
Selesai memutuskan sambungan telepon Alex melihat ke arah Az yang sedang menatap ke arahnya seolah ingin bertanya.
"Anak buahku mengabari bahwa mereka menemukan orang yang aku cari." ucap Alex.
"Oh, jika orang itu penting untuk kau temui, mengapa tidak kau temui saja segera?" tanya Az.
"Kita akan menemui orang itu setelah dari tempat tujuan kita nanti." ucap Alex.
"Kita?" beo Az sambil mengernyit bingung.
"Sebenarnya orang yang menyamar menjadi perawat dan hendak mencelakakan dirimu waktu itu berhasil lepas dari pengawasan anak buahku. Setelah beberapa lama mencari, mereka berhasil menangkap orang yang berhasil menyelamatkan wanita itu." jelas Alex.
"Oh, kalau seperti itu, jika tujuan kita tidak terlalu penting, bisakah kita menemui orang itu dulu?" tanya Az.
"Kalau itu yang nyonya Alex inginkan, maka suamimu ini akan lakukan sesuai keinginan istrinya." ucap Alex berhasil mendapatkan tatapan tajam Az.
"Bisakah kau sedikit normal saat berbicara denganku?" tanya Az kesal.
"Apa yang salah sayang? Aku sangat normal saat ini." tanya Alex.
"Kita tidak memiliki hubungan se-spesial itu. Jangan memanggilku dengan kata sayang." ucap Az.
"Aku hanya ingin mulai membiasakan diri untuk memanggil wanitaku sayang." ucap Alex.
"Aku bukan wanitamu." ucap Az protes.
__ADS_1
"Belum memang. Tapi, akan dan pasti kau akan menjadi wanitaku. Hanya wanitaku." ucap Alex menatap langsung mata Az.
Melihat kesungguhan Alex dari nada bicaranya dan tatapan matanya, Az hanya bisa menghela nafas panjang.
"Terserah kau saja. Tapi, ingin menjadi priaku, ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Yang paling penting adalah aku tidak ingin berbagi milikku. Jika harus berbagi, aku lebih suka menghancurkannya saja." ucap Az.
"Setidaknya di kehidupan ini aku tidak akan membiarkan orang lain memasuki kehidupan asmaraku." lanjut Az hanya dalam hati.
"Untuk syarat yang satu itu, aku secara yakin dapat menjanjikan bahwa tidak ada wanita lain yang akan menjadi pesaing untukmu. Aku sendiri yang akan menyingkirkan mereka untukmu jika ada." ucap Alex dengan yakin.
"Yang kedua?" tanya Alex.
"Aku ingin lihat ketulusan hatimu dulu. Ah, kau harus berhenti memanggil sayang sebelum kau lolos ujian menjadi priaku." ucap Az.
"Sebaiknya kita segera berangkat. Aku sudah tidak sabar ingin tahu siapa dalang di balik penyerangan terhadap diriku itu dan apa motifnya." lanjut Az.
...----------------...
Di lain tempat seorang pemuda tengah serius mengendarai mobil sport miliknya menuju alamat yang orang suruhannya berikan. Setelah beberapa jam mengemudi dia tiba di sebuah tempat terpencil.
Tempat itu masih sangat asri. Diapit oleh bukit sehingga udaranya sejuk. Dia menghentikan kendaraan tepat di belakang kendaraan milik orang suruhannya yang dia utus untuk tetap mengawasi orang yang dia cari.
"Selamat sore tuan." sapa orang suruhannya.
"Di mana wanita itu?" tanya pemuda itu.
__ADS_1
"Di rumah berwarna putih itu tuan." jawab orang itu sambil menunjuk sebuah rumah kecil sederhana dengan taman kecil yang dipenuhi dengan berbagai bunga yang membuatnya terlihat sangat indah.
"Selama ini aku sibuk mencari keberadaanmu dan kau ternyata memilih untuk bersembunyi di tempat yang sangat sederhana dan jauh dari hiruk pikuk kota seperti ini." gumamnya.
"Ambil ini (menyerahkan sebuah amplop) sisa pembayaran juga bonus untukmu sudah ada di sana." ucap pemuda itu.
"Terima kasih banyak tuan. Senang berbisnis dengan anda." ucap orang itu sambil tersenyum.
Matanya tampak berbinar setelah mengintip isi amplop yang pemuda itu berikan padanya. Dia dapat perkirakan jumlahnya lebih banyak bahkan mencapai dua kali lipat dari jumlah yang seharusnya dia dapat.
"Kau boleh pergi." ucap pemuda itu.
"Baik tuan, jika butuh tenaga saya lagi jangan sungkan menghubungi saya." ucap orang itu lalu pergi dari tempat itu setelah mendapat lambaian tangan dari si pemuda.
"Kau sudah tidak bisa pergi lagi setelah ini." ucapnya lalu bergegas berjalan menuju rumah bercat putih tempat orang yang dia cari tinggal selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang main tebak-tebakan lagi nih.
Siapa pemuda itu dan wanita yang dia cari itu siapa hayo?
Ramaikan komentar dong
salam hangat penuh sayang
__ADS_1
Author