
"Aku sudah membelikanmu nasi goreng, sekarang kita makan!"ajak Seno.
"Tuan, makasih ya!"sahut Arina
"Sama-sama,buruan makan!"ucap Seno.
"Tuan, sepertinya untuk beberapa hari kedepan saya boleh izin cuti kerja,"ujar Arina.
"Kamu memang lagi cuti kerja ,"sahut Seno.
"Bukan itu,Tuan. Maksudnya,saya ingin pulang kampung!"
"Saya akan katakan besok pada Tuan Tio!"ujar Seno.
...****************...
"Berikan saja izin dia sebulan, pastikan orang kita yang mengantarnya!"ucap Tio pada Seno bahwa ia menyetujui permintaan Arina untuk izin.
"Baik,Tuan. Saya akan sampaikan pesan anda!"ucap Seno.
Seno meninggalkan ruangan Tio. Panggilan telepon berdering,Tio mengangkat teleponnya ekspresi wajahnya terlihat kesal dan marah. Orang suruhannya belum menemui Rasti di mana,info yang di dapat bahwa wanita itu menetap di luar negeri tapi ada juga yang mengatakan setahun sekali dia kembali kesini.
"Bagaimana caranya aku bisa mendapat informasi tentang dia?"gumam Tio memijit pelipisnya.
Siang hari Seno datang mengunjungi Arina. "Tuan Tio mengizinkan mu cuti kerja sebulan!"ujarnya.
"Apa sebulan!"ucap Arina terkejut mendengarnya. "Kenapa lama sekali saya cuti?"ucapnya lirih.
"Itu bagus dong, bukannya senang,"sahut Seno.
"Itu kelamaan,apa bos ingin memecat ku secara tidak langsung?"tanya Arina keheranan.
Seno tertawa lalu berkata,"Gaji kamu tetap utuh!"
"Benarkah ini,Tuan!"sahut Arina dengan senang.
"Jika memang bos mau pecat kamu,dia akan suruh saya membawakan surat pemecatan dan gaji pesangon mu!"jelas Seno.
"Iya juga, sampaikan ucapan terima kasih saya kepadanya,"ujar Arina senang.
"Saya akan sampaikan.Ayo makan ,aku sudah membawakan nasi Padang untuk mu!"
"Terima kasih,Tuan!"jawab Arina.
"Bagaimana dengan lukamu?"tanya Seno sembari memasuki nasi kedalam mulutnya.
"Sudah mulai mengering."
"Oh,"sahut Seno ."Nanti sore kamu akan di antar sopir ke kampung!"jelasnya.
"Tuan, saya sungguh merepotkan!"ucap Arina menunduk.
"Ini perintah dari Tuan Tio,"tutur Seno.
Sore harinya Arina di antar sopir ke kampung halamannya, Tio sengaja tidak membiarkan Arina berpergian seorang diri menggunakan transportasi umum untuk menghilangkan Arina dari Reno.
Malam harinya di rumah Sarah tetap masih mendiamkan Tio,ia tidak begitu hangat seperti sebelumnya terlihat cuek dan cenderung diam.
"Sayang,aku bisa minta tolong buatkan teh?"pinta Tio pada Sarah yang sedang bercanda dengan Rangga di ranjang tidur.
"Jaga dia,aku akan buatkan!"ucap Sarah ketus.
Sarah pergi ke dapur membuatkan teh lalu kembali membawa teh buatannya dan meletakkannya di meja kecil di kamar tanpa bicara dengan Tio.
"Terima kasih,sayang!"ucap Tio.
Sarah hanya diam tak menjawab ucapan Tio.
"Sampai kapan kamu begini?"tanya Tio pelan .
Sarah membuang wajahnya lalu berkata,"Sampai bukti yang mengatakan jika Mas tidak bersalah!"
"Tapi aku tidak berbohong sayang,dulu kami sempat berpacaran tapi aku gak pernah ngelakuin itu,"jelas Tio .
"Kalau Mas tidak melakukannya,mana mungkin Reno meneror kita?"tanya Sarah kembali dengan mata mulai sendu.
"Aku akan buktikan kepada mu!" ucap Tio berlalu pergi meninggalkan kamar.
