
Az sedang duduk termenung menghadap jendela kamar yang menampakkan pemandangan taman malam hari. Dia sesekali menghela napas karena sudah merasa jenuh setiap hari hanya berada di dalam kamar.
"Mengapa kau menghela nafas panjang seperti itu?" suara Alex yang tiba-tiba muncul tanpa Az sadari kedatangannya membuat Az cukup terkejut.
"Tidak bisakah kau muncul dengan normal?" tanya balik Az sambil melirik kesal ke arah pemuda itu.
"Bisa-bisanya aku tidak menyadari kedatangannya. Apakah pria ini mayat hidup sehingga tidak memancarkan aura apapun yang dapat menjadi penanda kehadirannya?" batin Az yang masih kesal.
"Maaf, aku masih belum terbiasa dengan kehadiran orang lain di kamarku sehingga aku masuk tanpa permisi." ucap Alex membuat Az mengerutkan dahinya.
"Kamarmu?" tanya Az memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh pemuda di depannya itu.
"Jika ini kamarmu, mengapa kau berikan padaku untuk aku tempati? Bukankah kediaman ini memiliki banyak ruang untuk aku tempati?" tanya Az.
"Bukankah akan aneh bagi orang lain jika orang yang mereka yakini sebagai istriku menempati kamar lain?" tanya Alex balik.
"Ini yang dari awal aku ingin tanyakan padamu. Mengapa kau mengakui aku sebagai istrimu di depan banyak orang?" tanya Az sambil menatap penuh selidik ke arah Alex.
"Jika bukan sebagai suami, apakah aku bisa menandatangani surat persetujuan tindakan di rumah sakit terhadapmu? Sementara itu, keluargamu tidak ada yang bisa aku hubungi." jawab Alex.
"Untuk orang di kediaman ini, aku tidak mungkin mengaku membawa wanita yang tidak memiliki hubungan dengan aku ke dalam kediaman ini sedangkan keluargaku sekalipun tidak ada yang aku ijinkan untuk menginjakkan kaki di tempat ini." tambahnya.
Mendengar jawaban dari Axel, Az merasa tidak ada salahnya untuk dia ikut berbohong tentang status mereka. Mengingat dia sudah berhutang budi kepada pemuda itu. Sebenarnya Az penasaran dengan pengakuan Axel tentang keluarganya yang tidak memiliki ijin untuk menginjakkan kaki di tempat itu tapi, dia agak sungkan untuk bertanya.
Mengingat bukan hal yang wajar dia ikut campur urusan pribadi pemuda yang tidak memiliki hubungan khusus dengan dirinya itu.
"Mengenai bagaimana hubunganku dengan keluargaku dan mengapa bisa seperti itu, aku akan menceritakan semua padamu nanti. Saat waktunya tepat aku akan menceritakan semua padamu nanti." ucap Alex tiba-tiba seolah tau isi hati Az.
"Mengapa aku harus tahu apa yang terjadi padamu dan keluargamu? Itu bukan urusanku dan bukan ranahku untuk ikut campur." ucap Az protes.
"Sebagai calon nyonya kediaman ini tentu aku harus jujur tentang apapun yang terjadi padaku bukan?" tanya Alex balik penuh percaya diri.
__ADS_1
"Siapa calon nyonyamu huh?" tanya Az ketus.
"Kau." jawab Alex sambil menatap lurus mata bulat Az.
"Aku bukan....
"Tidak ada alasan. Hanya kau yang akan menjadi nyonya satu-satunya kediaman ini sekarang dan selamanya." ucap Alex.
"Sudah saatnya kau harus makan malam karena kau harus meminum obatmu. Aku akan mengambil makanan dan obat untukmu." ucap Alex lagi sambil melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
Alex lalu pergi dari ruangan itu membuat Az tidak bisa lagi protes tentang apapun yang dia sebutkan sebelumnya.
"Huft, terserah dia mau apa. Toh tidak akan rugi apapun jika orang-orang itu menganggap aku istrinya." gumam Az.
