Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Tetangga baru


__ADS_3

"Hei,Nona!"


Arina hanya menoleh kemudian mengalihkan pandangannya.


"Aku lihat kamu sendiri,"ucap pria itu.


Arina hanya diam tak menjawab.


"Kenalkan namaku Rayyan,"ucapnya menyodorkan tangannya lalu ia menarik tangannya kembali karena wanita di depannya itu tak menggubrisnya."Oh,ya! Aku tinggal di sini juga di lantai 7,kamu?"tanyanya.


Arina tetap tidak merespon. Ia melihat cuaca mulai mendung,ia melihat kanan kiri untuk mencari bantuan.


"Biar aku bantu kamu,"tawar Rayyan .


"Tidak perlu,aku bisa sendiri!"tolak Arina ketus.


"Ciih... sombong sekali dia!"batinnya.


"Pak,bisa tolong saya!"teriak Arina memanggil satpam.


"Ada yang bisa saya bantu ,Nona?"tanya satpam melirik lelaki di samping Arina.


"Tolong,antarkan saya ke lantai 6!"perintahnya lembut.


"Baiklah,Nona. Mari saya antar!"ucap satpam mulai mendorong kursi rodanya.


Rayyan mengikuti Arina dan satpam dari belakang. Di lantai 6 Rayyan mengambil alih mendorong kursi roda Arina,"Biar saya saja yang ngantar,Pak!"


Satpam melirik Arina.


"Dia kekasih saya, maklum lagi merajuk!"ucap Rayyan asal.


Arina ingin berbicara,Rayyan langsung memotong."Terima kasih,Pak!"ucapnya tersenyum.


"Sama-sama,Tuan!"jawab satpam pamit.


"Biarkan aku sendiri!"ngomel Arina.


"Hei,Nona ! Aku cuma ingin membantumu,"ucap Rayyan.


"Aku tak perlu bantuanmu,lagian juga aku tak kenal kamu!"protesnya.


"Aku sudah mengenalkan namaku,cuma kamu saja yang belum mengenalkan diri!"ujar Rayyan.


Arina menyunggingkan senyum tipis."Berhenti di sini!"ucap Arina.


"Di sini?"tanya Rayyan melihat unit apartemen dengan nomor 609.


Rayyan mengetuk pintu,Nana membukakan pintu. Ia terkejut Arina datang bersama seorang pria.


"Kamu siapa?"tanya Nana.


"Saya Rayyan ,Tante. Saya tinggal di lantai 7,"jelasnya.


Arina menerobos masuk tanpa menghiraukan Rayyan.


"Oh, terima kasih Rayyan sudah membantu anak saya!"ucap Nana.


Rayyan tersenyum hangat lalu berkata,"Sama-sama!"


...****************...


Took..


Took..


Mischa membukakan pintu lalu menyapa dengan malas,"Ada apa Tante kemari?"


"Tidak terlalu sulit juga mencarimu,"jawabnya."Tante mau minta uang,"pintanya.


"Aku tak punya uang, sebulan ini sepi pekerjaan,"jawab Mischa jujur.


"Hei,kamu tuh cantik dan seorang model masa tak ada uang!"protesnya.


"Aku tidak bohong,hanya ada 2 produk yang ku promosikan,"jelas Mischa.


"Gak usah alasan,kalau tak ada uang kamu bisa bermain dengan pria tua kaya raya,"celetuknya.


"Aku tidak sehina itu!"ucap Mischa mulai marah.

__ADS_1


"Kamu sama Ibumu sama saja,mengejar orang kaya untuk di ambil hartanya,"ujarnya.


"Jangan hina Ibuku!"


Tantenya Mischa tersenyum sinis dan mengejek lalu berkata,"Cepat berikan aku uang!"


"Aku tak punya uang!"tegas Mischa.


"Percuma saja punya pacar orang kaya tapi gak bisa menghasilkan,"sindirnya.


"Aku tak punya pacar!"jawab Mischa ketus.


"Oh ,jadi pria yang kemarin datang siapa? Orangnya tampan , mobilnya mewah kelihatan dia kaya,"ucapnya.


"Pasti itu Rayyan,"batin Mischa.


"Hei, cepat berikan! Kamu mau aku jual itu rumah untuk mengganti utang kedua orang tuamu!"ancamnya.


"Jangan,Tante! Aku akan berikan uangnya,"ucap Mischa lalu mengetik angka kemudian di transfer ke rekening tantenya.


Tantenya membuka gawainya dan melihat jumlah uang yang di transfer."Kenapa cuma segini?"protesnya.


"Cuma segitu yang bisa ku transfer, sisanya tuk biaya hingga dan cicilan apartemen ini!"ungkap Mischa.


"Baiklah,ini baru utang pokoknya saja belum bunganya!"ujarnya.


"Iya,aku akan segera melunasinya!"


"Aku tunggu! Permisi!"pamitnya berlalu.


Mischa membanting pintunya keras dan menangis memegang lututnya.


"Papa, Mama. Aku rindu kalian!"ucapnya lirih.


Lain tempat,Reno mengunjungi Arina. Namun wanita yang dirindukannya terlihat cuek.


"Nak,Ibu tinggal belanja ya! Kamu dengan Nak Reno saja!"ujar Nana.


"Bu,aku tak mau di tinggal sendiri!"rengek Arina.


"Kamu kayak anak kecil saja!"omel Nana.


