
"Saya mohon,Tuan. Tolong, jangan ganggu hidup saya lagi. Saya minta maaf atas kejadian yang lalu,saya tidak bermaksud. Saya ingin anda,tidak meneror mereka lagi!"Arina menundukkan kepalanya mengungkapkan secara beruntun,membuat Reno tersenyum geli melihat wanita di depannya itu ketakutan.
Reno memegang rambut Arina yang terurai masih basah."Kamu habis keramas?"tanyanya
"Hah!"Arina menaikkan kepalanya lalu memundurkan langkahnya."Anda mau apa?"sentaknya.
"Aku..."Reno tersenyum jahat mendekati Arina dan menutup pintu.
"Jangan macam-macam!"bentak Arina.
"Aku cuma minta satu macam saja!"ujar Reno santai yang terus berjalan pelan.
"Aku akan teriak,biar kamu dihajar warga!"sentak Arina.
"Silahkan saja!" ucapnya tak takut.
Arina mendorong tubuh Reno dan berusaha berlari melewatinya, Reno menarik lengan Arina dan mendekap tubuhnya,"Jangan menjauhi aku!"ucap Reno menghirup aroma wangi rambut Arina.
Arina berusaha melepaskan pelukan Reno,"Tuan, tolong jangan begini! saya sesak napas!"
Reno melepaskan pelukannya dan menatap Arina,"Ganti pakaian dan temani saya makan!"
"Temani makan?apa anda tidak bisa makan sendiri?"gerutu Arina.
"Kamu mau aku maafin?"tanyanya dingin.
"Baiklah,Tuan. Saya akan ganti pakaian!"sahut Arina gugup dan berlari ke kamarnya.
Tak lama Arina mengganti pakaiannya,ia menghampiri Reno yang sudah menunggu.
"Ayo,kita keluar cari makanan!"ajak Reno menarik tangan Arina.
"Kita makan di mana,Tuan?"tanyanya.
"Terserah kamu!"ujar Reno mengendarai mobilnya.
"Kenapa terserah saya, bukannya Tuan yang lapar?"
"Memangnya kamu tidak lapar?"tanya Reno kembali.
"Lapar juga tapi saya tahu makanan enak,Tuan!"usulnya.
"Di mana saja yang penting dengan kamu,"ucap Reno asal.
"Benar ,Tuan. Baiklah saya akan tunjukkan,"sahut Arina semangat.Arina akhirnya menunjuk warung soto yang enak, walau di pinggir jalan.Reno memakirkan kendaraannya."Apa Tuan yakin akan makan di sini?"tanya Arina ragu.
"Kamu yang pilih,kenapa tanya saya yakin atau tidak?"
"Ya ,maksudnya ini warung tempat makan untuk kalangan kelas bawah, saya ragu Tuan menyukainya,"jelas Arina.
"Kamu banyak bicara. Ayo, turun !"ajak Reno tanpa membalas ucapan Arina."Saya sudah lapar,"protesnya.
Reno dan Arina memesan makanan, warung tidak terlalu rame sehingga mereka tidak terlalu lama menunggu. Reno pertama mencoba kuah sotonya lalu dimakannya dengan lahap.Tanpa ada pembicaraan hingga suapan terakhir.
"Apakah enak, Tuan?"tanya Arina.
"Enak sekali,pintar kamu cari makanan yang enak!"puji Reno.
__ADS_1
"Maklum,Tuan. Namanya juga hidup sendirian di kota ini,jadi harus pintar cari tempat makan yang murah dan enak,"Ucap Arina tersenyum.
"Kamu tinggal sendiri?"
"Di apartemen yang lama, saya tinggal dengan sepupu yang juga kebetulan bekerja di kota . Namun karena di tempatnya bekerja lagi pengurangan karyawan jadi dia balik ke kampung mungkin sekarang dia balik lagi ke sini,"ujar Arina.
"Mengapa kamu pindah?"
"Hmm..itu,"ucap Arina bingung. "Bagaimana jelaskannya?"batinnya.
"Itu kenapa?"
"Karena Tuan Tio tidak ingin anda mencari saya lagi,"ujarnya terbata.
"Buktinya saya bisa mencarimu,"celetuk Reno.
"Ya juga, apa 'sih yang gak bisa bagi anda,Tuan?"ujar Arina nyengir.
"Alasan lainnya apa?"cecar Reno.
"Saya kurang tahu,Tuan."jawabnya jujur.
"Kemarin kami sudah bertemu,"ungkap Reno.
"Hah! maksud anda bertemu dengan Tuan Tio?"
Reno menganggukan kepalanya.
"Ya ,bagus dong!"sahut Arina senang.
"Kami sudah berdamai, semua ini salah paham saja!"ujarnya pada Arina. "Terima kasih!"lanjutnya.
