Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 118


__ADS_3

Mereka sudah beberapa jam berjalan dan karena sudah siang Alex memutuskan agar mereka beristirahat sejenak mengisi perut mereka.


"Shut jleb." Violetta tiba-tiba melempar belati yang dia bawa beberapa centi melewati kepala seorang prajurit.


"Jangan hanya sibuk meremehkan seseorang kau harus lebih fokus pada keadaan sekitar agar tidak menyusahkan orang lain." ucap Violetta sambil mengambil kembali belati miliknya yang sukses tertancap di kepala seekor ular.


Prajurit itu tertegun melihat apa yang Violetta lakukan. Dia memang tidak menyadari keberadaan ular yang siap menyerang dirinya dari dahan pohon di belakangnya.


Beruntung, wanita cantik yang selalu diam-diam dia dan rekannya remehkan walaupun hanya melalui pandangan meremehkan dan cibiran dalam hati saja itu sigap menyerang ular itu.


"Berhenti menatap istriku. " teguran tegas Alex membuat prajurit itu tersadar dari terkejutannya.


"Ma maaf kapten." ucap prajurit itu.


"Te te rima ka sih nyonya." Ucapnya lagi gagap dan agak canggung.


"Bukan masalah besar." ucap Violetta sambil memakan roti yang Alex serahkan padanya.


"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan karena akan sangat berbahaya kalau kita belum tiba di pos berikutnya saat petang." ucap Alex.


Di tengah-tengah perjalanan Alex dan Violetta saling pandang dan mengangguk seolah saling memberi kode. Akhirnya Alex memberi aba-aba dengan mengangkat telapak tangan lalu menaruh telunjuk di depan bibirnya agar mereka semua berhenti melangkah dan tidak menimbulkan suara sedikitpun.


Ternyata mereka berdua menyadari kehadiran beberapa orang yang entah siapa di dalam hutan itu.


"Cari tempat bersembunyi." ujar Alex pelan.


Violetta mengintip ke arah suara langkah orang itu dan kembali bersembunyi.


"Mereka bersenjata." Ucapnya.


"Apakah mereka bagian dari prajurit yang berjaga?" tanya salah satu prajurit.


"Ini bukan daerah berjaga para penjaga markas. Juga tidak ada laporan kalau akan ada penjaga di kawasan luar." saut Alex.


"Sepertinya mereka sedang mengincar seseorang." ucap salah satu dari mereka setelah melihat gerak gerik orang-orang itu.


"Kalian tetap di tempat." ucap Alex lalu mengendap mengitari tempat persembunyian mereka menuju ke arah orang-orang itu.


"Anda tidak boleh pergi." cegah salah satu prajurit saat melihat Violetta hendak melangkah pergi.

__ADS_1


"Kalian tetap di sini aku harus membantu Alex. " ujar Violetta .


"Jangan gegabah dan menjadi beban." celetuk Salah satu prajurit.


"Berhenti memandang remeh orang dan turuti perintah atasan kalian. Aku bukan prajurit jadi perintah itu tidak berarti untuk aku." Ucap Violetta lalu pergi meninggalkan para prajurit itu.


Karena perintah Alex, mereka tidak boleh melakukan apapun walaupun ingin. Itulah aturan yang harus mereka turuti. Semua perintah atasan tidak boleh dibantah.


Alex terkejut melihat Violetta sudah bersiap menyerang satu dari orang-orang yang mereka intai yang berada agak jauh dari rekannya.


"Mengapa kau tidak diam saja di tempat aman sayang?" gumam pemuda itu dengan raut khawatir.


"Bug..." Violetta memukul tengkuk orang itu lalu segera menangkap tubuhnya agar tidak menimbulkan suara jatuh.


"Aman..." ucap Violetta sambil menyeka keringat di keningnya.


Dia berhasil mengikat erat tubuh orang itu dan menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara saat sadar.


Tubuh ini memang sangat lemah. Hanya menangani satu orang saja aku sudah cukup lelah." gumam Violetta .


"Setidaknya kami memiliki 1 orang untuk dijadikan sumber informasi." gumamnya lagi sembari menatap orang yang masih belum sadarkan diri itu.


