Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Hari bahagia Mayang dan Wisnu


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Mayang dan Wisnu seluruh keluarga terlihat bahagia terutama Mayang dan Wisnu.


"Waah, megah banget pestanya Mayang!"ucap Sarah lirih di dekat telinga suaminya.


Tio menatap Sarah dengan sendu,"Maafkan! aku ya?"


"Maaf untuk apa ,Mas?"


"Maaf, aku tidak bisa memberikan resepsi pernikahan mewah untukmu!"


Sarah tersenyum memandang wajah suaminya,"Aku tidak masalah dengan itu, sekarang aku udah bahagia sama kamu!"


"Makin cinta deh sama kamu!"ucap Tio menoel hidung istrinya.


"Mas ! itu Tari dan kedua orang tua mu!"Sarah menunjuk keluarga Tio.


"Kami tidak terlambat kan,Nak?"tanya papa Hendra.


"Tidak,Pah!"jawab Tio.


Panggilan dari pemandu acara bahwa akad nikah segera dimulai. Seluruh keluarga sudah hadir dan menduduki kursi tamu.


"Saya terima nikahnya Mayang Lerian Wulandari binti Ryansyah Modi dengan mas kawinnya 50 gram emas dibayar tunai!"ucap Wisnu lantang.


"Sahhhh!" ucap serempak seluruh tamu.


Acara akad selesai para tamu menikmati hidangan dan hari ini juga resepsi pernikahan . Para tamu undangan dari rekan kerja, sahabat,teman dan saudara mulai berdatangan memberikan ucapan selamat kepada Mayang dan Wisnu.


"Kak Seno!" panggil Tari.


Seno menoleh,"Nona!"


"Kita foto dengan Mayang,yuk!"ajak Tari.


"Nona , tidak usah!"tolak Seno.


"Ayo dong ! kak Sarah dan kak Tio mereka sudah berfoto, sekarang giliran kita!"Tari menarik tangan Seno.


Mereka pun berfoto bersama dengan keluarga lainnya. Selesai berfoto kembali menyapa para tamu undangan dan menikmati hidangan. Seno melihat kedatangan Arina seorang diri,"Arina !"panggilnya.


Arina membalikkan tubuhnya,"Tuan !"


"Kamu dengan siapa?"Seno melihat kanan kiri.


"Saya sendirian,tadi kebetulan di depan bertemu dengan teman juga!"


"Oh ! ayo kita kesana!"ucap Seno menunjuk meja hidangan.


"Boleh,Tuan!"ucap Arina tersenyum.


Tari yang melihatnya begitu kesal dan cemburu."Selalu saja dia!"batinnya.


"Tari ! "panggil Sarah. "Kenapa melamun aja?"


"Tidak, Kak! aku tidak melamun. Ayo kita nikmati semua makanan di sini!"ucap Tari memegang lengan tangan kakak iparnya.


"Jangan sampai tau Kakakmu!"bisik Sarah.


"Tenang aja ,Kak!"ucap Tari. Mereka berdua tertawa bersama.


Sementara itu Mayang dan Wisnu sibuk menyalami dan berswafoto dengan para tamu."Aku lelah banget!"ucap Mayang.


"Maklum, tamu kita kan banyak!"


"Sepertinya malam pertama,kita tunda aja!"ucap Mayang berbisik ditelinga Wisnu ia berusaha menggoda suaminya.


Wisnu menatap tajam istrinya dan sang istri tersenyum menampakkan gigi putihnya."Aku bercanda,sayang!"bisik Mayang.


Malam yang ditunggu Wisnu tiba juga."Aku mandi dulu ya,gerah banget!"ucap Mayang.Selesai Mayang mandi disusul oleh Wisnu. Sangking lelahnya Mayang pun tertidur.


"Dia malah tidur!"gumam Wisnu,ia pun mendekati istrinya dan berusaha membangunkannya dengan menyusuri seluruh lekuk tubuh istrinya.


Mayang mulai berdesah dan terbangun karena ulah suaminya, akhirnya mereka melakukan di saat hujan turun.

__ADS_1


...****************...


"Mas,ayo bangun!"Sarah menepuk pelan pipi suaminya.


"Ntar lagi,sayang!" ucap Tio yang masih mengantuk.


"Kamu itu ya, seperti abis nikah aja. Malas malasan !"


"Ya gak apa-apa dong,sayang! aku kan bosnya!"ucap Tio santai.


"Bos itu harus mencontoh yang baik!" Sarah menasehati suaminya.


"Iya,istriku yang cantik!"


"Aku akan buatkan sarapan untukmu!"


Di lain tempat, Mayang terbangun dan merasakan tubuhnya pegal ia melihat suaminya masih tertidur dengan pulas. Ia berusaha bangkit dan turun tapi dirinya sulit berjalan. Ia menggoyangkan tubuh Wisnu."Bangun dong,aku mau ke kamar mandi!"


Wisnu hanya menggeliat,"Pergi aja sana!"ucapnya dengan mata masih tertutup.


"Tapi,aku gak bisa jalan ini sakit!"


Mendengar kata 'sakit' Wisnu terbangun dan duduk disamping istrinya,"Mana yang sakit!"


Mayang menunjukkan bagian bawah tubuhnya.


"Ya sudah, tunggu sebentar!"Wisnu pun turun dari ranjang dan menggendong tubuh istrinya ia bawa kedalam kamar mandi.


"Pelan-pelan dong, ngangkatnya!"ucap Mayang.


"Kamu berat banget!"ucap Wisnu mengejek.