Tio lalu menghubungi Seno dan berkata,"Pertemukan aku dengan pemilik Salon 'Cantik' besok!"
"Maksud Tuan,istri dari Tuan Prama?"tanya ulang Seno.
"Iya,Tania teman Rasti. Aku yakin dia tahu tentang Rasti,"jelas Tio.
"Baik, Tuan!"
Tio pun menutup teleponnya dan kembali ke kamar melihat Sarah yang tertidur disamping Rangga. Tio pun mengangkat Rangga dan memindahkannya,ia juga memperbaiki selimut Sarah dan mengecup kening istrinya.
...****************...
"Selamat pagi Tuan Tio,"sapa Prama menyalaminya.
"Pagi juga ,"sapa Tio pada Prama dan istrinya.
"Ada apa anda meminta kami bertemu?"tanya Prama.
__ADS_1
Tio tersenyum lalu berkata,"Saya ingin meminta bantuan kepada istri anda?"
"Apa yang bisa saya bantu?"tanya Tania.
"Apa kamu tahu di mana Rasti?"
"Rasti? terakhir saya bertemu dengan dia empat tahun yang lalu setelah menjauh dari anda ,dia sempat dekat dengan pria bernama Danu Wijaya,"jelas Tania.
"Danu Wijaya pemilik diskotik jalan bunga?"tanya Tio kembali.
"Iya, setelah itu kami tidak pernah bertemu."
"Apa kamu tahu Rasti sudah memiliki anak?"
"Saya tahu tapi saya tidak tahu kapan dia menikah,dari penjelasan beberapa teman lainnya yang berjumpa reuni tahun lalu dia sudah berpisah dengan suaminya,"tutur Tania.
Tio menyedot jus dihadapannya,"Suami?"Tio mengernyitkan dahinya."Apa kamu tahu suaminya?"tanya Tio kembali.
"Saya tidak tahu,"jawab Tania.
"Maaf,Tuan Tio. Mengapa anda menanyakan dia?"tanya Prama begitu penasaran mendengar cerita istri dan rekan kerjanya itu.
"Rasti memfitnah aku,Tuan Prama!"ujar Tio.
"Apa?"Tania terkejut mendengar temannya memfitnah rekan kerja suaminya padahal ia tahu mereka dulu mempunyai hubungan dekat.
"Memangnya mengapa dia tega memfitnah anda?"tanya Prama.
"Entahlah,saya pun kurang tahu alasan dia. Makanya saya ingin berjumpa dengannya,"jelas Tio sedikit berbohong.
"Aku tidak menyangka dia seperti itu!"ucap Tania geram. "Coba anda tanyakan kepada Siska,dia pernah bekerja sama dengan Rasti membuka toko kue ,"lanjutnya memberikan kartu nama Siska.
"Baiklah,saya akan coba menghubunginya. Terima kasih atas bantuannya!"ujar Tio menyalami Prama dan Tania.
"Semoga masalah anda segera selesai,Tuan!"ucap Prama.
"Terima kasih,Tuan Prama!"ucap Tio tersenyum.
Prama dan istrinya pergi,Tio menghubungi Siska ternyata dia tidak tinggal di kota ini melakukan di kota sebelah. Tio pun akan bertemu dengannya esok hari.
Sementara Reno masih memikirkan keberadaan Arina,"Di mana dia?"batinnya."Apa dia sengaja menghindar?"ucapnya lirih mengisap rokoknya.
Lamunan Reno berhenti ketika mendengar suara ketukan pintu kamarnya,"Siapa?"teriaknya.
"Ini saya ,Tuan!"sahut pria paruh baya pelayan rumah.
Reno membukakan pintu kamarnya lalu berkata,"Ada apa?"
"Ada seorang pria mencari anda?"ujarnya.
Reno pun turun menemui pria yang dimaksud pelayannya lalu bertanya,"Ada info apa?"
"Kami sudah menemukan apartemen wanita itu tetapi saat saya bertanya kepada petugas keamanan, mereka mengatakan bahwa Nona Arina pergi membawa koper besar,"jelas orang suruhan Reno.