Di tempatnya Alex sudah berhasil menumbangkan beberapa orang dengan cara hampir sama dengan Violetta. Menumbangkan anggota yang terpisah.


"Tunggu dulu." seru salah satu dari orang-orang itu yang tersisa 5 dari 12 orang sebelumnya.


"Ada apa bos? " tanya salah satu anggotanya.


"Apakah kalian tidak merasa kalau jumlah kita semakin sedikit?" tanya orang yang disebut bos.


"Benar juga." saut anggotanya dan mereka semua mulai menoleh sekitar dengan waspada.


"Apakah ada serangan dari musuh atau ada binatang buas?" ucap salah satu dari mereka.


"Tetap waspada dan jangan terpencar. Sepertinya kita menjadi target saat ini." ucap si bos.


"Apakah target kita sudah menyadari keberadaan kita dan balik menyerang kita bos?" tanya anggotanya.


"Sepertinya kita harus menggunakan senjata api untuk menangani mereka. " bisik Alex saat tiba di dekat Violetta sambil menyerahkan sebuah pistol pada Violetta .

__ADS_1


"Ya mereka cukup waspada sekarang. " saut Violetta saat melihat orang-orang itu berlindung di balik pohon besar.


"Dor... Akh...." Violetta menembak dan berhasil mengenai lengan salah satu dari lawannya.


"Dor Dor dor...." aksi saling tembak pun tak terelakkan antara mereka.


Setelah cukup lama akhirnya kelompok orang-orang itu kehabisan peluru. Violetta dan Alex juga sama. Dari 5 orang hanya tersisa 3 termasuk si bos karena 2 dari mereka berhasil Violetta dan Alex tumbangkan dengan peluru.


"Heh gadis cantik kenapa bisa tersesat di hutan apakah butuh teman?" ucap si bos melihat Violetta keluar dari persembunyian.


"Buak...." Violetta tanpa basa basi langsung menendang pria itu hingga terjatuh ke tanah.


"Dasar kurang ajar." ucap si bos kesal.


"Kalian sedang menunggu apa lagi? Serang mereka." seru si bos kala Alex berdiri di sebelah Violetta sedangkan anak buahnya masih tercengang melihat seorang gadis imut menyerang bos mereka.


Postur tubuh dan bentuk wajah Violetta tanpa make up memang terlihat seperti gadis remaja.


Akhirnya mereka semua berkelahi dengan tangan kosong. Dalam waktu singkat 3 orang itu berhasil ditumbangkan oleh mereka berdua.


"Sepertinya mereka bukan dari kelompok orang-orang yang sebelumnya menyerang kita." ucap Alex.


"Ya, mereka terlalu lemah jika dibandingkan orang-orang sebelumnya. " saut Violetta .


"Kita akan tahu setelah bertanya pada mereka." ucap Alex.


Para prajurit baru yang sudah keluar dari persembunyian hanya mampu melongo. Mereka melihat aksi Violetta dari tempat mereka bersembunyi.


Sebenarnya mereka cukup mampu untuk mengatasi kelompok itu. Tapi, karena Alex curiga mereka kelompok Profesional yang sama dengan orang-orang yang sebelumnya berurusan dengan kelompoknya, Alex ragu membiarkan anggota baru yang belum pernah bertarung secara nyata dengan musuh itu untuk maju.


"Tidak cukup waktu untuk sampai di pos berikutnya. Sebaiknya kita cari tempat yang cocok untuk beristirahat dan mengintrogasi mereka. " putus Alex.


Mereka akhirnya mendirikan tenda di dalam hutan setelah menemukan permukaan datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda.


Sedangkan untuk 4 orang yang mereka tangkap, sudah terikat dengan aman di batang pohon dekat tenda mereka.


"Apakah mereka sudah buka suara?" tanya Alex pada salah satu prajurit yang dia beri tugas mencari informasi dari 4 orang itu.


"Mereka masih bungkam kapten." saut si prajurit.

__ADS_1


"Biar aku saja yang mencoba." ucap Violetta .


__ADS_2