Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
BAB 9


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Iren langsung masuk ke dalam kamarnya karena merasa sangat lelah. Dia tidak mengeluarkan ponselnya yang dia simpan di dalam tas. Dia langsung bergegas untuk mandi dan mengganti bajunya. Iren langsung berbaring di ranjangnya tanpa melihat ponselnya sama sekali, padahal Rudi beberapa kali menghubunginya.


Disisi lain, Rudi tidak bisa tidur memikirkan kenapa Iren tidak menjawab telepon darinya. Rudi khawatir jika Widi sudah memberitahu kebenaran dirinya pada Iren, dan Iren akan menjauh darinya. Rudi merasa sangat gelisah sehingga dia sama sekali tidak tidur.


Keesokan harinya. Senin, 12 Maret.


Iren bangun pukul 5 pagi dan baru sadar kalau ponselnya tidak ada didekatnya. Iren kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Dia terkejut ada 20 panggilan tidak terjawab dari Rudi, bahkan Rudi masih menghubunginya hingga pukul 4 pagi. Dia kemudian mengirimkan pesan pada Rudi.


“Maaf mas, aku langsung tidur setelah mandi semalam. Aku lupa keluarin ponselku di tas.” tulis Iren merasa tidak enak pada Rudi yang tidak tidur karenanya.


Iren kemudian bergegas untuk bersiap-siap karena hari itu adalah hari Senin. Setelah ia sudah siap, Iren berjalan menuju meja makan untuk sarapan sebelum ke sekolah, karena ia akan upacara dan mendengar pidato Pak Erlan yang sangat lama, jadi dia harus punya banyak tenaga untuk berdiri nanti di lapangan sekolah.


Iren yang sementara makan ditemani Ibu Nadia, tiba-tiba bel rumah berbunyi.


“Siapa yang bertamu sepagi ini bu?” tanya Iren bingung.


“Ibu enggak tahu nak, kamu makan saja. Biar ibu yang buka pintu.” Kata Ibu Nadia, berjalan menuju pintu.

__ADS_1


~


“Assalamualaikum bu. Iren mana?” tanya Rudi merasa cemas.


“Waalaikumsalam. Ada nak, dia lagi sarapan di dalam, masuk saja dulu.” ajak Ibu Nadia.


Rudi pun masuk dan menghampiri Iren di meja makan.


“Sarapan dulu nak Rudi. Ibu mau ke kamar dulu, ada telpon dari ayahnya Iren.” kata Ibu Nadia mempersilahkan Rudi dan berjalan menuju kamarnya.


“Kamu kenapa enggak angkat telepon aku? tanya Rudi menatap Iren dengan pandangan serius.


“Aku enggak buka ponselku, aku enggak suka kamu enggak ngabarin aku gitu yah. Gara-gara kamu, aku enggak tidur sampai sekarang.” ucap Rudi panjang lebar.


“Mas Rudi kenapa sih? Aku kan sudah bilang, aku langsung tidur karena aku capek banget mas.” ucap Iren sinis pada Rudi karena menganggap Rudi sangat berlebihan.


“Kamu biar aku yang antar ke sekolah!” tegas Rudi.

__ADS_1


Iren hanya terdiam karena merasa sangat terkejut dengan yang dilakukan Rudi yang tiba-tiba datang ke rumahnya sangat pagi, hanya karena Iren tidak menjawab telepon darinya. Iren merasa Rudi sangat berlebihan dalam menyikapi sesuatu, padahal mereka baru berpacaran 3 hari. Tetapi, tetap saja walau batinnya merasa ada yang aneh pada sifat Rudi, Iren tidak memikirnya terlalu lama karena dibutakan oleh karisma dari Rudi dan cara Rudi bersikap manis pada dirinya.


Terlebih lagi, Rudi adalah cinta pertamanya. Dia tidak memikirkan terlalu jauh, dan menganggap itu adalah hal biasa jika sesorang sangat mencintai kekasihnya.


***


Curhatan author..


Aduhhh Iren.. Terlalu lugu atau bodoh itu bedanya tipis. Tidak ingin berpikir kenapa Rudi diawal hubungan sudah memperlihatkan sikap posesif dan mengekangnya.


Masih tetapi dia pikir cintaaaaa.. Yaampun:'(


Tetap setia untuk baca yah readers.. Bantu like dan votenya jugaa huhuhu biar authors semangat nulisnya.


Komen juga yaa saran untuk authors.. Saran kalian adalah hal yang membuat authors termotivasi untuk menulis lebih giat.


Gabung grup authors jugaa. Biar bisa jadiii temann.

__ADS_1


With love 💜😊


__ADS_2