
"Kamu, kenapa sayang?"ucap Tio melihat istrinya menangis diujung tempat tidur memegang kemeja saat ia keluar dari kamar mandi.
"Kamu tega sama aku,Mas! anak belum lahir kamu sudah berani selingkuh!"ucap Sarah menghapus air matanya yang jatuh di pipi.
"Selingkuh? siapa yang selingkuh?"
"Ya kamulah!"bentak Sarah.
"Aku gak merasa selingkuh!"ucap Tio santai
"Ini buktinya apa?"Sarah menunjukkan kemeja kotor yang ada bekas bibir seorang wanita. Tadi ia membongkar isi koper suaminya untuk mengambil pakaian kotor ternyata saat ia membuka koper ia menemukan salah satu kemeja kotor suaminya ada noda bekas bibir.
"Astaga, sayang ini lipstik Arina!"ucap Tio jujur
"Jadi kamu sudah berani selingkuh dengan dia!"ucap Sarah semakin menangis dan memukul dada suaminya.
"Sayang,aku tidak selingkuh!"ujar Tio menyakinkan istrinya.
"Kamu bohong!"teriak Sarah.
"Sayang tenanglah,kamu jangan stress kasihan calon bayi kita!"tutur Tio memegang perut Sarah.
Sarah menepis tangan suaminya,"Jangan sentuh aku!"
"Kalau kamu tidak percaya,aku bisa panggilkan Arina kesini!"
"Aku tak mau berjumpa dengannya!"
"Biar kamu percaya,kalau aku tidak selingkuh!"
"Aku sudah salah jatuh cinta pada mu!"ucap Sarah mengelap ingusnya memakai kemeja kotor suaminya.
"Tapi aku tak pernah salah jatuh cinta padamu!"ucap Tio memeluk tubuh istrinya."Besok aku akan mempertemukanmu dengan dia agar tidak ada salah paham!"lanjutnya.
Sarah semakin menangis dipelukan suaminya.
...****************...
Arina sedang menunggu di kafe seorang diri. Wisnu yang datang seorang diri menghampiri Arina."Boleh aku duduk disini?"
Arina mendongakkan kepalanya,"oh silahkan ,Tuan!"
"Sedang apa kamu disini?"tanya Wisnu.
"Saya lagi menunggu orang, Tuan!"jawab Arina. "Tuan sendiri sedang apa disini?"
"Saya lagi menunggu calon istri saya!"
Wisnu dan Arina saling mengobrol dan bercerita tentang pekerjaan mereka. Mayang yang melihat keakraban mereka menghampirinya,"Kemarin menggoda kakak ku sekarang calon suamiku juga kamu goda!"ucap Mayang menyindir. Kemarin saat Tio keluar kota,Sarah menelepon dia curhat jika kakaknya pergi rapat hanya berdua saja dengan sekretaris barunya
Wisnu berdiri menenangkan Mayang,"Ini tidak seperti kamu pikir?"
"Benar Nona,saya dan Tuan tidak ada hubungan apa-apa !" Arina berusaha menjelaskan.
__ADS_1
"Gak usah bohong kamu!"bentak Mayang.
"Mayang cukup!" ucap Wisnu pelan tapi menekankan kata katanya,"Malu dilihat orang!"
Mayang meninggalkan mereka dengan rasa kecewa da marah,Arina berusaha mengejarnya namun Wisnu menghentikan langkahnya melalui instruksi gerakan tangan seakan berkata,'Biar aku aja!'?
Mayang membuka pintu kemudi mobil disusul Wisnu ikut masuk melalui pintu penumpang di samping kemudi."Mayang dengarkan aku! ini cuma salah paham kami hanya kebetulan bertemu !"
Mayang tidak mendengarkan penjelasan Wisnu lalu ia menghidupkan mesin mobil namun kunci mobil berhasil diraih Wisnu.
"Berikan kunci itu!"pinta Mayang dengan mata mulai berair.
"Tidak akan ku berikan!"jawab Wisnu. "Mayang aku mencintaimu tidak mungkin aku mengkhianati mu!"lanjutnya.
Mayang hanya diam dan terus menangis,Wisnu memeluknya,"Sebentar lagi kita akan menikah, aku tidak mau mengecewakan keluarga ku dan kamu !" Wisnu pun beralih mengambil kemudi mobil dan mereka pun pindah tempat.
Tak lama kemudian Tio datang bersama Sarah menjumpai Arina. Melihat atasannya datang bersama istrinya ia berdiri kemudian tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Sarah. Sarah pun membalas senyuman dan uluran tangan Arina.
