Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.71


__ADS_3

Alex berdiri dari kursinya lalu menggeser kursi itu ke arah Az agar Az duduk di sana. Az yang paham maksud Alex segera duduk sebelum pria itu berulah karena keinginannya tidak dipenuhi.


"Apa yang ingin kalian tahu?" ucap lirih pria itu pada akhirnya.


"Identitas dirimu." ucap Az.


"Namaku Roxi usi......


"Bukan biodata dirimu." potong Az.


"Hah baiklah." ucap Roxi yang mulai kembali ketakutan melihat Az menggerakkan tangan.


"Aku bergabung dalam sebuah kelompok mafia bernama king lion. Aku sebagai ketua tingkat 5 yang membawahi beberapa kelompok kecil. Tugas utamaku berhubungan dengan teknologi komputer." jelasnya.


"Kenapa kau menyelamatkan wanita itu?" tanya Az.


"Aku mendapatkan tugas dari bos besar untuk itu." jawab Roxi.


"Apa tujuan orang yang kau maksud tuan besar itu mengirimkan orang untuk menyerang aku?" tanya Az lagi.


"Kau masih ingin diam?" tanya Az dengan tatapan tajam.


"Gleg... A....Hm...." Roxi tampak ragu menjawab.

__ADS_1


"Seseorang membayar sejumlah besar untuk nyawa seorang wanita bernama Azkaela." jawabnya spontan karena Az kembali hendak memberikan siksaan padanya.


"Siapa orang itu?" kini giliran Alex yang bertanya.


"Seorang pengusaha kaya raya dari negara W." jawab Roxi.


"Walaupun kau menyiksa aku lagi, aku hanya tahu itu saja." ucap Roxi lagi sebelum mereka berdua kembali bertanya.


"Identitas bos besarmu?" tanya Az.


"Kami hanya mendapatkan perintah melalui panggilan telepon. Tidak ada dari kami yang langsung bertemu dengan dirinya. Hanya ketua tingkat 1 dan 2 mungkin yang pernah bertemu dengannya langsung." jawab Roxi.


"Kalau istri bos ini masuk ke dalam tim interogasi, aku sangat yakin semua data yang kami inginkan akan segera diperoleh dengan mudah." batin Jo mulai kagum dengan kemampuan Az.


"Sudah jadi makanan ikan di dasar laut." jawab Roxi.


"Kenapa?" tanya Az.


"Dia sudah gagal sehingga bos besar memberikan perintah untuk menyingkirkan dirinya." jawab Roxi.


Merasa sudah tidak ada yang bisa didapatkan dari pria bernama Roxi, Az memilih keluar dari ruangan itu disusul dengan Alex yang langsung merangkul erat pinggangnya.


...****************...

__ADS_1


"Istirahat lebih awal. Kita akan melakukan perjalanan jauh besok pagi." ucap Devan pada Mona.


"Kau akan menginap?" tanya Mona ragu.


Dia masih canggung dengan keberadaan Devan. Dia tidak ingin Devan menginap mengingat rumah yang dia tempati hanya memiliki 1 kamar tidur. Walaupun dia menerima ajakan Devan untuk menikah, dia masih belum bisa untuk tidur 1 kamar dengan pria itu.


"Ya, ditempat ini tidak ada penginapan. Kita harus berangkat pagi sekali jadi, aku akan tetap di sini malam ini. Tenang, aku tidak akan menyentuh dirimu jika kau tidak menginginkan itu." jawab Devan.


"Baiklah, aku akan tidur di mobil." ucap Devan melihat wajah ketakutan Mona.


"Kau bisa tidur di ruang tamu beralas kasur lantai. Tidak akan nyaman tidur di mobil." ucap Mona ragu.


"Baiklah, terima kasih karena sudah perduli." ucap Devan sambil tersenyum.


Mona hanya mengangguk lalu segera berlalu dengan wajah yang sudah merona.


"Sepertinya tidak akan sulit untuk bisa menyukai dia." batin Devan.


Mona kembali dengan membawa sebuah kasur tipis dan sebuah bantal. Dia tidak mengatakan apapun lalu segera masuk ke kamarnya.


"Apakah ini keputusan yang benar?" gumam Mona setelah menutup pintu kamar sambil memegang perutnya yang masih rata.


"Apakah aku dan anak ini akan bahagia bila memilih untuk ikut dengan dirinya? Aku tahu dia ayah kandung dari anakku tapi, dengan status kami yang bagaikan bumi dan langit apakah akan baik-baik saja?" gumamnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2