Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
BAB 15


__ADS_3

Rudi sama sekali belum memperhatikan mata Iren yang terlihat begitu sembab. Ketika sudah menyadarinya, Rudi akhirnya menanyakan kepada Iren.


"Mata kamu kenapa sembab gitu? Kamu habis nangis yah?" tanya Rudi penasaran.


"Hmm.. Enggak apa-apa Mas, ini semalam aku nonton drama korea dan terharu gitu hehe." jawab Iren berbohong, karena tidak mau Rudi tahu jika ia habis bertengkar dengan Widi.


"Sayangku bucin juga yah ternyata hehehe." ucap Rudi percaya dan malah menggoda Iren.


"Memangnya kamu mau hubungan kita seperti drama korea? " tanya Rudi kembali.


"Hehe bisa aja deh Mas Rudi." kata Iren menunduk karena tersipu malu.


"Tapi aku bisa kasih kamu lebih dari drama korea itu Ren." ucap Rudi menggenggam tangan Iren sambil tersenyum.


Iren hanya membalasnya dengan senyuman yang manis, yang membuat Rudi semakin tidak ingin membalikkan pandangannya.

__ADS_1


***


Iren yang mengira akan diajak oleh Rudi untuk menemaninya ke acara keluarganya, merasa sangat bahagia. Iren terus memandang ke arah Rudi, tetapi membalikkan pandangannya saat Rudi balas memandanginya.


"Kamu kenapa sih? Senyum-senyum gitu?" tanya Rudi memandang Iren, memulai pembicaraan.


"Ah.. Enggak apa-apa kok hehe." jawab Iren tersipu malu.


Rudi memegang tangan Iren dan menariknya ke arah bibirnya lalu menciumnya dengan lembut. Membuat Iren merasa salah tingkah.


"Enggak Mas Rudi.. Apaan sih!" sahut Iren malu-malu.


Wajah Iren memerah karena sangat malu-malu dengan perlakukan Rudi. Mereka saling memandang bergantian dengan penuh cinta. Rudi menarik tangan Iren agar menyandarkan kepalanya dipundak Rudi. Iren hanya mengikuti kemauan Rudi untuk bersandar dipundaknya.


Tak lama kemudian Iren merasa mengantuk, karena jarak Pantai Marina cukup jauh dari rumahnya. Butuh kurang lebih 3,5 jam perjalanan. Iren akhirnya tertidur dipundak Rudi. Rudi yang melihat Iren tertidur akhirnya menghentikan mobilnya sebentar untuk memasangkan sabuk pengaman pada Iren agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Rudi memindahkan kepala Iren ke sandaran kursinya, rambut Iren menutupi wajah Iren dan membuat Rudi langsung memperbaiknya. Rudi yang melihat wajah Iren yang tertidur sangat pulas itu merasa bahwa ia benar - benar tidak salah pilih.


"Iren begitu sempurna, begitu banyak orang yang mendekatinya tetapi dia memilih aku yang baru dia kenal. Aneh sih tapi baguslah hehe" batin Rudi sambil tersenyum tipis.


Rudi lalu semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Iren, Rudi tidak kuasa menahan dirinya. Ia membelai wajah Iren, menyentuh bibirnya dengan lembut dan menciumnya dengan sangat lembut. Iren pun terbangun karena merasa ada benda yang menempel dibibir kecilnya. Iren membuka mata, dia melototi Rudi yang terus ******* bibir manis Iren.


Iren mendorong bahu Rudi karena merasa sangat sulit bernapas. Rudi yang melihat reaksi Iren merasa terkejut, karena yang ia lihat tadi, Iren tidur cukup pulas. Rudi menggaruk hidungnya yang tak gatal sama sekali, ia merasa salah tingkah karena mencium Iren diam-diam.


"Eh.. Kamu bangun? Maaf tadi rambutmu aku perbaiki, lalu aku hmm." ucap Rudi terbata - bata.


"Enggak apa-apa Mas.. Aku tadi cuma kaget aja dan enggak bisa nafas makanya aku bangun hehe maaf yah kalau mas jadi kaget." kata Iren memotong pembicaraan Rudi yang tidak merasa keberatan dengan apa yang dilakukan Rudi padanya.


Rudi tersenyum malu, kemudian melanjutkan perjalanan mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2