"Apa ! kamu bilang aku berat!"ucap Mayang memukul dada suaminya. "Turunkan aku aja sekarang!"perintah Mayang.


"Aku bercanda ! kamu mau aku mandikan juga?"tanya. Wisnu.


"Gak usah! ntar kamu ajak lanjut lagi !"ucap Mayang mendorong tubuh Wisnu keluar kamar mandi.


Sembari menunggu Mayang mandi,Wisnu memainkan gawainya. Tak lama berselang Mayang keluar dengan tubuh dibalut handuk dan rambut dibungkus handuk.


"Sayang ! udah deh nanti malam aja kita lanjutkan lagi!"ucap Mayang


"Kamu janji ya!"


"Cepatlah mandi, keluarga yang lain sudah menunggu kita!"


"Oke,sayangku!"ucap Wisnu mencium pipi istrinya.


Keluarga lain sudah menunggu direstoran hotel tempat mereka menginap,tak lama Wisnu dan Mayang pun datang.


"Lama banget sih. Kalian, apa gak tau kami lapar!"ucap Tio.


"Kakak ini,kayak tak pernah aja!"ucap Mayang mengerucutkan bibirnya.


Mereka pun menikmati sarapan pagi bersama termasuk Seno yang disuruh datang agar bisa sarapan pagi bersama.


...****************...


"Mas !" panggil Sarah.


"Ada apa?"ucap Tio memakai kemeja kerjanya.


"Aku mau jalan-jalan!"ucap Sarah.


"Tumben, biasanya tak mau diajak jalan-jalan!"


"Aku kangen dengan adikku disana!"ucap Sarah menundukkan kepalanya.


"Nanti ya ,jika usia kandunganmu enam bulan."


"Kamu,janji kita kesana kan?"tanya Sarah.


"Aku janji !"

__ADS_1


"Papa ikut juga ya!"


"Iya ,papa ikut juga!"ujar Tio tersenyum.


"Makasih ya,sayang!"


Aktivitas kantor kembali di mulai, hari ini adalah awal pekan membuat semua sibuk terutama Seno yang kemarin pekerjaannya sempat tertunda karena membantu persiapan pernikahan nona Mayang yang tak lain adalah adik kandung atasannya.


"Pagi,Tuan!" sapa Arina tersenyum manis.


"Tumben sekali,kamu menyapa saya!"


"Ya, tidak apa-apa 'kan Tuan,jika ada karyawan yang ramah!"


"Ya ,tidak apa-apa sih. Tapi saya kok jadi curiga ya!"


"Tuan,bisa aja!"ucapnya tersenyum.


"Cepat katakan ! apa maunya?" tanya Seno.


"Saya bisa izin libur sehari saja!"


"Untuk apa?"


"Ibu saya sakit dikampung."Arina menundukkan kepalanya.


"Sakit?"


"Baiklah, kamu saya berikan izin dan saya akan beri tahu juga kepada Bos Tio!"ucap Seno.


"Terima kasih,Tuan!" Arina memegang tangan Seno karena bahagianya.


Tari yang akan memberikan laporan tak sengaja melihat Arina memegang tangan Seno,"Maaf ! mengganggu,saya ingin memberikan laporan ini !"ia menyodorkan beberapa berkas kemudian berlalu sebelum sempat Seno menjawabnya.


Seno yang melihat tangannya digenggam Arina segera melepaskannya.


"Maaf,Tuan! "ucap Arina.


Seno berlalu meninggalkan Arina. Dia pun berjalan keruangan Tio,"Arina meminta izin libur sehari!"


"Alasannya?"


"Ibunya sakit!"


"Kamu,sudah berikan dia izin?"


"Sudah,Tuan!"ucap Seno. Ia pun menyodorkan beberapa berkas kepada Tio,"Ini ada beberapa berkas yang harus diperiksa dan ditandatangani, Tuan!"


"Letakkan,di situ saja!"Tio menunjuk kearah meja. Seno pun meletakkannya.


...****************...


Hari keempat setelah resmi menjadi suami istri, Mayang dan Wisnu memutuskan tinggal kerumah baru. Selain itu, Mayang juga memutuskan tidak melanjutkan sekolahnya lagi diluar negeri ia akan tetap melanjutkannya di dalam negeri.


"Apa perlu kita ganti warna catnya?"ujar Mayang.


"Aku tergantung kamu,jika kamu ingin menggantinya!"


"Warna catnya terlalu gelap, kita ganti aja ya!"ucapnya sekali lagi agar bisa mendapatkan dukungan dari suaminya.


"Ya sudah,jika memang mau di ganti!" rumah ini mereka beli dua bulan yang lalu jadi belum sempat untuk direnovasi.


"Besok ,kita akan merenovasinya!"ucap Mayang semangat.


Di kantor Arina sudah kembali,ia kembali beraktivitas.


Ia berpapasan dengan Tari di depan lobi kantor tetapi Tari nampak cuek .Arina berusaha menyamakan langkahnya tapi terhenti oleh panggilan seseorang.


"Arina,apa kabar?sapa seorang pria.


Tari berusaha menghindari Arina dan Seno,ia tidak mau menambah sakit hatinya . Dia tidak mau berlama-lama berada didekat dua orang tersebut,"Kak Seno, ini berkas laporan kemarin!"ucap Tari tanpa tersenyum.


"Baik,Nona!" ucap Seno.

__ADS_1


Tari pun membalikkan tubuhnya tanpa berkata apa-apa lagi. Dia berjanji akan menutup pintu hatinya untuk Seno,ia tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain.


__ADS_2