Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Teror lagi


__ADS_3

Tio terkejut melihat isi kotak tersebut begitu juga dengan Seno.


"Siapa yang berani mengancam ku seperti ini?"geram Tio."Kamu, selidiki pria itu!"perintahnya pada Seno untuk menyelidiki kurir pengantar paket.


Papa Hendra yang tahu Sarah mendapatkan paket misterius datang ke rumah Tio begitu juga dengan ayah Ryan. Mama Maya datang menenangkan menantunya.


"Kamu sudah mendapatkan informasi dari pria itu?"tanya ayah Ryan.


"Pria itu hanya mengatakan paket itu di antar seorang wanita muda berambut sebahu memakai masker dengan berjalan kaki menghampirinya,lalu wanita memberikan alamat rumah ini pada pria itu!"tutur Seno.


"Kamu sudah memeriksa CCTV di lokasi dimana pria dan wanita itu bertemu?"tanya Tio.


"Sudah,Tuan. Tapi tidak begitu kelihatan karena hanya ada satu tempat yang memiliki CCTV!"ungkap Seno.


"Lepaskan pria itu! berikan sejumlah uang suruh dia dan keluarganya pergi dari kota ini,aku takut pria itu akan mengancam keselamatannya !"perintah Tio.


"Baik,Tuan!"


"Kamu harus menjaga pengawalan ketat untuk Sarah, sebentar lagi dia akan melahirkan jangan sampai membuat dia stress dan trauma,"pinta papa Hendra.


...****************...


"Mas,aku takut kamu tinggal ke kantor!"ucap Sarah.


"Sayang,aku harus ke kantor . Aku sudah menambah pengawal di rumah ini,ada Mama dan Tari yang akan menemanimu. Mayang dan Wisnu juga akan datang!"


"Tapi,aku takut pria itu akan mengirimkan lagi sesuatu yang aneh!"ucap Sarah,ia melihat paket kemarin yang di kirim seorang kurir berisi foto dirinya dan Tio terpotong beberapa bagian lalu ada secarik kertas putih bertuliskan 'aku akan menghancurkan kalian!'


"Tenang,sayang! jangan panik,jaga kondisimu dan calon bayi kita!"ujar Tio memegang bahu Sarah dengan kedua tangannya.


Sarah menganggukan kepalanya.


Tio baru akan berangkat, Mayang dan Wisnu datang.


"Kakak,apa yang terjadi? kenapa ini bisa terjadi? bagaimana dengan Kak Sarah?"cecar Mayang


"Sayang,tenanglah! biar Kakakmu menjawab satu persatu pertanyaan mu,"ucap Wisnu pada Mayang yang begitu khawatir dengan kondisi Sarah pasca teror kemarin.


"Mana Kakak ipar?"tanya Mayang.


"Dia ada di lantai atas!"ucap Tio.


Mayang pun berlari ke lantai atas menghampiri Sarah.

__ADS_1


"Apa yang bisa aku bantu?"Wisnu menawarkan diri karena akhir-akhir ini,Tio selalu mendapatkan masalah di perusahaan info didapatkannya dari ayah mertuanya.


"Aku minta kamu ,bantu Seno untuk menyelidiki wanita pengirim paket !"pinta Tio


"Baiklah,sebisa mungkin aku akan membantunya,"ucap Wisnu.


Mobil akan berjalan,dari arah pintu pagar terdengar bunyi lemparan seluruh pengawal berlari ke arah pagar, Wisnu yang mendengarnya pun menghampiri arah suara ,begitu dengan Tio yang turun dari mobil.


"Tuan,ada dua orang pria bersepeda motor melemparkan ini,"salah satu pengawal menunjukkan buah tomat busuk yang cukup banyak dalam plastik.


"Terdengar dua kali suara lemparan ke arah pagar,Tuan!"ungkap pengawal lainnya.


"Wisnu, telepon Mayang tentang kejadian ini jangan sampai Sarah tau!"pinta Tio.


Wisnu pun menelepon Mayang.


Sementara di lantai atas Sarah dan Maya masih mengobrol santai sedangkan Mayang menerima telepon jauh dari Sarah.


"Kakak, lebih baik kita ke kamar saja,yuk!"ucap Mayang menuntun Sarah ke kamar agar ia tak melihat jendela yang ke arah pagar , setelah membawa Sarah ke kamar ia menarik tangan Tari dan berbisik pelan,"Aku ingin bicara!"


