
"Mengapa rumah sebesar ini sangat sepi? Kemana semua pelayan?" tanya Az.
"Aku meliburkan mereka semua." jawab Alex.
"Kenapa?" tanya Az.
"Ingin tahu? Ternyata kau sudah menghayati peran sebagai nyonya di kediaman ini. Aku sangat terharu bahkan kau sudah ingin mengetahui masalah yang ada di kediaman ini." ucap Alex sambil tersenyum.
Az memutar bola matanya jengah. Az menatap tajam ke arah Alex sedang yang ditatap hanya menyung*ingkan bibir.
"Baiklah aku akan serius kali ini, aku meliburkan mereka semua agar......" Alex menjeda kalimatnya sambil tersenyum dan menatap penuh arti ke arah Az.
"Agar?" beo Az.
"Agar tidak mengganggu pengantin baru yang sedang ingin bebas bermesraan di setiap sudut manapun kita inginkan." jawab Alex.
"Siapa yang pengantin baru?" protes Az dengan kesal.
"Ha ha ha ha ha ha ha. Kau tau?"
"Tidak tau dan tidak mau tau." potong Az pada kalimat Alex yang dia tebak akan semakin membuat dirinya kesal jika tidak dia hentikan.
"Kau semakin lucu dan menggemaskan saat kesal seperti itu. Tapi, jauh lebih mempesona saat kau tersenyum." ucap Alex lalu menyesap kopi hitam buatannya itu.
"Kau memang perayu handal. Tapi, sayangnya aku bukan wanita yang mengagumi sanjungan untuk dirinya hingga membuat terlena." ucap Az lalu ikut menyantap sarapan untuk dirinya.
__ADS_1
"Kau harus tau. Aku bukan perayu ulung bahkan merayu dan segala hal tentang wanita atau hal yang tidak berhubungan dengan militer dan bisnis tidak pernah ada dalam sejarah hidupku sebelum kau hadir." ucap Alex kini tatapan matanya tampak serius menatap Az.
"Aku....
"Aku tidak memaksa agar kau membalas perasaan yang aku utarakan pada dirimu. Aku tahu, masa lalu yang kau lewati membuat sebuah trauma yang akan membekas di hatimu tentang sebuah hubungan keluarga, cinta dan kepercayaan. Aku hanya ingin kau tidak menutup diri dan membiarkan aku menjadi spons yang akan menyerap habis noda hitam keraguan itu dari hatimu." ucap Alex memotong ucapan Az.
"Aku tidak akan menghalangi apapun yang kau ingin lakukan dan akan selalu mendukung dan menjadi tameng utama untuk dirimu. Kau hanya perlu tahu apapun yang terjadi ada aku di sisimu dan jangan tolak kehadiran diriku." tambahnya tangannya kini menggenggam erat tangan Az.
"Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan." ucap Az sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex.
Ada perasaan hangat yang tidak dapat Az jelaskan dan mengerti saat mendengar ucapan Alex dan saat genggaman tangan itu mengerat Az dapat merasakan kesungguhan dari si pemilik tangan itu.
"Terima kasih." ucap Alex dengan senyum manis yang membuat Az cukup terlena.
"Ternyata dia bisa tersenyum dengan manis membuat dia tampak lebih tampan. " batin Az.
"Ada apa? Apakah kepalamu sakit? Apakah ada yang salah?" tanya Alex khawatir melihat Az yang tiba-tiba menggeleng kuat kepalanya.
"Tidak, aku baik-baik saja." jawab Az.
Mereka melanjutkan sarapan pagi tanpa suara hingga selesai setelah itu. Setelah selesai Alex mengajak Az keluar dari rumah dan di depan ternyata sudah ada sebuah mobil sport yang terparkir siap mereka kendarai.
"Kita mau kemana?" tanya Az saat Alex membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk dirinya.
"Masuklah, kau akan tahu setelah tiba di sana. Percaya padaku, kau akan menyukai tempat itu." ucap Alex.
__ADS_1
Az akhirnya menurut dan segera masuk ke dalam mobil. Alex menutup pelan pintu mobil lalu segera memutari mobil agar bisa naik ke bagian kemudi.
"Tring...tring....tring...." handphone milik Alex tiba-tiba mengeluarkan suara panggilan saat Alex hendak menyalakan mesin kendaraannya.
"Ya ada masalah Fred?" tanya Alex langsung.
"........"
"Bagus, kalian jaga dia baik-baik. Setelah urusanku selesai, aku akan langsung menginterogasi dia langsung." ucap Alex.
"Ingat..... Dia harus tetap hidup sampai aku bertemu langsung dengan dia." tambahnya lalu memutuskan panggilan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hebat, sudah banyak yang bisa tebak alur ceritanya.
Sekarang coba tebak.....!
Siapa dia yang Alex maksud?
Kemana Alex akan membawa Az?
Ayo dong ramaikan komen biar author makin semangat
salam hangat penuh sayang
__ADS_1
Author