"Kemana dia?"batinnya."Ya sudah, kalian cari lagi dia sampai ketemu!"titah Reno.
"Baik,Tuan!"
"Arina sampai kapanpun,aku akan tetap mencarimu!"gumam Reno geram.
...****************...
Cuaca hari ini cukup cerah,Sarah melakukan aktivitas harian sebagai seorang ibu ia pun menjemur Rangga di taman rumah. Tio bersiap akan pergi walau hari ini adalah hari libur, Sarah masih terlihat cuek.
"Sayang,aku akan berangkat ke luar kota,"ujar Tio.
"Hmm.."
"Sayang, jangan begitu dong !"ucap Tio memohon.
"Mas,telah membohongiku!" Sarah menekankan kata-katanya.
"Aku akan buktikan kalau semua ini hanya fitnah!"ujar Tio berlalu pergi.
Tio pun pergi ke kota sebelah menemui Siska,dia berharap Siska tahu di mana Rasti. Perjalanan menuju restoran Siska membutuhkan waktu satu jam. Tio dan Seno tiba di restoran Siska,"Selamat pagi,Nona Siska!"sapa Tio mengulurkan tangannya.
"Selamat pagi ,Tuan!"Siska pun membalas uluran tangan Tio begitu sebaliknya dengan Seno.
"Ada yang bisa saya bantu?"tawar Siska.
"Begini,Nona Siska. Apa anda mengenal wanita yang bernama Rasti Hadinata Kusuma?"tanya Tio.
"Saya mengenalnya,kami sempat membuat toko kue bersama tetapi karena ada masalah pribadi saya tidak melanjutkannya,"ungkap Siska.
"Masalah pribadi? Kalau saya boleh tahu masalah apa?"tanya Tio.
"Maaf,Tuan. Saya tidak bisa menjelaskannya,"ucap Siska.
Tio tersenyum tipis lalu berkata,"Tidak apa-apa ,Nona. Lalu apakah anda mengenal Danu Wijaya?"
Wajah Siska langsung berubah ketika mendengar nama itu,dia pun berucap,"Dia mantan kekasih Rasti!"
"Apa kami bisa bertemu dengannya?"ujar Tio.
"Saya tidak mau lagi berhubungan dengannya,"ujar Siska.
__ADS_1
"Maaf,mengapa?"tanya Tio penasaran.
"Karena dia, aku dan Rasti menjadi musuh,"ucap Siska.
Tio dan Seno saling berpandangan,lalu Tio menanyakan lagi,"Mengapa begitu?"
"Rasti sering membawa Danu ke toko kue,dia juga sering pulang dalam keadaan mabuk dan saya juga sempat mendengar kalau mereka sering tidur bersama. Selama ini Rasti tinggal bersama dengan pelayan sedangkan kakak dan orang tuanya di luar negeri karena papanya Rasti harus berobat walaupun sekarang papanya sudah tiada .Keluarga mereka tidak menyukai Danu. Kakaknya selalu menyuruh saya untuk menasehatinya tapi Rasti malah marah dan benci pada saya,dia menganggap saya suka dengan Danu padahal saya tidak memiliki rasa apapun terhadap Danu,"ujar Siska begitu jelas membuka rahasianya."Maaf, kalau saya tahu anda siapanya Rasti?"tanyanya.
"Saya mantan kekasih Rasti!"ucap Tio.
"Jadi kamu Tio Mahendraya?"tanya Siska sedikit terkejut.
"Mengapa Nona tahu?"tanya Tio mengernyitkan keningnya.
"Rasti pernah cerita tentang Tuan. Saya tidak terlalu mengenali dari awal anda mengajak bertemu, saya cuma berpikir mungkin namanya saja yang sama ternyata tebakan awal saya benar,"tutur Siska tersenyum .
"Jadi tujuan Tuan ke sini untuk apa?"tanya Siska.
"Saya ingin bertemu dengan Rasti atau Danu!"ungkap Tio.
"Rasti tinggal di luar negeri bersama dengan anaknya,setahun sekali dia pulang,"ujar Siska.
"Apa Nona tahu siapa ayah dari anaknya?"tanya Tio.
