Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Terungkap rahasia pria misterius


__ADS_3

"Apa dia orang suruhan Tio?"gumam pria itu menyetir mobilnya. "Aku harus merubah strategi!"lanjutnya.


Sementara Arina berucap pelan penuh kekesalan, "Keras kepala banget tuh orang!"


Arina pun pulang ke rumah membersihkan diri, menenangkan otak dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Urusan orang kaya memang ribet!"gumamnya.Ia pun menikmati waktu istirahat dengan menonton drama di temani salad buah. Asyik menonton drama, terdengar suara ketukan daun pintu."Siapa lagi yang bertamu jam segini,"ungkapnya kesal melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah sebelas malam, biasanya yang akan membukakan pintu Rara tapi karena dia pulang kampung selama dua bulan terpaksa Arina sendiri dan membukakan.


"Cari siapa ya?"tanya Arina.


"Apa benar ini alamat Nona Arina Putri?"


"Iya benar,ada apa?"


"Ada kiriman untuk Nona!"


Arina mengernyitkan keningnya bingung,"Baiklah saya terima!"


Kurir tersebut memberikan Arina paket dan meminta foto sebagai tanda bukti.


"Terima kasih,Nona!"ucap kurir dan pergi.


Arina masuk ke dalam,ia melihat paket tersebut secara seksama sebelum membukanya. "Apa ini kiriman pria itu?"batinnya. Ia mencampakkannya dan menjauhinya. Ia sengaja tidak membuka paket tersebut hingga suara deringan telepon mengejutkannya."Pria aneh?"ucapnya lirih. Ia pun mengangkat panggilan dari pria itu.


"Apa kamu sudah terima paket dari ku?"


"Oh,jadi kamu yang kirim paket itu. Kamu ingin meneror ku juga?"tanya Arina menuduh.


"Kamu sudah buka atau belum?"


"Aku tak mau membukanya,kamu ingin menakuti ku dengan kiriman paket gak jelas begitu!"ungkapnya kesal.


"Hei ,siapa pula yang ingin meneror mu?"sahut pria itu jengkel.


"Kamu 'kan suka meneror !"


"Jaga bicaramu,aku tak mau meneror jika tidak punya masalah dengan ku!"


"Berarti kamu punya masalah denganku , buktinya paket ini sampai di sini!"


"Arina Putri ,aku tidak meneror mu !"


"Jadi ?"


"Kamu lihat dulu isi paket itu sebelum menuduh aku !"jawabnya dengan kesal dan menutup teleponnya.


"Kenapa jadi dia yang sewot?"ucap Arina memandangi gawainya. Arina pun membuka paket tersebut,ia terkejut . Pria itu mengirimkan sebuah gaun malam dan undangan makan malam. "Dasar pria aneh, kenapa dia tidak bilang dari tadi kalau mau mengajak makan malam?"gumamnya. Arina pun mengirimkan pesan bahwa ia akan menghadiri undangan makan malam.


...****************...


Hari ini Mayang dan Wisnu akan berbulan madu selama sebulan ke luar negeri.


"Sayang,ayo cepat nanti kita ketinggalan pesawat!"teriak Wisnu.


Mayang pun segera menghampiri Wisnu,"Aku sudah siap,ayo kita berangkat sayang!"


"Kita belum berpamitan dengan ayah ibu,"ucap Wisnu.

__ADS_1


"Tidak perlu,ayah ibu lagi di rumah kak Tio mereka juga sudah tau kita akan berangkat!"jelas Mayang.


"Baiklah,kalau begitu."


Mayang dan Wisnu pun pergi ke bandara tanpa ditemani keluarga. Mayang memang tidak mau keluarganya mengantar mereka, takut terjadi hal buruk dengan kakak iparnya dan keponakannya. Ia akan menelepon keluarganya sesampainya di sana.


Lain tempat di rumah Tio,"Mayang dan Wisnu hari ini jadi berangkat?"tanya Sarah pada orang tua angkat suaminya.


"Mereka sudah berangkat,nanti mereka akan menelepon jika sudah sampai!"ucap Ibu Lena yang menggendong Rangga.


"Kenapa kita tidak mengantarkan mereka?"tanya Sarah pada Tio.


"Mereka tidak mau merepotkan kita!"jawab Tio menoel hidung Sarah."Kamu mandi sana?"perintah Tio.


"Mandi bareng yuk!"bisik Sarah di telinga suaminya.


Ia melirik orang tuanya Mayang dan anaknya,"Jangan memancingku di tengah keramaian!"balas suaminya berbisik.


"Sepertinya Rangga buang air kecil,"ucap Ibu Lena menghentikan pembicaraan Sarah dan Tio.


Sarah pun mengambil Rangga dari gendongan ibu Mayang lalu menggantikan popoknya selesai mengantikan ia berkata,"Rangga udah ganti popok,siapa yang mau gendong aku?"tanya Sarah menatap bayi mungilnya dan menciumnya.


"Biar Eyang yang menggendongnya,"ucap Ryan menyebutkan panggilannya.


