Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 116


__ADS_3

Violetta dan Alex akhirnya selesai dengan makan siang mereka. Semua makanan di depan mereka sudah habis berpindah ke perut mereka.


"Biar aku saja yang membereskan semua itu." ucap Violetta saat melihat Alex hendak membereskan kotak bekal sisa makanan mereka.


"Biar aku saja sayang. Kau sudah lelah menyiapkan semua ini untuk ku. Sekarang giliran aku yang melayani mu." ucap Alex.


"Apakah tidak ada hal lain yang harus kau urus? Jika ada, sebaiknya kau kerjakan itu segera dan biarkan aku yang mengurus semua itu. " tanya Violetta.


"Tidak ada sayang. Kau tunggu saja dengan tenang. Setelah ini kita bisa langsung berangkat." jawab Alex.


"Ayo...." ajak Alex setelah selesai mengemas kembali kotak bekal yang Violetta bawa.


Mereka berjalan keluar dari ruangan dengan Alex yang merengkuh pinggang Violetta dengan posesif seakan ingin memberitahu pada semua orang bahwa gadis cantik yang ada di sebelahnya adalah miliknya.


Di depan sana Velo berdiri di depan mejanya seperti sedang menunggu kedatangan mereka. Pemuda itu menunduk hormat saat Violetta dan Alex berdiri di depannya.


"Apakah yang aku perintahkan sudah kau laksanakan?" tanya Alex datar.


"Sudah tuan, semua karyawan sudah berkumpul di bawah sesuai keinginan Anda tuan." jawab Velo sopan.


"Kerja bagus." puji Alex masih dengan nada datar.


Karena mendengar laporan dari anak buahnya tentang insiden yang membuat Violetta tertahan sebelumnya dan membuat pujaan hatinya itu tidak nyaman, Alex memerintahkan Velo untuk mengumpulkan semua karyawan untuk memperkenalkan Violetta sebagai istrinya.


Agar kedepannya Violetta dapat langsung menuju ruangannya saat wanita cantik pujaan nya itu berkunjung ke kantornya. Juga agar mereka menghormati Violetta layaknya mereka semua menghormati dirinya.


"Ayo sayang." ajak Alex dengan nada yang lebih lembut sambil tersenyum ke arah Violetta.


Melihat perubahan sikap Alex yang sangat berbeda terhadap wanita cantik di sebelahnya membuat Velo terperangah.


"Apakah ini masih tuan Alexander yang aku kenal? Bagaimana dia bisa selembut itu pada seorang wanita? " batin pemuda itu.


"Apa yang kau tunggu? " teguran dari Alex membuat pemuda itu tersadar dari terkejutannya.


"Maaf tuan." ucap pemuda itu lalu mengikuti langkah Violetta dan Alex.


Saat mereka keluar dari lift, semua karyawan bahkan petugas keamanan dan kebersihan di Kantor milik Alex itu sudah barbaris rapih menanti kedatangan bos mereka.

__ADS_1


Mereka tampak saling berbisik menanyakan alasan mereka dikumpulkan secara mendadak.


"Apakah akan ada event atau mungkin pemecatan besar-besaran lagi?" celetuk Salah satu dari mereka.


Celetukan itu membuat beberapa dari mereka menjadi tegang. Ruangan itu semakin ramai dengan suara mereka semua.


Pintu lift yang terbuka membuat ruangan menjadi hening. Mereka semua tertegun melihat bos mereka yang biasanya anti bersentuhan dengan seorang wanita sedang merengkuh posesif pinggang seorang gadis cantik yang terlihat masih sangat muda.


"khem" Alex berdehem membuat mereka semua tersentak dan kembali tersadar.


"Singkat saja, aku hanya ingin memperkenalkan istriku nyonya Alexander." ucap Alex membuat mereka semua terkejut.


"Wanita cantik di sebelahku adalah istriku yang artinya dia adalah nyonya muda dari Alexander group." ucap Alex lagi.