"Saya kurang tahu,cuma terakhir sebelum Rasti hamil dia sering bersama Danu. Saya berpikir jika itu anak Danu cuma dia tidak ingin keluarganya tahu,"ungkap Siska.
"Apa kamu bisa mempertemukan kami dengan Danu?"tanya Tio memohon.
"Tapi,saya .."
"Tolong saya,Nona!"pinta Tio.
"Alasannya apa Tuan memaksa ingin bertemu Danu?"tanya Siska bingung.
"Saya di fitnah, Rasti mengatakan pada kakaknya jika saya yang menghamilinya . Kami hanya dekat sebulan setelah itu saya ke luar negeri dan tidak pernah berkomunikasi lagi!"ujar Tio.
"Saya sudah tahu tapi tentang ayah dari anaknya Rasti dia tertutup,ia hanya mengatakan jika keluarganya menyetujui hubungannya dengan anda,"jelas Siska begitu rinci."Saya akan membantu Tuan bertemu dengan Danu!"tawarnya.
"Terima kasih,Nona!"ucap Tio senang. "Kapan kita akan bertemu dengannya?"tanyanya bersemangat.
"Saya tidak bisa ikut ke kota anda,saya akan menghubungi teman saya yang kebetulan bekerja di diskotik milik Danu ,dia yang akan mempertemukan anda dengannya!"tutur Siska.
"Kalau begitu terima kasih,Nona!"ucap Tio.
"Terima kasih,Nona. Kami permisi pulang!"pamit Seno tersenyum ramah.
"Sama-sama,Tuan!"ujar Siska.
Tio dan Seno kembali ke kota mereka,Siska sudah menghubungi temannya.
"Apa kamu sudah rekam pembicaraan kita tadi?"tanya Tio.
"Sudah ,Tuan!"
"Bagus, ini akan menjadi bukti!"ujar Tio tersenyum.
Sore harinya Tio dan Seno menuju alamat yang diberikan oleh temannya Siska.
"Apa anda yang bernama Tio?"ujar pria bertubuh besar yang usianya lebih tua dari Tio.
"Iya,saya Tio!"ucap Tio membuka kacamatanya.
"Silahkan duduk! saya akan panggilkan Tuan Danu,"ucapnya.
Tak lama kemudian Danu keluar dari ruangan pribadinya di diskotik lalu menghampiri Tio,"Siapa kalian?"
"Perkenalkan nama saya Tio!"ujar Tio
"Saya Seno,"ucapannya tersenyum.
"Ada perlu apa ?"tanya Danu tanpa basa-basi.
"Apa anda mengenal Rasti Hadinata Kusuma?"
Wajah Danu terlihat marah mendengar nama wanita itu,"Kami tidak pernah bertemu lagi!"ucapnya dingin.
"Apa anda tahu jika Rasti memiliki anak ?"tanya Tio.
Danu menatap tajam Tio lalu berkata,"Saya tidak tahu. Terakhir kami bertemu kurang lebih tiga tahun yang lalu!"
"Jadi anda tidak tahu jika dia mengandung anak kalian!"ujar Tio.
"Maksud anda, Rasti mengandung anakku?"
"Benar sekali, Rasti mengatakan pada keluarganya jika saya yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya padahal kami terakhir bertemu empat tahun yang lalu. Bagaimana mungkin dia hamil anakku,"ungkap Tio .
"Jadi selama ini dia membohongiku,"geram Danu. "Dia mengatakan sudah menikah dan keluarganya memang tidak menyetujui hubungan kami,"jelas Danu menahan amarah. Dia memang pernah tidur dengan Rasti.
"Anda bisa katakan pada kakaknya,jika anda yang harusnya bertanggung jawab ."
"Kakaknya membenciku!"ucap Danu lirih.
"Jadi anda membiarkan anak Rasti tidak mengetahui siapa ayah kandungnya,"ucap Tio memanaskan suasana hati Danu dan Seno hanya mendengar serta merekam pembicaraan mereka.
"Tidak, bagaimana pun dia darah daging ku!"ujar Danu menahan emosi."Aku akan menemui kakaknya!"lanjutnya.
__ADS_1