Tidak lama setelah itu bibi Meg datang membawa makanan untuk Az. Tidak ada lagi sosok Alex yang katanya tadi akan membawa makanan itu sendiri untuk Az.
"Makan malam anda nyonya muda." ucap bibi Meg.
"Tidak masalah, lebih baik jika dia tidak hadir dan merusak selera makanku." gumam Az.
"Anda mengatakan sesuatu nyonya muda?" tanya bibi Meg yang mendengar samar-samar gumaman Az.
"Bukan apa-apa." ucap Az lalu segeramenyantap menu makan malamnya.
"Apakah ini sungguh hasil masakan tuanmu?" tanya Az tidak percaya.
Pasalnya, semua makanan yang ada di meja yang sudah dia makan itu terasa sangat lezat. Seperti masakan seorang ahli masak.
"Betul nyonya muda. Tuan muda sendiri yang mengolah semua bahan dan memasaknya. Kami tidak diijinkan mendekat selama tuan muda memasak untuk anda." jawab bibi Meg.
"Apakah profesi lain dia adalah seorang koki?" tanya Az.
__ADS_1
"Justru bibi baru kali ini melihat tuan muda memasak. Tuan sepertinya ah bukan sepertinya tapi pasti sangat menyayangi anda nyonya muda. Lihat saja segala perhatian yang dia berikan untuk anda. Selama ini tuan sangat jarang berada di rumah tapi, setelah nyonya muda ada di sini, tuan muda bahkan rela membawa pekerjaannya ke sini." jelas bibi Meg sambil tersenyum.
Az kehilangan kata-kata mendengar ucapan bibi Meg.
"Apakah yang dialakukan itu tulus atau ada tujuan lainnya dari semua itu?" gumam Az.
"Anda mengatakan sesuatu nyonya muda?" tanya bibi Meg yang kembali mendengar samar-samar gumaman Az.
"Tidak." jawab Az.
"Tajam juga pendengaran wanita ini." batin Az.
Az segera meminum obatnya dan setelah itu bibi Meg segera keluar membawa piring sisa makan Az.
"Apakah kakek baik-baik saja di sana." gumam Az mengkhawatirkan kakeknya.
"Aku ingin menghubungi kakek tapi, aku masih belum yakin dengan tujuan pemuda bernama Alex itu. Aku takut kakek akan celaka karena aku nantinya." gumam Az lagi.
Akhirnya Az memutuskan untuk memejamkan matanya setelah cukup bosan dengan pemikirannya. Dia berusaha untuk menyingkirkan pikiran buruk agar kondisinya segera pulih kembali.
Dengan begitu, dia jadi segera bisa memeriksa keadaan kakeknya sendiri.
Di tempat lain Alex sedang berjalan dengan terburu-buru menuju sebuah ruangan di dalam sebuah gedung yang terlihat kosong dari luar. Beberapa orang tengah menunggu dia dengan wajah cemas.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan seorang tawanan yang sudah sangat lemah?" tanya Alex kesal.
"Kami juga tidak tahu bagaimana caranya dia bisa menghilang dari ruangan itu bos. Semua CCTV yang ada tiba-tiba tidak berfungsi selama kurang lebih 10 menit lalu kembali normal." jawab anak buahnya itu.
"Selidiki keberadaan wanita itu dan siapa yang sudah berhasil menyelamatkan dia. Aku mau secepatnya mendapatkan informasi terkait wanita itu." ucap Alex lalusegera pergi dari tempat itu.
Alex merasa tidak baik untuk jauh dari Az selama keberadaan wanita yang hendak mencelakakan Az dan orang dibalik semua itu belum ditemukan. Berhasil menemukan dan menyelamatkan orang dari orang-orang kepercayaannya berarti orang itu sangat harus diwaspadai.
__ADS_1
Alex tidak butuh alasan lagi dari anak buahnya. yang terpenting adalah berada di sisi Az dan melindunginya.