Tari pun mengikuti dan mendengarkan penjelasan dari Mayang dan meminta seluruh pelayan,pengawal termasuk mama Maya untuk tidak memberi tahu Sarah tentang teror pagi ini.


"Kalian,kenapa sih seperti orang gugup dan bingung?"tanyanya menatap kedua adik iparnya dan mertuanya.


"Kami tidak apa-apa,Nak! "ujar Maya tersenyum.


Di kantor Tio,Seno dan Wisnu mengadakan pembicaraan tentang kejadian yang sering dialaminya.


"Aku gak tau,apa motif pria itu? dari dia membeli lahan warga dan pengiriman paket misterius!"ungkap Tio.


"Darimana,Tuan tau? jika pembelian lahan itu adalah orang yang sama yang mengirimkan paket ke rumah,"ujar Seno.


"Pasti ada hubungannya!"ucap Wisnu."Untuk apa dia membeli lahan itu memakai nama perusahaan ini,"lanjutnya.


"Bisa saja ,Nyonya Citra terlibat dalam masalah ini!"ucap Seno.


"Aku tak tau, mereka ikut terlibat atau tidak!"imbuh Tio .


"Setelah kedatangan mereka, perusahaan selalu diguncang masalah,"tambah Wisnu.


Tio memijit pelipisnya,"Cari mereka dan bawa kesini!"perintahkan pada Seno.


"Baik,Tuan!"ujar Seno pamit.

__ADS_1


Tio melanjutkan pekerjaannya dan Wisnu pun ke kantornya,suara ketukan pintu terdengar,"Silahkan,masuk!"


"Tuan,ada kiriman surat untuk anda!"ucap Arina.


"Mari !" Tio mengambil amplop pemberian Arina. "Silahkan, kembali bekerja!"ucapnya kembali.


Arina pamit keluar dan Tio membuka amplop cokelat ternyata membuat ia semakin kesal. Ia menelepon Arina dan menyuruh kembali masuk ke ruangannya lalu bertanya,"Kamu tau,siapa yang mengirimkan ini?"


"Saya tidak tau,Tuan. Tadi OB yang mengantarnya,"jelas Arina.


Tio membuka CCTV, seorang pria memasuki ke gedung perkantoran kemudian menitipkan amplop cokelat kepada resepsionis kantor, tidak ada yang mencurigakan dari pria itu tampak seperti kurir pengantar surat pada umumnya menggunakan seragam dan membawa tas berisi beberapa pesanan orang lain."Kamu kembali bekerja sana!"ucapnya pada Arina yang sedari tadi mematung menunggu perintah atasannya.


Tio mendapatkan telepon dari Seno bahwa dia sudah menemukan Citra dan Celin serta memaksa mereka untuk ikut dengannya. Tio mengintruksikan kepada Seno agar tidak di bawa ke kantor melainkan ke sebuah rumah. Setelah mendapatkan laporan dari Seno ia pun meluncur kesana di antar sopirnya .Tio menghampiri ibu dan anak itu di dalam sebuah kamar .


"Kenapa kamu membawa kami kesini?"tanya Citra melihat sekelilingnya yang penuh dengan debu.


"Aku cuma mau tanya,apa kalian dibalik teror yang menyerang keluarga ku?"tanya balik Tio.


"Kami tidak meneror mu!"ucap Citra.


"Jangan berbohong!"sentak Tio.


"Kami benar-benar tidak berbohong,"jawab lantang Celin.


"Bukankah, kalian mengincar perusahaan Jaya Grup?"tanya Tio kembali.


"Kami memang mengincar perusahaan itu,tapi kami tidak mengenal keluargamu!"ucap jujur Citra.


"Kalian,akan tetap di sini . Sampai aku menemukan siapa dalang dari teror ini!"ucap Tio dengan tegas dan berlalu


"Tapi, kami memang tidak melakukannya!"teriak Celin.


"Beri mereka makan dan minum,jangan sampai mereka kabur!"perintah Tio pada pengawalnya.


Suara gedoran pintu terus menggema,Tio tetap berlalu tanpa menghiraukannya.


"Mah,aku tak mau disini!"ucap Celin.


"Mama, pun juga tak mau!"tambah Citra.


"Mana gawai kita di tahan mereka,"ungkap Celin.


"Mama penasaran ,siapa yang berani meneror keluarga pemilik Jaya Grup."

__ADS_1


Suara pintu terbuka,pengawal membawakan mereka makanan,minuman dan buah-buahan.


"Kita benar-benar seperti tahanan,"gerutu Celin.


__ADS_2