menyelamatkan kakek saja atau ada tujuan lain terhadap kita. Kedepannya kakek harus lebih berhati-hati lagi. Jangan kurangi kewaspadaan kakek lagi." ucap Az.


"Ya, kau juga harus lebih berhati-hati Az sayang karena, mereka sangat kuat dan belum jelas tujuannya. Jangan keluar dari mansion jika tidak ada yang penting dan harus bersama beberapa orang penjaga." ucap tuan Samuel.


"Iya kek. Kakek masih harus istirahat lebih banyak. Sebaiknya kakek beristirahat saja. Hoam, aku juga masih ingin melanjutkan tidur." ucap Az yang memang masih mengantuk.


"Baiklah sayang, istirahat saja karena kakek tahu kau pasti sangat kurang istirahat selama mengikuti pelatihan. Kau pasti lelah." ucap tuan Samuel.


...****************...


Di lain tempat


"Bagaimana?" tanya seorang pemuda pada seorang pria dengan pakaian serba hitam.

__ADS_1


"Semua telah dijalankan sesuai perintah anda bos. Kelompok yang menamai diri mereka geng harimau telah kami sapu habis." jawab pria itu.


"Bagus, kau boleh pergi." ucap pemuda itu.


"Siapapun yang berani mengusik ketenangan gadisku, dia harus menerima konsekuensi yang berat." ucap pemuda itu dengan seringai.


"Kau tenang saja, semua hal yang menjadi penghalang dan pengacau bagimu biarkan aku yang menyingkirkan mereka." ucapnya pada foto seseorang yang tertidur di layar ponselnya.


Ya, itu foto Az dengan tampilan Axel yang tertidur pulas di tempat tidur rumah sakit.


"Aku tidak tahu alasan kau harus keluar dari rumah dengan berbagai macam tampilan yang sangat berbeda bahkan menjadi seorang pemuda. Tapi, aku akan pastikan, jalan di depanmu kedepannya hanya akan menjadi jalanan yang mulus." ucapnya lagi.


...----------------...


"Apa? Bagaimana bisa orang-orang yang diutus mengawasi tuan Samuel Berza dan kediamannya hilang tanpa jejak sedikitpun?" tanya Elliot pada anak buahnya.


"Kami juga masih belum jelas bos. Kami tiba-tiba kehilangan kontak dengan mereka dan sampai sekarang tidak ada petunjuk mengenai apa yang terjadi pada mereka di sana." ucap anak buah Elliot.


"Utus orang lain yang lebih handal untuk melakukan tugas itu. Bagaimanapun caranya aku harus menemukan keberadaan istriku secepatnya." ucap Elliot.


"Baik bos."


"Bagaimana dengan Devan? Apakah dia tidak pernah bertemu dengan istriku?" tanya Elliot.


"Dia sedang ada urusan di negara S dan belum kembali hingga hari ini bos." jawab anak buah Elliot itu.


"Baiklah, kau boleh pergi." ucap Elliot.


"Kau di mana sayang? Mengapa kau masih terus bersembunyi dariku? Apakah kau masih marah karena apa yang terjadi sebelumnya? Kembalilah dan aku akan lakukan apapun untukmu kecuali melepaskanmu." ucap Elliot sendu sambil kembali menatap foto Az yang dia pajang di atas meja kerjanya.


Pria dingin dengan wajah tampan dan tampilan selalu rapi itu kini memiliki tampilan yang sangat berbeda. Rambut dan pakaiannya acak-acakan dengan wajah yang ditumbuhi kumis dan jenggot. Bau alkohol dan asap rokok sudah menjadi pengganti parfum yang selalu menyengat hidung orang disekitarnya sekarang.


Mohon maaf karena author tidak bisa up kemarin. Entah itu gangguan jaringan atau aplikasi author yang error tapi susah untuk masuk ke area naskah. Loading nya lama banget bikin otak author jadi nge blank 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2