"Tolong, kamu jelaskan kepada istri ku tercinta ini apa yang terjadi pada kita sebenarnya!"ucap Tio melirik istrinya. Sebelumnya ia menelepon Arina untuk menjelaskan tentang noda bibir di kemejanya pada Sarah.
"Nyonya, saya minta maaf atas kesalahpahaman ini. Saya dan Tuan Tio tidak ada hubungan apa-apa kecuali antara bawahan dan atasan. Waktu itu saya terpeleset tidak sengaja jatuh dipelukan tuan dan saya tidak mengetahui jika lipstik saya menempel di kemeja Tuan. Saya mohon Nyonya ,jangan pecat saya!"pinta Arina memohon
Sarah pun tersenyum,"Saya juga minta maaf telah menuduhmu!"
"Terima kasih, Nyonya sekali lagi saya minta maaf atas kesalahpahaman ini!" ucap Arina menundukkan kepalanya.
...****************...
"Sayang!" panggil mesra Tio .
"Kamu kan udah gak marah lagi ,aku boleh minta?"rayu Tio
"Minta apa sih ,Mas?"
"Aku mau mengunjunginya!"
Sarah mendengarnya menatap tajam suaminya,"Mengunjungi siapa?"
"Calon bayi kita!"
"Tanya dokter dulu,Mas!"
"Gagal lagi deh malam ini!" ucap Tio memelas.
Sementara Wisnu dan Mayang telah berdamai,"Kamu harus jaga kesehatan dan jangan stress dua Minggu lagi kita menikah!"ucap Wisnu.
"Maafin, aku!"
"Ya sudah kamu masuklah, sampaikan salam ku pada Ayah Ibu!"ujar Wisnu.
"Selamat malam!"
"Selamat malam, cintaku!" balas Wisnu.
__ADS_1
Arina menikmati drama favoritnya di televisi sesekali ia merenung kejadian tadi pagi kadang ia berpikir apa seburuk itu dirinya selama bekerja ia sudah 4 kali dituduh merebut kekasih atau suami orang."Apa hidupku seperti ini selalu dituduh padahal calon suamiku dulu yang direbut orang!"gumamnya.
...****************...
Pagi harinya menjelang siang Tio sengaja tidak masuk bekerja padahal kemarin baru libur ia akan menemani istrinya cek kandungan.
"Bagaimana Dokter kondisi calon bayi kami?"tanya Tio.
"Perkembangan janin baik! tapi saya ingatkan kembali ibunya tidak boleh stress atau lelah!"
"Apa boleh calon ayahnya mengunjunginya ?" pertanyaan Tio membuat ia mendapatkan cubitan kecil dari sang istri.
Dokter mengernyitkan dahi,"Maksudnya?"
"Eh.. tidak usah di jawab Dokter!"ucap Sarah.
"Maksud saya tuh kami mau..!"belum selesai bicara mulut Tio sudah ditutup Sarah.
Sarah hanya tersenyum kikuk.
"Saya tau maksud, anda!"
"Nah ,Dokternya tau!"ucap Tio semangat."Bagaimana, apa sudah boleh?"
"Boleh saja tapi tidak dilakukan tiap hari karena usia kandungan Nona Sarah masih 3 bulan!"
Tio yang mendengarnya begitu senang. Sepanjang jalan pulang ia terus menerus mencium tangan istrinya.
"Mas,kamu gak lelah terus menciumi tanganku?"
"Aku gak pernah lelah apalagi setelah melihat wajah mu!"goda Tio.
"Mulai deh gombalnya, pasti ada maunya!"ucapan Sarah membuat Tio terkekeh pelan.
Sesampainya dirumah, mereka kedatangan tamu.
Tamunya kedua orangtua angkatnya dan kandungnya.
"Ada apa kalian kesini?"tanya Tio menatap kedua orangtua kandungnya.
"Mas..!"Sarah mengelus dada suaminya.
"Kami ingin bertemu kalian !"ucap ayah mencairkan suasana.
Sarah melihat Maya menenteng makanan,"Mama bawa makanan buat aku ya!"ia menghampiri mama kandung Tio.
"Iya, Mama buatkan mi kari ayam untuk mu!" ucap Maya.
"Ini sih kesukaan Mas Tio kalau dia tidak mau biar untuk ku saja!"jawab Sarah senang. Sarah mengajak ayah,ibu,mama dan papa Tio makan bersama. Ia juga tidak lupa mengajak suaminya.
"Maaf Sarah , Mama tidak membuatkanmu ayam bakar!"
"Mama tak perlu minta maaf lain waktu bisa buat lagi!"
__ADS_1
ucap Sarah.
Mereka pun menikmati makan siang bersama kecuali Tio yang memilih masuk ke kamar.