"Karena kamu mau menuruti permintaan Tio untuk mencari informasi tentangku ,"sahutnya.
"Oh,itu karena saya yang kebetulan memergoki anda!"ucap Arina.
"Mungkin ini cara Tuhan mempertemukan kita,"jelas Reno.
"Mengapa bawa Tuhan segala?apa ia ingin mengatakan cinta?tidak,tidak mungkin. Jangan berharap lebih,"Arina membatin kemungkinan menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa?"
"Tidak apa-apa,Tuan!"jawabnya."Ayo,kita pulang!"lanjutnya mengajak Reno pulang.
Reno pun membayar tagihan makanan lalu mengantarkan Arina pulang."Terima kasih, sudah menemani saya makan,"ucapnya sesampainya di parkiran apartemen.
"Saya juga terima kasih,Tuan. Karena sudah mentraktir makan,"ujar Arina menyunggingkan senyumnya.
Reno tersenyum lalu berkata,"Selamat malam!"
"Eh..iya. Selamat malam juga ,Tuan!"sahut Arina kemudian ia turun melambaikan tangannya kepada Reno yang berlalu .
Reno melihat Arina dari kaca spion dan tersenyum.
...****************...
Hari ini Arina kembali bekerja setelah masa cutinya berakhir. Seorang karyawan wanita menghampirinya,"Enak ya jadi kamu dikasih cuti sebulan,dekat dengan asisten bos, gaji tetap jalan!"sindirnya.
__ADS_1
Arina tidak menghiraukannya ,dia tak peduli dengan ucapan para karyawan tentangnya.Ia pun kembali ke meja kerjanya setelah ditinggal sebulan.
"Apa kamu puas dengan cuti yang diberi?"tanya Seno.
"Puas banget,Tuan. Terima kasih!"ucapnya.
"Kalau begitu kamu kerjakan ini!" titah Seno memberikan beberapa berkas yang cukup banyak.
"Sebanyak ini ,Tuan?"Arina mencoba protes.
"Kerjakan saja , tidak usah membantah!"ucap Seno santai.
Arina menepuk jidatnya .
Sementara itu Mayang harus tergolek lemas di ranjang rumah, Wisnu begitu khawatir dengan kondisi istrinya itu ia pun memanggil dokter .
"Sepertinya istri anda sedang mengandung,"ungkap Dokter tetangga sebelah rumah.
"Benarkah?"
"Coba anda bawa ia ke dokter kandungan untuk memastikannya lagi!"usul Dokter wanita yang seorang ibu muda.
"Baiklah,Dok! terima kasih!"ucapnya. Dokter pun pulang, Wisnu kembali menghampiri istrinya."Sayang,kamu harus makan kita akan ke rumah sakit!"ajaknya.
"Bukankah aku tadi sudah diperiksa dokter?"tanya Mayang lemas.
"Tapi Dokter itu bilang,kita harus ke rumah sakit,"jelasnya.
Mayang menuruti permintaan sang suami untuk makan walau harus dimuntahkannya lagi. Wisnu pun memberikan buah untuk pengganjal.Mayang pun memakannya.
Siang harinya Wisnu membawa Mayang ke rumah sakit, mereka harus menunggu antrian pasien. Akhirnya giliran Mayang diperiksa, dokter pun tersenyum lalu berkata ,"Selamat istri anda hamil!"
Wisnu yang mendengarnya tersenyum bahagia,"Benarkah,Dok?"tanyanya tidak percaya.
"Benar, usia kehamilannya 4 Minggu,"jelas Dokter Rahma.
Dokter pun memberikan beberapa resep obat dan nasehat hal-hal apa yang harus dihindari selama kehamilan.
"Apa kita beri tahu orang tua kamu , sayang?"tanya Wisnu mengangkat telapak tangan Mayang dan menciumnya sembari mengemudi.
"Nanti saja , sayang!"
"Aku ikut kamu saja,sayang. Terpenting kamu harus banyak makan, sementara jangan bekerja sampai kondisi memungkinkan!"nasehat Wisnu.
"Siap,Tuan !"sahut Mayang tersenyum lemas.
Sore hari sebelum pulang kerja,Reno menelepon Arina.
"Ada apa,Tuan?"Arina menjawab panggilan telepon Reno.
"Apa nanti malam , kamu punya waktu?"
"Bagaimana ini?"batinnya. "Ada,Tuan!"jawabnya.
"Aku ingin mengajak kamu makan di tempat kemarin malam."
"Oh,baiklah dengan senang hati,Tuan!"jawab Arina."Lumayan gratis,"batinnya. Ia pun menutup teleponnya dan menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote.
Biar aku tambah semangat menulisnya.