Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.70


__ADS_3

Pria itu terus berteriak kesakitan membuat Jo makin bergidik ngeri.


"Aku pikir wanita yang bos bawa hanya wanita lemah dan manja. Tidak aku sangka jika dia jauh lebih menyeramkan dari si bos. Pantas saja bos memperlakukan dia dengan cara berbeda." batin Jo.


Suara teriakan pria itu sangat kuat hingga anak buah Alex yang ada di luar ruangan pun bergidik mendengarnya.


"Apakah bos memiliki cara baru untuk menyiksa lawannya?" tanya salah satu dari mereka.


"Sepertinya begitu. Pria breng*ek itu tidak bersuara sedikitpun saat kak Jo menyiksa hingga tidak sadarkan diri. Sekarang, hanya butuh beberapa menit saja pria itu sudah berteriak kesakitan." saut yang lainnya.


"Wanita yang bos bawa cukup tangguh juga bisa bertahan lama sementara bos menyiksa orang." ucap si A.


"Mungkin dia sudah ketakutan di dalam hingga tidak mampu bergerak dan bersuara. Dari penampilannya saja sudah dapat ditebak kalau dia hanya putri yang manja." ucap si B.


"Mengapa gadis kecil seperti itu kalian sebut wanita? Apakah kalian tidak lihat kalau gadis itu masih sangat muda untuk disebut wanita?" protes si C.

__ADS_1


"Apakah bos akan membawa seorang gadis kecil ke tempat seperti ini? Aku tebak, dia wanita dewasa dengan tampilan lebih muda dari umurnya." saut si A.


"Apakah wanita itu....


"Aku tidak keberatan mencincang tubuh kalian untuk santapan Rokki dan anak-anaknya jika tidak berhenti membahas istriku." ucap Alex dingin yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang mereka.


"Deg...." mereka semua terkejut.


Wajah mereka tiba-tiba pucat pasi karena terlalu takut mendengar ancaman bos mereka yang memang tidak pernah mengucapkan ancaman kosong.


"Ma maaf bos. Ka kami hanya....


"Sudahlah Lex, urusan di sini lebih penting daripada mengurus masalah anak buahmu yang mulutnya sudah menjelma menjadi mulut ibu-ibu peng-gosip." ucap Az membuat Alex meninggalkan anak buahnya itu.


"Huft....."

__ADS_1


"Mulai besok pagi hingga satu minggu kedepan, kalian bertiga diwajibkan mengenakan pakaian wanita." ucap Alex tanpa bantahan membuat 3 orang yang baru menghela nafas lega menjadi tercekat.


Mata mereka membola ingin protes tapi takut mendapatkan hukuman lebih parah. Tapi jika diikuti, mereka lebih ingin mengubur diri hidup-hidup. Tapi, tentunya mereka mengenal betul bosnya itu. Dia tidak pernah memberikan kematian mudah menjadi hukuman untuk mereka.


"Sebaiknya kalian lakukan saja. Kalian tahu sendiri bagaimana bisa kita itu." ucap rekannya yang lain yang tidak ikut dalam perbincangan mereka.


"Ya itu benar. Ingat juga untuk menjaga mulut kalian kedepannya." saut yang lainnya.


"Beruntung aku hanya membatin tentang wanita menyeramkan yang ternyata adalah istrinya bos itu." batin Jo.


"Akh.... Amm phun......" pekik pria yang masih terikat itu.


Az kembali menyentuh beberapa bagian tubuh pria itu membuat si pria berhenti berteriak dan meronta. Dia tampak terengah-engah karena lelah berteriak.


"Sekarang ceritakan semua yang seharusnya kau katakan. Sebelum aku berubah pikiran dan lebih suka mendengar suara tersiksa dirimu sepanjang hari." ucap Az.

__ADS_1


"Bos ku sepertinya benar-benar sudah tidak normal. Melihat istrinya begitu kejam dia justru menatap bangga bukan sebaliknya." batin Jo.


__ADS_2