Rangga pun di gendong Ryan hingga tertidur pulas di pangkuannya.


"Malah tidur, enak ya di pangkuan eyang,"ucap Tio menoel pipi mulus Rangga.


Karena Rangga tidur,Ryan pun menyerahkannya pada Sarah kemudian membawanya ke dalam kamar. Sarah pergi ke kamar dan Lena ke dapur, Ryan mengajak Tio mengobrol di balkon atas.


"Apa dia meneror mu lagi?"tanya Ryan.


"Apa kamu tidak berniat melaporkannya kepada pihak berwajib?"tanya Ryan.


"Aku tidak mau gegabah, Yah!"jawab Tio. "Teror yang dikirimkan pun tidak terlalu menakutkan, peneror cuma ingin aku mengingat dengan benda-benda yang dikirimkan itu,"lanjutnya.


"Apa kamu sedikit pun tidak tahu dari teka-teki dari peneror itu?"


Tio menggelengkan kepalanya.


Malam pun tiba, orang tua Mayang pun pulang dan Arina sendiri pun bersiap untuk menghadiri undangan makan malam dengan pria aneh.


"Aku berharap,dia mengatakan alasannya mengirimkan paket teror itu kepada keluarga bos!"batin Arina. Ia menggunakan gaun pemberian pria itu dan mengendarai mobil tua pemberian ayahnya saat ia kuliah. Arina memasuki restoran yang menjadi tempat mereka bertemu.


Seorang pelayan wanita menghampirinya,"Nona Arina!"


"Iya ,saya Arina!"


"Anda sudah di tunggu,mari saya antar!"ucap pelayan wanita itu.


Arina mengikuti pelayan wanita itu di sebuah balkon restoran,di situ hanya ada satu meja dan dua kursi penuh dengan lilin kecil ,"Seperti acara lamaran saja!"batinnya.


Pria aneh masih menatap langit malam tanpa menoleh Arina yang sudah datang.


"Apa kamu akan terus begitu?"tanya Arina membuka percakapan.


Pria itu membalikkan tubuhnya dan sejenak menatap Arina yang begitu anggun dan cantik.

__ADS_1


"Apa aku bisa duduk?"tanya Arina kembali membuyarkan lamunannya.


"Oh, silahkan!"jawab pria itu sedikit gugup.


"Tumben, tiba-tiba kamu mengajak aku makan? apalagi pakai suasana begini?"tanya Arina tanpa basa-basi.


"Aku hanya ingin berteman denganmu,"ungkap pria itu.


Arina tertawa sinis dan berkata,"Pertemuan kita tidak baik,kamu datang sebagai peneror keluarga atasanku. Mana mungkin tiba-tiba kamu mengajak ku berteman."


"Aku akui awal pertemuan kita tidak baik,"ujar pria itu menyedot jus jeruk.


"Lalu? kamu ingin mengajakku bekerja sama seperti drama di televisi,"sahut Arina.


"Kebanyakan nonton drama,"ucap pria itu tersenyum tipis.


"Hidupmu pun terlalu banyak drama!"ungkap Arina.


"Hei,Nona ! aku mengundangmu bukan untuk berdebat,"ucap pria itu kesal.


"Lalu? sampai hari ini saja ,aku tidak tahu siapa namamu ?"ucap Arina memotong daging steak lalu memakannya.


"Baiklah,aku memang belum memberi tahu siapa namaku,"jelas pria itu."Namaku Reno Hadinata Kusuma,"lanjutnya.


"Apa?"Arina terkejut hingga menutupi kedua mulutnya dengan telapak tangannya."Jadi kamu pesaing perusahaan Jaya Grup?"tanyanya.


Reno tidak membalas dan hanya tersenyum tipis.


"Kamu meneror mereka hanya karena persaingan di dunia bisnis?"tanya Arina tidak percaya.


"Kamu pikir aku selicik itu, menghadapi persaingan dengan cara yang tidak sehat!"ujar Reno.


"Lalu untuk apa kamu menerornya?"tanya Arina begitu penasaran.


"Itu bukan urusanmu!"ucap Reno dingin.


"Jelas ini urusanku,kamu meneror mereka imbasnya pada diriku yang kebetulan saat di rumah sakit kamu ada di situ. Apa kamu mantan kekasih dari nona Sarah?"ucap Arina asal menebak


"Gak usah ngawur! Habiskan makananmu,aku akan mengantarmu."


"Aku bisa pulang sendiri!"


"Ini sudah malam,"ucap Reno.


"Aku membawa mobil jadi untuk apa kamu mengantar ku?"


"Mobil burukmu itu akan di bawa pengawalku!"


"Jangan hina mobil ku,itu barang berharga yang di beri ayahku!"ucap Arina menyebikkan bibirnya.


"Baiklah,aku tidak akan menghinanya!"


"Menyebalkan sekali dirimu!"ujar Arina memanyunkan bibirnya.


Reno tersenyum tipis melihat Arina cemberut lalu berkata,"Kamu cemberut begitu manis sekali!"


"Memangnya aku permen!"

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote..


__ADS_2