
Reno selalu saja kepikiran dengan gadis yang ia temui di supermarket. Tak sengaja hari ini,ia pun berjumpa dengan dia tepatnya di perempatan jalan. Gadis itu mengendarai sepeda motor ia menaikan kaca helmnya hingga terlihat jelas wajahnya,ia menoleh ke arah kiri dan tersenyum menyapa Reno yang membuka kaca mobilnya.
Dua hari kemudian,Reno juga berjumpa dengannya dia waktu dan tempat yang sama. Akhirnya hari ketiga ia melakukan hal yang sama. Namun,naas baginya belum sampai di perempatan jalan yang di lalui Mira,pria itu malah menabrak sebuah mobil yang melaju pelan di depannya. Beruntung,Reno tidak mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Wanita itu pun turun dengan wajah kesal.
Ia memukul kaca mobil Reno,"Keluar!"teriaknya.
Reno pun keluar dari dalam mobil,"Maaf, Nona. Saya tidak sengaja!"mohonnya.
"Enak saja bilang tidak sengaja,anda harus mengganti biaya perbaikan mobil ini,"ucap wanita itu menunjukan bagian mobil yang rusak.
"Baiklah,saya akan menggantinya,"Reno mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompet.
"Aku tak butuh kartu namamu ,Tuan. Mobilku ini butuh diperbaiki segera,"ujarnya kesal.
"Kamu pegang kartu nama dan ini ada uang,jika kurang anda bisa menghubungi saya,"ujar Reno menyerahkan 10 lembar uang berwarna merah.
"Ini mana cukup,Tuan!"protesnya melihat beberapa lembar uang itu di tangannya.
"Di dompet cuma segitu,saya janji akan tanggung jawab,"jelas Reno.
"Tapi ini bukan kartu nama orang lain?"tuduhnya memegang kartunya tanpa melihatnya.
"Astaga,Nona. Untuk apa saya membohongi anda?"
"Baiklah, aku percaya,"wanita itu lalu melihat nama yang tertera di kartu tersebut kemudian ia mendongak menatap Reno dan tersenyum kaku.
"Ada yang salah?"
"Saya kembalikan saja ,Tuan!"ia menarik tangan Reno kemudian memberinya kartu nama dan uangnya kembali
"Mengapa,Nona?"tanya Reno bingung.
"Masalah ini tidak akan saya teruskan,"ucapnya gugup.
"Saya bersalah,Nona. Mobil anda rusak karena kelalaian saya,"ucap Reno merasa bersalah.
"Tidak apa-apa,Tuan. Ini tidak terlalu parah,"ucapnya."Saya permisi,Tuan!"lanjutnya kemudian masuk ke dalam mobil.
"Aneh ! Tadi maksa minta ganti rugi sekarang malah menolak,"ucap Reno .
Ia pun buru-buru masuk ke dalam mobil, agar bisa bertemu kembali dengan wanita yang kemarin. Tetapi ia tak berjumpa dengan wanita itu.
Di kantor ia selalu melamun memikirkan wanita yang bernama Mira. Rasanya ia ingin mengenal lebih dekat wanita itu.
Suara ketukan pintu terdengar, sekretarisnya mengatakan bahwa hari ini ada rapat dengan PT Lerian Modi .Reno pun mengiyakan laporan salah satu pegawainya itu. Ia pun berangkat ke perusahaan di mana pemiliknya adalah ayah angkat Tio dan wakil CEO adalah menantunya.
Sesampainya di sana,Reno menemui Wisnu yang sudah menunggu tak terkecuali sekretaris istrinya Wisnu. Pria itu menatap karyawan Wisnu seperti mengenalnya. Agnes berusaha mengalihkan pandangannya agar tidak bertatapan dengan pria yang tadi pagi membuat mobilnya sedikit mengalami kerusakan.
__ADS_1
Wisnu menjelaskan semua tentang kerja sama mereka. Hari ini Mayang tidak ikut rapat karena mengalami ngidam.
"Bagaimana?"tanya Wisnu.
"Saya menyanggupinya,"jawab Reno.
"Kalau begitu besok kita akan cek lokasinya,"ujar Wisnu.
"Baiklah,"sahut Reno. "Saya boleh berbicara dengan sekretaris anda?"lanjutnya bertanya.
"Hah!"batin Agnes.
"Oh, silahkan!"ucap Wisnu kemudian pamit keluar ruangan di susul dengan sekretaris Reno dan manajer perusahaan Wisnu.
Di dalam ruangan hanya ada Agnes dan Reno. Pria itu menatap dengan bingung. Karena gadis didepannya itu terlihat gugup.
