
Arina pun pulang di antar Reno,entah apa maksud pria itu yang berubah drastis. Mobil Arina akan di bawa pulang oleh pengawalnya.
"Reno!"panggil Arina.
"Ada apa?"tanyanya melirik Arina.
"Apa tujuanmu melakukan ini semua?"
"Melakukan apa?"
"Kenapa kamu tiba-tiba baik padaku dan mau berteman dengan ku?"
"Memangnya kenapa jika aku berbuat baik dengan mu?"
"Heran saja !"ucap Arina asal.
"Sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan Jaya Grup?"tanya Reno tanpa melihat Arina dan fokus menyetir.
" Delapan bulan ."
"Belum terlalu lama,"decak Reno.
"Reno,kamu tahu teror yang kamu lakukan itu membuat Nona Sarah ketakutan apalagi saat itu dia lagi hamil. Apa kamu tidak merasa kasihan padanya ? beruntung dia wanita yang cukup kuat hingga tidak mempengaruhi janinnya,"jelas Arina sebelumnya Tio juga pernah menjelaskan kondisi Sarah ketika menerima teror.
"Aku tidak peduli dengan kondisi wanita itu,malah semakin dia stress itu lebih baik!"ujar Reno tanpa bersalah.
"Kamu sudah gila ya? seenaknya asal bicara. Bagaimana jika itu terjadi pada keluarga mu ?"sentak Arina.
"Aku sudah memperingatkan mu,jangan campuri urusan ku!"
"Turunkan aku di sini!"ucap Arina dengan lantang.
"Baiklah jika memang itu mau mu,ini sudah malam !"
"Aku tidak takut!"jawab Arina dengan tegas.
Reno pun menghentikan laju mobilnya dan menurunkan Arina dan berucap dengan dingin,"Cepat turun!"
"Aku akan memberi tahu semua perbuatan mu pada mereka!"ancam Arina
"Silahkan saja! jawab Reno membuang wajahnya.
Arina pun turun dan membanting pintu mobil. Reno pun melajukan mobilnya dengan cepat.
"Dasar pria aneh!"teriak Arina di kesunyian malam. "Bagaimana aku pulang?"gumamnya melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada pria asing yang mengikuti nya. Ia pun berjalan perlahan baru beberapa langkah hujan pun turun. Arina berlari kecil ke sebuah bangunan untuk berteduh sementara. Pakaian yang digunakannya menjadi sorotan mata orang-orang yang lewat.
"Berani sekali dia menasehati ku!"gumam Reno kesal. Ia melihat cuaca di luar hujan,ia pun memutar arah balik. Reno pun memperhatikan jalanan untuk memastikan keberadaan Arina."Itu dia?"batinnya.
Dia pun membunyikan klakson mobil.
Arina pun menoleh ke arah suara mobil dan bergumam,"Dia lagi."
Melihat Arina tidak bergeming mendekati mobilnya,Reno pun keluar mobil dan memakai payung menghampiri Arina. "Ayo ikut!"ajak Reno menarik tangan Arina.
"Aku tidak mau ikut!"ucap Arina bersikeras.
"Ini sudah malam dan hujan lagi. Kamu mau jadi santapan orang jahat!"bentak Reno.
"Kamu pun jahat!"ucap Arina.
"Beda kasus ,ayo ikut!"Reno merangkul bahu Arina dengan lengan kirinya dan satu tangan kanannya memegang payung. Arina mendongakkan kepalanya menatap sekilas wajah Reno."Aku memang ganteng,tak perlu begitu melihatnya,"ucap Reno.
Arina segera membuang arah pandangannya.
Reno pun membuka pintu mobil untuk Arina dan ia pun segera melangkah membuka pintu kemudi mobil.
__ADS_1
"Mengapa menjemput ku kembali?"tanya Arina.
"Aku tak mau terjadi hal buruk pada mu!"
"Biarkan saja ! memangnya kamu siapa?"
"Aku bukan siapa-siapa mu tapi karena kita kenal jadi apa salahnya aku menolong mu!"
Arina menghela nafasnya dan berujar,"Ini terakhir kita bertemu!"
Reno menoleh ke arah Arina,tanpa menjawab. Tak lama kemudian mereka sampai di apartemennya Arina.
"Terima kasih atas undangan makan malamnya dan terima kasih telah mengantarkan ku pulang !"ucap Arina bergegas turun tanpa mendengar jawaban dari Reno.
Reno terus memperhatikan Arina dari jauh lalu memutar mobilnya ke arah rumahnya.
...****************...
Paginya Arina ke kantor ,ia ingin memberi tahu kepada Tio dalang peneror selama ini.
"Pagi ,Tuan!"sapa Arina pada Seno.
"Pagi juga!"jawab Seno tersenyum ramah.
"Ada yang ingin saya katakan,Tuan!"
"Katakan saja,"ujar Seno.