"Aku ingin kedepannya saat istriku datang ke perusahaan, dia dapat langsung ke ruanganku tanpa ada gangguan dan halangan. Ingat, keputusan istriku di perusahaan ini adalah keputusan ku juga. Jadi, kalian harus menghormati istriku." lanjut Alex dengan suara lantang membuat semua orang terkesiap dari keterkejutan mereka.


"Baik tuan." saut para karyawan serempak.


"Kalian sudah bisa kembali pada tugas masing-masing." ucap Alex lagi membuat mereka semua membubarkan diri menuju tempat masing-masing.


"Mengapa tempat semegah ini tampak sangat sepi?" tanya Violetta saat masuk dan melihat hanya ada pegawai toko di dalam sana. Itu tampak dari seragam yang mereka kenakan.


"Aku sengaja memerintahkan agar mereka tidak membuka toko untuk pelanggan lain selama kita di sini agar tidak ada gangguan. " jawab Alex.


"Kau tidak harus melakukan itu Alex. " ucap Violetta .


"Kita dalam posisi siaga sayang. Jika ada terlalu banyak orang, kita bisa saja tidak menyadari kehadiran musuh di sekitar kita." ucap Alex.


"Kau benar." ucap Violetta akhirnya membenarkan ucapan Alex.


Mereka akhirnya memasuki beberapa toko dan memilih beberapa baju dan perlengkapan yang mereka butuhkan.


Beberapa pegawai toko menatap kagum pada Alex yang terlihat sangat memperhatikan Violetta .


"Tidak hanya sangat tampan dan kaya raya, pria itu sangat penyayang dan perhatian. Andai wanita disampingnya itu aku." batin pegawai toko itu.


Violetta maupun Alex tampak abai pada tatapan mereka semua. Toh mereka hanya menatap tanpa mengganggu kegiatan keduanya.

__ADS_1


Selesai berbelanja mereka berdua kembali ke mansion. Violetta langsung ke kamar untuk membersihkan diri sedangkan Alex langsung menuju ruangan kerjanya karena ada beberapa laporan yang baru dikirimkan anak buahnya yang harus dia lihat.


"Tok tok tok.." suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Alex dari layar komputer di depannya.


Violetta tampak menyembulkan kepalanya sebelum memasuki ruangan itu. Alex tampak tersenyum melihat kekasih hatinya memasuki ruangannya.


"Ada apa sayang?" tanya Alex.


"Apakah kau sangat sibuk hingga tidak menyadari waktu makan malam sudah terlewati?" tanya Violetta membuat pemuda tampan itu spontan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya itu.


Benar saja, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan dia belum sama sekali meninggalkan kegiatan di ruangan itu untuk makan malam.


"Ah, aku terlalu fokus membaca beberapa laporan sehingga lupa waktu." ucap Alex.


"Maaf sayang, apakah kau sudah makan malam?" tanya Alex dengan wajah bersalah.


"Ya, aku sudah makan bersama bibi Meg. " ucap Violetta membuat Alex bernapas lega.


Sebenarnya Violetta tidak ingin mengganggu pekerjaan Alex. Hanya saja waktu makan malam yang sudah terlewati beberapa jam sedangkan tidak ada tanda-tanda bahwa pemuda itu akan keluar dari ruangan Kerjanya, Violetta tidak bisa hanya mengabaikan saja.


Alex akhirnya meninggalkan ruang kerjanya setelah sebelumnya mematikan komputer yang telah menyita perhatiannya selama beberapa jam itu.


"Sebaiknya kau istirahat sekarang sayang." ucap Alex setelah selesai dengan makan malamnya.


"Kau juga harus istirahat Alex. "ucap Violetta .


"Aku harus menyelesaikan beberapa hal setelah itu aku akan beristirahat." saut Alex.


"Baik, kalau begitu aku istirahat duluan." ucap Violetta.


"Ya, selamat malam sayang." ucap Alex sambil tersenyum mengelus pelan puncak kepala Violetta.


"Selamat malam juga Alex." saut Violetta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah sekian Abad akhirnya bisa up chapt baru. Maaf ya untuk para reader yang udah lama nunggu.

__ADS_1


__ADS_2