"Nona,kamu baik-baik saja 'kan?"
"Saya minta maaf,Tuan. Saya tidak bermaksud marah-marah dengan anda tadi pagi. Sekali lagi saya minta maaf,"ucap Agnes tertunduk.
Reno mengernyitkan keningnya."Hei, saya yang harusnya minta maaf. Tapi saya tidak menyangka kalau kita berjumpa lagi di sini. Sebelumnya saya tidak pernah melihat kamu di perusahaan ini,"ujarnya.
"Saya memang tidak pernah ikut rapat dengan perusahaan lain tapi karena bulan ini istri Tuan Wisnu cuti,"jelas Agnes tanpa menatap pria itu.
"Oh, begitu. Sebagai permintaan maaf,mobil kamu biar sopir saya yang bawa ke bengkel,"ucap Reno.
"Tidak perlu,Tuan."
"Terima kasih,Tuan."
Reno tersenyum dan berkata,"Harusnya kamu tak perlu berterima kasih."
Agnes hanya mampu memaksakan senyumannya.
Sesuai janjinya sopir Reno mengambil kunci mobil Agnes dan membawanya ke bengkel. Sore harinya wanita itu mengambil mobilnya ia pun kemudian mengirimkan pesan pada Reno.
"Terima kasih banyak,Tuan. Padahal kerusakan mobil saya cuma sedikit tapi semua diperbaiki,"begitu isi pesannya.
...****************...
Seminggu kemudian..
Pagi ini Agnes mengunjungi sahabatnya karena sebulan lebih ia tidak ke kantor. Kebetulan juga sang suami sahabatnya itu lagi ke luar kota. Jadi, sepuasnya dia akan mencurahkan isi hatinya kepadanya. Agnes pernah merutuki dirinya karena kebodohannya membantu sahabatnya itu memfitnah kakak iparnya, beruntung kakak angkatnya itu tidak membawanya ke pengadilan.
"Tumben kemari?"sindir Mayang pada sahabatnya.
"Ini karena suamimu tak di rumah,jika saja dia di sini mungkin aku akan segan curhat denganmu,"ucap Agnes.
"Memangnya mau curhat apa? Mantanmu kembali lagi atau ketemu pria tampan?"cecar Mayang.
__ADS_1
"Pria tampan,"jawabnya.
"Siapa dia?"
"CEO HK Grup."
Mayang menyemburkan minumannya.
"Kau suka dengannya?"
Dengan cepat Agnes mengangguk dan tersenyum.
"Dia seorang duda,"ucap Mayang.
"Itu tak masalah,"sahutnya.
"Belum tentu juga dia menyukaimu,"ejek Mayang.
Agnes mengerucutkan bibirnya, kesal mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Dia punya seorang anak perempuan,kamu mau jadi ibu tirinya?"
"Kalau ayahnya mau,tentu aku juga mau,"jawabnya.
Mayang tergelak mendengar jawaban sahabatnya."Kalau anaknya tak suka denganmu, bagaimana?"
"Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuknya,"jawabnya dengan semangat. "Tapi dia duda karena apa?"lanjutnya bertanya.
"Istrinya meninggal karena melahirkan,"ucap Mayang.
Agnes menutup mulutnya, hatinya terenyuh mendengarnya.
"Anaknya di rawat dengan ibunya Reno,"jelas Mayang lagi.
"Mengapa bukan bersama dia?"
"Aku pun tak tahu ceritanya,"jawab Mayang.
"Sebegitu cintakah dia dengan mendiang istrinya?" tanya Agnes.
Mayang menaikkan bahunya.
"Selain anaknya,kau harus bisa mengambil hati ibunya,"ujar Mayang."Tapi kenapa tiba-tiba kau bicara tentang dia?"tanyanya lagi.
"Seminggu yang lalu sebelum rapat dengan HK Grup,dia tak sengaja menabrak mobilku. Aku sempat marah-marah kepadanya setelah dia memberikan kartu nama dan ku membacanya namanya ternyata dia seorang CEO eh ternyata kami berjumpa lagi di kantor,"jelas Agnes.
"Jadi begitu ceritanya,"sahut Mayang.
"Bolehlah bantu aku mendapatkannya,"pinta Agnes bercanda.
__ADS_1
Mayang tertawa mendengar permintaan sahabatnya. "Aku tak bisa,kami tidak terlalu dekat. Jika kau mau bisa minta tolong suamiku,"ujar Mayang.
Agnes memukul pelan lengan sahabatnya itu lalu berkata,"Mana berani aku bicara dengan suamimu!"