"Tapi saya ingin mengatakan ini pada Tuan Tio juga,"jelas Arina.
"Mari, ke ruangan Tuan Tio!"ajak Seno.
Arina mengikuti Seno dari belakang ke ruangan Tio.
"Permisi,Tuan! Arina ingin mengatakan sesuatu,"ucap Seno pada Tio.
"Saya sudah tahu peneror keluarga anda!"ungkap Arina.
"Kamu sudah tahu?"tanya Tio balik karena penasaran.
"Iya ,Tuan!'
"Cepat katakan,siapa dia?"tanya Tio menatap Arina senang.
"Saya tidak bisa katakan siapa namanya, alangkah baiknya Tuan menemuinya saja!"usul Arina.
"Bagaimana saya tahu sedangkan kamu tidak memberitahunya?"tanya Tio sedikit kesal.
"Saya yang akan membantu anda mempertemukannya!"Arina menawarkan diri.
"Baiklah,saya akan ikut cara kamu!"ucap Tio semangat.
"Saya akan memberi tahu,kapan kita bisa bertemu dengannya!"ucap Arina.
Selesai mengatakan hal itu pada Tio dan Seno,Arina menelepon Reno untuk bertemu. Reno pun menyetujui Arina bertemu di sebuah kafe pada sore hari. Arina memesan sebuah ruangan khusus di kafe tersebut agar tidak menjadi pusat perhatian orang-orang.
Arina pun mengabari hal ini pada Tio dengan syarat mereka harus mengikuti instruksi darinya.
"Apa perlu kita bawa pengawal untuk mengamankan kafe itu,Tuan?"tanya Seno menawarkan usul.
"Kita bawa dua orang pengawal saja!"
Sore hari sepulang kerja Sarah datang ke kantor Tio.
"Sayang!"sapa Tio menyambut istrinya yang menghampirinya di ruangan kerja."Ada apa kamu ke sini?"tanya Tio lembut.
__ADS_1
"Aku tadi ke rumah teman kebetulan pulang lewat kantor mu jadi aku singgah,"ujar Sarah.
"Kamu bawa Rangga ?"tanya Tio.
"Rangga aku titipkan pada mama Maya, sekarang waktunya kamu pulang 'kan?"tanya Sarah.
"Aku ada urusan sebentar dengan Arina dan Seno,kamu pulang saja duluan!"
"Urusan apa?penting?"
"Hmm..apa ya!"ucap Tio menggaruk tengkuknya untuk mencari alasan yang tepat.
"Kenapa?Mas, terlihat gusar."
"Arina tahu dalang peneror kita selama ini,"ungkap Tio.
"Jadi kalian ingin bertemu dengannya?"tanya Sarah penasaran.
"Iya tapi kamu lebih baik pulang ke rumah saja,"bujuk Tio biar Sarah tidak ikut.
"Aku mau ikut,Mas!"
"Ini berbahaya,kamu tidak boleh ikut!"
"Kalau berbahaya,kamu harus bawa pihak berwajib!"
"Tidak segampang itu ,sayang."
"Aduuuh, bagaimana jelaskannya?"gumam Tio.
"Aku dengar ,Mas!"
"Di rumah aku akan jelaskan!"ucap Tio.
"Aku tetap mau ikut,aku ingin mendengar alasan dia melakukan itu semua!"ucap Sarah memaksa.
"Oke,kamu boleh ikut tapi di dalam mobil saja!"ujar Tio pasrah.
"Baiklah!"ucap Sarah santai.
Mereka pun pergi ke kafe yang sudah ditentukan oleh Arina. Tio,Seno serta Sarah menaiki mobil yang sama sedangkan Arina menggunakan mobil pribadinya sendiri. Lima belas menit perjalanan mereka pun tiba di kafe tempat yang dijanjikan. Arina terlebih dahulu turun menunggu Reno datang,Tio dan lainnya masih menunggu perintah Arina.
Tak lama kemudian Reno pun datang,"Ada apa kamu mengajak ku bertemu?"tanya Reno .
Arina menyodorkan tas jinjing yang terbuat dari kertas lalu berkata,"Aku mau membalikkan gaun yang kamu pinjamkan untuk ku."
"Gaun itu untuk kamu!"ucap Reno.
"Aku tidak bisa menerimanya,"jelas Arina.
"Mengapa?"tanya Reno mengernyitkan keningnya.
"Aku minta maaf pada mu!"
"Minta maaf, untuk apa?"tanya Reno penasaran.
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu!"ucap Arina.
"Seseorang?"tanya Reno balik.
Arina pun membukakan pintu,Tio pun muncul seorang diri. Reno menatap tajam Arina dan mengepalkan tangannya.
"Jadi selama ini,kamu dalang dari teror ini?"tanya Tio geram .
Terima kasih sudah mampir ke karyaku.
__ADS_1
Jangan lupa like ,komen dan vote.