Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Ingin Mengungkapkan Kebenaran


__ADS_3

"Aku sudah buatkan sarapan untuk kamu,"ucap Mischa di depan pintu kamar Reno. Seminggu mereka menikah tapi masih ada canggung di antara keduanya. Reno belum sepenuh hatinya menerima istrinya itu.


"Aku makan di luar saja!"ujarnya membuka pintu.


"Baiklah!"ucap Mischa. Ia turun ke bawah dan memasukkan makanan ke dalam wadah plastik. Ia akan memberikan kepada orang yang membutuhkan .


Reno pun turun tanpa menyapa Mischa,hal itu sudah biasa selama seminggu ini. Setelah pesta resepsi pernikahan, Reno mengajak Mischa tinggal di rumahnya.


"Reno,aku boleh menumpang mobil kamu?"tanya Mischa.


"Aku lagi buru-buru,"ujar Reno.


Mischa tersenyum dan berkata,"Oh,ya sudah. Aku berangkat naik taksi saja!"


Reno pun pergi tanpa bertanya alasan istrinya naik taksi. Mischa pun pergi menggunakan taksi karena mobilnya mogok dan belum sempat diperbaiki. Ia mengunjungi rumahnya yang kini menjadi miliknya karena Marni menepati janjinya. Tiga hari yang lalu rumah ini telah dikosongkan Tante Lidya.


"Ma,Pa. Akhirnya rumah ini kembali kita dapatkan,"batinnya.


"Aku akan menyewakan rumah ini agar tetap terjaga dan berpenghuni,"gumamnya.


Selepas pulang dari rumah orang tuanya, Mischa kembali melanjutkan pekerjaannya. Hari ini mendapatkan tawaran menjadi pembawa acara di sebuah restoran. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Rayyan .


"Rayyan !" panggilnya yang hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Mischa?Kamu di sini?"tanya Rayyan.


"Aku lagi kerja di sini,"jelas Mischa.


"Oh,ya sudah. Aku pergi dulu!"ucap pria itu.


Mischa memegang lengan Rayyan dan berkata,"Tunggu!"


Rayyan menoleh ke arah Mischa lalu bertanya,"Ada apa?"


"Jadi ,selama ini kamu dekat dengan wanita itu?"tanya Mischa tanpa basa-basi.


"Kemarin iya, sekarang tidak!"jawab Rayyan.


"Apa maksudnya?"


"Kamu sudah menikah untuk apa lagi menanyakan tentang wanita itu?"tanya Rayyan kesal.


"Status kami menikah tapi tidak dengan hatinya,"ucap Mischa.


Rayyan mengerutkan keningnya dan berkata,"Kita tidak punya urusan apa-apa lagi,menjauhlah dan kejar hati suamimu!"


"Tapi aku tidak bisa, hatinya ada wanita itu,"ucapnya lirih.


"Dia dijodohkan dengan orang lain jadi kamu tak usah khawatir,"ujar Rayyan santai.


"Jadi dia akan menikah?"


"Ya!"


"Apa wanita itu tak curiga dengan kamu?"


"Biarkan berlalu,ini cukup menjadi rahasia kita berdua. Aku dekat dengannya karena rasa bersalah saja. Jadi kamu harus tutup mulut soal ini!"ancam Rayyan.

__ADS_1


"Tapi aku tak mau hidup dalam kebohongan seperti ini,"ucap Mischa merasa menyesal.


"Jika kamu memberitahunya yang ada dia semakin membencimu!"ucapnya.


"Aku tak peduli dan aku capek ,Ray!"


"Tetap tenang dan jalankan saja,aku yakin kamu bisa!"ucap Rayyan menenangkan.


Mischa berusaha tersenyum .


Sepulang bekerja, Mischa kembali ke rumah .Ia menaiki anak tangga satu persatu dan ia juga melihat arlojinya jarum jam menunjukkan angka 12.


"Mungkin dia sudah pulang!"gumam Mischa.


Ia membuka pintu kamar dan melihat Reno terlelap dalam tidurnya . Ia segera membersihkan dirinya. Lagian juga Reno juga tidak akan menanyakan dirinya.


Selesai membersihkan diri, Mischa merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya dan memejamkan matanya.


"Dari mana kamu jam segini baru pulang?"tanya Reno membuat Mischa membuka kembali matanya.


"Aku bekerja,"jawab Mischa.


"Ingat , statusmu sekarang!"ucap Reno memperingatkan.


"Aku tahu, hubungan kita cuma status !"ujar Mischa membalikkan tubuhnya membelakangi suaminya.


