
***
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang, bel sekolah pun berbunyi pertanda sudah jam pulang. Iren pulang bersama Melda karena hari itu dia tidak membawa motor.
Sesampainya di rumah, Iren seperti biasa masuk ke dalam kamar Ibunya. Dia melihat ibunya sedang tertidur, ia tak ingin menggangu. Iren kembali ke kamarnya, ia hendak mandi sembari menunggu malam tiba. Setelah Iren mandi, tak terasa ia ketiduran di sofa kamarnya dalam keadaan masih menggunakan handuk.
Ponselnya berdering, ia langsung bangun. Ternyata Iren tertidur 3 jam di sofa. "Baru kali ini aku ketiduran di sofa," gumam Iren dalam hatinya.
"Assalamualaikum Mas Rudi.. ada apa?," ucap Iren tanpa bertanya lagi, karena sudah menyimpan nomor telepon Rudi.
"Waalaikumsalam. Nah gitu dong langsung tahu siapa yang telepon, kan aku jadi senang hehe," sahut Rudi bernada menggoda.
"Hehe iya mas," jawab Iren singkat.
"Eh kamu ingat kan janji kamu? Aku jemput kamu habis magrib yah. Duh aku enggak sabar banget mau ketemu kamu lagi hehehe," ucap Rudi menggoda Iren.
"Iya mas siap aku enggak lupa kok hehe," kata Iren.
"Yasudah sampai ketemu Iren.. Assalamualaikum," ucap Rudi.
"Waalaikumsalam mas," jawab iren. Telepon terputus tuut..tuut
Iren melihat jam dinding yang ada di kamarnya, sudah setengah 6 sore. Iren sangat bingung, perasaannya bercampur aduk tak karuan, antara senang dan grogi karena ini kali pertama Iren keluar bersama cowok selain teman-temannya.
__ADS_1
Dia berinisiatif untuk mengirim pesan ke grupnya, yang di dalamnya itu ada Arindi, Melda, Arsya dan Widi. Iren bermaksud untuk berbagi kisahnya dengan teman-temannya karena memang selama ini mereka saling terbuka satu sama lain.
"Guys.. Aku diajak keluar sama mas Rudi nih. Aku udah mau dijemput sama dia," Tulis Iren
"Wahh.. aku iri banget deh Ren sama kamu," balas Arindi
"Cepat nyangkut yah Ren," balas Arsya
"Siapa dulu dong.. Iren. Cewek yang super manis yang bisa menaklukkan hati Pak Erlan hahaha," balas Melda meledek Iren
"Widi sider (silent rider) aja sih. Sok sibuk dasar," tulis Iren, ia melihat kalau Widi itu sebenarnya baca obrolan grup tapi sama sekali tidak Widi respon.
Iren tidak terlu memikirkan apa sebenarnya yang terjadi pada Widi yang berubah drastis seperti disambar gledek disiang bolong. Parah! Kacau!
"Iya mas, ada apa?, " ucap Iren.
"Ini Widi! Memangnya semua kontak di ponselmu, kamu save dengan nama Rudi yah?" jawab Widi bernada lantang.
Iren terdiam sejenak dan melihat ke layar ponselnya, ternyata bukan telepon dari Rudi. Widi yang meneleponnya.
"Maaf kali Di. Aku gak save nomor kamu, lagian kan gak penting juga hehehe," canda Iren pada Widi.
"Yaudah matiin aja kalau gak penting!" sahut Widi lagi.
__ADS_1
"Maaf deh Di, kamu kok aneh banget sih. Kamu kan tau aku orangnya gimana. Yaudah memangnya ada apa? Kamu mau ngomong sesuatu? Ngomong aja!" ucap Iren bernada serius.
"Kamu mau pergi sama Rudi yah?," tanya Widi.
"Kamu kan baca di grup tadi aku bilang, enggak tau juga sih kenapa Mas Rudi tiba-tiba ngajak aku jalan," jawab Iren.
"Kayaknya sih dia suka sama kamu, dia lagi usaha buat dekatin kamu," ucap Widi.
"Enggak mungkinlah, mungkin dia mau jelasin ke aku tentang cafe kakaknya. Besok kan kita mau kesana," jawab Iren
"Enggak usah pergi deh Ren," ucap Widi
"Ihh kamu apaan sih Di, kamu kan temannya Mas Rudi. Kenapa kamu larang aku dekat sama Mas Rudi sih? Ada apa?," sahut Iren dengan nada sedikit marah.
"Terserah kamu aja kalau gitu!" ucap Widi langsung memutuskan telepon.
Iren memikirkan kenapa Widi tiba-tiba menelepon saat tahu kalau ia akan keluar dengan temannya, Rudi.
***
Buat readers terlove, jangan lupa like dan vote author yaa. Biar kitaa bisa saling kenal jugaa, next akan aku lampirkan foto pemeran utama, karena masih bingung pilih foto yang cocok. Tunggu yaaa.... Indahnya bersabar hehehe
With love^_^
__ADS_1