Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
SJC2-bag.16


__ADS_3

"Ini beberapa barang milik anda, Nona!" Felicia menyerahkan sekardus barang berharga milik Agnes.


"Oh, iya. Terima kasih, Feli. Kamu boleh pulang!"


"Saya tetap akan di sini, Nona!"


"Kenapa di sini?"


"Sampai Tuan Satria dan Tuan Setya kembali dari Kota C," jawabnya.


"Mereka kembali besok hari," ucap Agnes.


"Saya hanya menjalankan tugas saja, Nona!"


"Ehmm, baiklah. Kamu bisa tidur di kamar tamu," ujar Agnes.


"Terima kasih, Nona!"


...****************...


"Pagi, Nona!" sapa Felicia pada Agnes.


"Pagi juga, ayo sarapan!" ajaknya.


"Terima kasih, Nona. Saya sarapan di luar saja," ucap Feli.


"Temani saja saya sarapan," Agnes menarik tangan Feli.


"Tapi, Nona!" tolaknya.


"Tidak ada kata tapi," ucap Agnes.


Akhirnya Felicia menerima tawaran sarapan bersama dengan Agnes.


"Apa Nona hari ini akan pergi?" tanya Felicia.


"Aku rindu kantor tempatku bekerja," jawab Agnes. "Kita akan ke sana!" lanjutnya lagi.


"Baik, Nona. Saya akan mengantar anda ke sana!"


Menjelang siang hari, Agnes diantar Felicia ke kantor milik keluarga Satria.


Sesampainya di sana, Agnes berjanji bertemu dengan temannya di kantin kantor.


"Agnes, aku kangen!" Rinda memeluk temannya itu.


"Aku juga!"


"Beberapa hari yang lalu, mantan kekasih suamimu ke sini!"


"Mau apa dia ke sini?"


"Aku tidak tahu, tapi mereka mengobrol di ruangan kerja Tuan Satria," jawab Rinda.


"Kenapa Satria tidak mengatakan padaku?" batinnya bertanya.


"Eh, malah melamun!"


"Kenapa aku jadi kepikiran?"

__ADS_1


"Kamu cemburu, ya?" goda Rinda.


"Ya, tidak juga. Aku yakin Satria pria yang setia," ucapnya bangga.


"Eh, dia siapa?"


"Sepupu," jawabnya.


"Oh."


Raka melihat Agnes mengobrol dengan Rinda di kantin menghampirinya. Felicia segera berdiri menghalangi jalan pria itu.


"Anda tak boleh mendekati Nona Agnes!" Ia membentangkan tangan kanannya.


"Kenapa tidak boleh?" Raka mengernyitkan keningnya.


Agnes juga berdiri. "Feli, dia temanku!"


"Mohon maaf, Nona. Tuan Satria melarang anda berdekatan dengan pria manapun kecuali keluarga," ucap Felicia tanpa menatap Agnes.


"Dia siapa?" Raka menatap Agnes.


"Ehmm.." Agnes terbata.


"Saya pengawal pribadi Nona Agnes," sahut Feli dengan cepat.


"Kau sekarang punya pengawal?" Rinda menutup mulutnya.


"Jika anda tidak memiliki keperluan penting dengan Nona Agnes, silahkan pergi!" Feli berucap tegas.


"Aku hanya ingin menyapanya dan sekedar mengobrol," ucap Raka.


"Dasar pengawal aneh!" Raka meninggalkan ketiga wanita itu.


Agnes menatap Feli. "Kami hanya sekedar mengobrol," ucapnya.


"Tapi saya ditugaskan oleh Tuan Satria untuk melarang anda mengobrol dengan pria asing," jelas Felicia.


Agnes menepuk jidatnya, "Entah kenapa ada peraturan seperti itu!"


"Agnes, aku harus kembali bekerja. Sampai jumpa lagi," ucap Rinda pamit.


"Kapan-kapan kita ngobrol lagi," ujar Agnes.


Sesampainya di rumah, Agnes menyuruh Felicia untuk pulang.


"Sebelum Tuan Satria sampai, saya tetap di sini!" tolak Felicia.


"Terserah kamu, saya mau istirahat!" Agnes berlalu ke kamar.


Sore harinya, Satria dan Papa Setya kembali dari Kota C.


"Selamat sore, Tuan!" sapa Feli pada Satria. Karena Papa Setya segera ke kamar.


"Sore juga, di mana istriku?" tanya Satria.


"Nona, lagi istirahat!"


"Ke mana saja kalian seharian ini?"

__ADS_1


"Nona hanya mengajak ke kantor saja," jawab Feli.


"Hanya ke kantor saja?"


"Iya, Tuan."


"Baiklah, kamu boleh pulang!"


"Kalau begitu saya permisi, Tuan!" pamitnya.


Satria segera menemui istrinya yang baru saja selesai mandi.


"Kamu sudah pulang?"


"Pekerjaannya selesai lebih awal," jawab Satria.


"Baguslah kalau begitu," ujar Agnes ketus. Ia memilih bersikap cuek.


"Kamu kenapa?"


"Tidak ada," jawab Agnes.


"Apa karena aku melarangmu berbicara dengan Raka?"


"Oh, jadi Felicia sudah memberitahumu!"


"Iya, tadi dia mengirimkan pesan dan memberikan laporan," tutur Satria.


"Apa dia tidak cerita juga kalau temanku Rinda mengatakan bahwa Tuan Satria bertemu dengan Kesya beberapa hari yang lalu?"


"Jadi, kamu bersikap ketus hanya karena itu?"


"Kenapa tidak jujur?"


"Karena ini tidak penting," jawab Satria.


"Untuk apa wanita itu lagi datang menemuimu?"


"Sudahlah, sayang. Aku dan Kesya tidak memiliki hubungan apa-apa lagi," jawab Satria.


"Dia tak mengancam kamu?"


"Tidak, sayang!"


"Aku takut saja, dia mengancam kamu!"


"Tidak ada pengancaman, kamu tenang saja!" Satria berusaha menenangkan pikiran istrinya.


"Kau juga butuh pengawal, Satria!" usulnya.


"Untuk apa?"


"Kalau mantan kekasihmu itu tiba-tiba menyerang kamu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat membaca 🌹


Jangan lupa mampir dan baca karyaku yang berjudul dijodohkan dengan musuh.

__ADS_1


__ADS_2