"Jangan membuat nama baikku hancur karena perbuatanmu!" ucap Reno.


Mischa bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap suaminya yang masih terlentang.


"Apa yang telah ku lakukan?"tanya Mischa menantang.


Glek...


"Dari mana dia tahu?"batin Mischa.


"Pria yang sama saat hadir bersama Arina di resepsi pernikahan kita,"ungkapnya.


"Itu hanya kebetulan saja,"jawab Mischa.


"Berarti kamu mengenalnya?"tanya Reno menginterogasi istrinya.


"Aku mau tidur,"ucap Mischa membaringkan tubuhnya kembali tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


...****************...


Pagi ini Hanum akan mengatakan sesuatu kepada Rayyan,ia akan memperkenalkan putranya itu dengan seorang wanita.


"Kemarin sore kamu tidak menepati janji,"protesnya.


"Maaf,Ma. Kemarin sibuk, memangnya mau bicara apa?"tanya Rayyan mengunyah nasi goreng.


"Mama ingin mengenalkanmu dengan anak teman ,"ucap Hanum.


"Rayyan ikut kata Mama saja,"jawabnya masa bodo.


"Tumben, kamu tidak protes?"

__ADS_1


"Rayyan pengen menjadi anak yang baik buat Mama," jawabnya tersenyum.


"Baiklah, besok kita akan bertemu dengan mereka."


Rayyan tersedak mendengar Mama Hanum akan mengenalkannya .


"Apa tidak bisa ditunda lagi?"


"Tidak bisa,"Hanum menjawab santai.


Di lain tempat di rumah Reno. Pagi ini pria itu mencoba sarapan bersama Mischa. Ia berusaha membuka hatinya untuk istrinya. Tanpa ada pembicaraan yang ada hanya denting sendok dan garpu bersuara. Selesai sarapan Reno pergi bekerja, seperti biasa Mischa mengulurkan tangannya agar bisa mencium punggung tangan suaminya tetapi pria itu tetap saja menolaknya. Mischa menghela nafasnya.


Hari ini ia tidak bekerja jadi ingin menghabiskan waktu bersantai dan memasak di rumah. Ia ingin pergi menemui Reno ke kantor tapi suaminya belum bisa menerima dirinya sepenuhnya.


Tiba-tiba saja Rayyan menelepon dirinya, Mischa segera ke kamar menerima teleponnya.


"Aku ingin kita ketemu,"ucap Rayyan di telepon.


"Ada hal penting apa?"tanya Mischa mengerutkan keningnya.


"Ini tentang suamimu!"ujar Rayyan.


"Baiklah,aku akan menemuimu .Kita jumpa tempat biasa,"ucap Mischa. Setelah menerima telepon dari Rayyan ,ia mengirimkan pesan kepada suaminya bahwa hari ini dirinya akan keluar .


Selang sejam kemudian Mischa dan Rayyan bertemu.


"Kapan Reno menemuimu?"tanyanya penasaran.


"Kemarin di restoran,suamimu melihat kita ngobrol dan dia mengikuti sampai di depan kantorku,"ujar Rayyan.


"Pantas saja semalam dia mengatakan itu,"tuturnya.


"Mengatakan apa?"tanya Rayyan kembali.


Mischa menjelaskan obrolan dia dan suaminya saat menjelang ia tidur.


"Jadi ia mengetahui hubungan kita?"


Mischa menggelengkan kepalanya."Dia bicara apa saja denganmu?"


"Dia bertanya apa aku dan kamu punya hubungan.Dia juga menanyakan Arina,"ucap Rayyan.


"Kamu jawab apa?"


"Aku jawab Arina calon istriku dan kamu temanku," ujarnya.


"Reno semakin curiga dengan kita,"ucap Mischa cemas. "Tunggu, Arina calon istri. Tapi,kemarin kamu bilang dia sudah dijodohkan. Mana yang benar?"tanya Mischa.


Rayyan tersenyum tipis dan berkata,"Aku melamarnya tapi dia menolakku karena dia memilih pilihan orang tuanya."


"Kamu menyukainya?"


Rayyan menaikkan kedua bahunya dan menyesap minumannya lalu berkata,"Mungkin aku sudah jatuh cinta dengannya."


"Rayyan , semoga kamu dapat yang terbaik!"ucap Mischa tersenyum memberikan semangat."Oh,ya. Sebaiknya kita jujur saja!"ucap Mischa lagi.


"Aku rasa tak perlu, Arina pun tidak bersamaku lagi,"ujarnya tak semangat.

__ADS_1


"Cepat atau lambat , mereka juga pasti tahu!"ucap Mischa.


__ADS_2