"Saya yang akan menjaganya,Tante!"ucap Reno.


"Mau apa lagi kamu kemari?"


"Aku kangen sama kamu."


Arina tersenyum sinis lalu berkata,"Lebih baik kamu cari wanita yang sempurna!"


"Aku tak bisa mencarinya!"


"Wanita yang bersama Ibumu itu,ku lihat sempurna dan ia juga menyukainya."


"Dia hanya masa lalu,"ungkap Reno.


"Oh,jadi kalian dulu pernah ada rasa. Kenapa tak di lanjutkan saja?"tanya Arina menyindir.


"Hatiku cuma untuk kamu, Arina!"tegas Reno.


"Tapi aku tidak, sekali lagi aku katakan padamu. Tak ada cinta dan tak ada rasa!"ucap Arina.


"Arina,aku akan memperjuangkan cinta kita!"ucap Reno mengenggam tangan wanita yang telah membuat hatinya rindu.


"Aku bilang padamu Tuan Reno Hadinata Kusuma, aku takkan menikah tanpa restu orang tua!"Arina berusaha menjelaskan.


"Aku akan memohon pada Ibu untuk memaafkan ayahmu dan merestui kita,"ujar Reno .


"Ayahku?"


Reno mulai bercerita bahwa ibunya tidak setuju dengan hubungan mereka karena ayah Arina pernah menjadi suami dari adik kandungnya .


Arina menutup mulutnya tidak percaya dan mulai menangis."Jadi ayahku pernah menikah sebelum dengan ibu kandungku,"ucapnya.


"Iya,benar. Ibu masih tidak terima adiknya meninggal,"ucap Reno.


"Apa Ibuku tahu tentang ini?"gumamnya.


"Entahlah!"

__ADS_1


"Sebaiknya kamu menjauh dariku , mungkin ayahku tak setuju jika kita bersama,"ungkap Arina.


"Kita belum bicara kepadanya, bagaimana kamu tahu jika dia tak menerima kita?"


"Lebih baik dia tak perlu tahu,"jawab Arina.


"Kita harus memberitahunya!"desak Reno.


"Aku sudah mendengar semuanya!"ucap Nana.


Arina dan Reno menoleh ke arah suara,"Ibu kapan pulang?Aku tidak mendengar Ibu mengetuk pintu,"cecar Arina gelagapan.


"Ibu tak setuju kamu dengan Reno!"ucap Nana tegas.


Pulang belanja ia membuka pintu karena tidak terkunci,saat akan melangkah ia mendengar mereka berbicara.


"Ibu!"protesnya.


"Maaf,Nak Reno lebih baik kamu cari wanita lain dan jauhi anakku!"usir Nana.


"Tante,aku mencintai Arina. Tolong,restui kami!"pinta Reno memohon.


Nana malah pergi ke kamar meninggalkan Arina dan Reno.


"Ini tak bisa diteruskan lagi,"ucap Arina berlinang air mata."Maafkan,aku!"lanjutnya.


Reno pun pergi dengan hati yang kacau.


...****************...


"Ada anaknya , Tante?"tanya Rayyan yang pagi hari sudah muncul saja di unit apartemennya Arina.


"Anak saya ada. Mari masuk!"ajak Nana.


"Siapa,Bu?"tanya Arina berteriak dari kamar.


"Ini temanmu,"jawabnya.


"Teman?"batinnya. Ia pun keluar kamar dan melihat lelaki yang ia temui kemarin sore.


"Hai!"sapa Rayyan.


"Ngapain ke sini?"tanya Arina tak senang.


"Hmm..aku membawa kue,anggap aja sebagai salam perkenalan dari tetangga baru,"jawab Rayyan tersenyum.


"Tidak ada maksud apa-apa 'kan?"tanya Arina curiga.


"Oh tidak ada, tenang saja!"


"Baguslah,kalau begitu!"sahut Arina ketus.


"Kalian mau ke mana?"tanya Rayyan.


"Mau mengantar Arina ke tempat terapi,"jawab Nana.


"Saya antar!"tawar Rayyan.


"Tidak perlu !"tolak Arina tegas.


"Kalau Rayyan tidak keberatan, Tante tak masalah,"ucap Nana.


"Sudahlah,Bu. Dia itu orang asing!"jelas Arina kesal melirik Rayyan.


"Saya bukan orang asing tetapi tetangga kalian,"ujar Rayyan membela diri.


"Biarkan saja,dia yang ngantar kita!"rayu Nana pada putrinya.


"Terserah, Ibu saja!"ucapnya malas.


Rayyan pun mengantar ibu dan anak itu ke tempat terapi. Sesampainya di sana Rayyan menawarkan diri mengendong Arina untuk di dudukan di kursi.


"Biar Ibu saja!"larang Arina pada Rayyan.


"Biar aku saja, kasihan ibumu harus mengangkat anaknya yang berat ini!"celetuk Rayyan.


Arina berpikir sejenak, kasihan ibunya jika harus mengangkat dirinya."Tapi ingat,jangan cari kesempatan!"ancamnya.


"Kamu bukan seleraku!"celetuk Rayyan. Ia mengangkat tubuh Arina sampai ke tempat terapi.

__ADS_1


Seseorang yang kebetulan melintas, melihat Arina di gendong seorang lelaki dan di susul oleh ibunya.


"Jadi pria itu yang membuatmu melupakanku?" gumamnya.


__ADS_2