
"Apa kau tidak bisa mengucapkan terima kasih?" sindir Raka saat Feli hendak membuka pintu mobil.
"Haruskah?" tanyanya balik dengan nada dingin tanpa menatap.
"Ya, tidak harus 'sih!" jawab Raka.
"Kalau begitu, aku turun!" Feli membuka pintu mobil dan berjalan menuju apartemennya.
"Dari dulu tak pernah berubah!" gumam Raka.
Lain tempat, di kediaman Satria. "Pasti pria itu suruhan Kesya!" tebak Agnes.
"Dari mana kamu tahu?"
"Aku hanya menebak saja, hanya dia yang tak suka dengan pernikahan kita," jawab Agnes.
"Perlahan pasti kita akan mengungkapkan kejahatan Kesya," jelas Satria.
...****************...
"Pagi, Satria!" sapa Kesya saat memasuki ruangan kantor mantan kekasihnya itu.
"Kau!"
"Jangan terkejut begitu," ucap Kesya santai.
"Kenapa kau datang lagi ke sini?"
"Aku ingin bertemu denganmu!"
"Sudah berapa kali ku katakan aku sudah menikah," ucap Satria tegas.
"Tapi aku begitu tergila-gila padamu," Kesya duduk di sofa dengan kaki dinaikkan ke atas meja tamu.
"Pantas saja, sampai kau menyuruh orang lain untuk meneror istriku," Satria menaikkan sudut bibirnya.
"Itu belum seberapa, aku bisa saja membuatnya terluka dan membuatmu bersedih," Kesya berucap tenang dan santai.
"Aku tidak akan tinggal diam," Satria mulai terpancing emosinya.
"Aku harus pergi dan tunggu saja kejutan dariku, Satria!" ia menatap pria itu dengan tersenyum. Ia berjalan keluar meninggalkan ruangan kantor milik Satria.
"Dia sudah keterlaluan," geramnya.
Satria pun menelepon Felicia untuk datang ke rumahnya dan menyuruh petugas keamanan berjaga-jaga.
Setelah mendapatkan telepon dari Satria, Felicia segera menuju ke rumah atasannya itu.
"Saya tidak ada rencana keluar hari ini. Kenapa kau di sini?" tanya Agnes sesampainya Feli di rumahnya.
"Saya di suruh Tuan Satria, Nona!"
"Untuk apa?"
"Untuk menjaga Nona."
"Pasti Satria mendapatkan ancaman lagi?"
"Saya tidak tahu, Nona."
Di tengah percakapan antara Feli dan Agnes, seorang pelayan memberikan sebuah paket.
__ADS_1
"Dari siapa?" tanya Agnes.
"Saya tidak tahu, Nona!"
"Biar saya saja yang buka, Nona!" ucap Feli.
"Ini paket untuk saya!"
"Apa Nona berbelanja online?"
"Tidak."
"Sini paketnya!" Feli meminta pada pelayan Agnes dan wanita itu memberikannya.
Perlahan ia membuka kotak itu ternyata sebuah pakaian kemeja yang sudah robek.
"Apa isinya?" tanya Agnes.
Feli pun memberikannya pada Agnes.
"Apa maksudnya ini?"
"Saya juga tidak tahu, Nona."
Agnes segera menelepon suaminya dan memberitahukannya.
Setelah mendapatkan telepon dari istrinya, ia menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya. "Dia menepati ucapannya!" gumamnya.
...****************...
Felicia sengaja datang ke rumah Raka, kebetulan hari ini adalah libur kerja. Kemungkinan pria itu akan di rumah.
"Tentunya ingin bertemu kau!"
"Cepat katakan tujuanmu ke sini!"
"Menyerahlah!"
"Apa menyerah?"
"Iya, aku akan membantumu untuk terbebas dari hukuman," janji Felicia.
"Aku tidak akan berkata jujur," Raka menekankan kata-katanya.
"Raka!"
"Cukup Feli, jangan campuri urusanku!"
"Ini tetap menjadi urusanku!"
"Kau ingin menangkap ku?"
Feli memegang tangan Raka dengan cepat dan membalikkan tubuh pria ke arah tembok. "Aku bisa saja membawamu!"
Raka membalikkan tubuhnya hingga membuat jarak yang dekat diantara keduanya. "Coba saja kalau kau bisa," tantangnya.
Feli mendorong tubuh Raka, ia mulai melayangkan pukulan ke wajah pria itu.
Dengan cepat Raka menghindar, ia berusaha tak membalas serangan Felicia. Perkelahian tak terhindar, pria itu berhasil menangkis pukulan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.
Hingga akhirnya, Raka berhasil membuat Felicia jatuh di atas tubuh dirinya. Ia segera berdiri dan tak mau berlama-lama menatap wajah pria itu.
__ADS_1
Raka lalu duduk dan berkata,"Aku tidak akan menyerah sebelum membalas semuanya!"
Felicia membersihkan pakaiannya dengan tangannya, lalu bersedekap dada. "Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh mereka!"
"Kau hanya jadi penghalang aku saja!"
"Sampai kapanpun aku tidak ingin membuatmu dalam masalah," ucap Felicia.
"Apa kau masih mencintaiku?"
Felicia menatap Raka dengan tajam. "Ini tidak ada hubungannya dengan perasaan," ucapnya.
"Lalu, kenapa kau menghalangi rencanaku?"
"Karena aku bekerja untuk mereka," jawab Felicia.
"Aku juga bekerja untuk Kesya," ucap Raka.
"Tapi kau juga bekerja di perusahaan milik Tuan Satria," tutur Feli.
"Aku sengaja, agar lebih mudah mencari kelemahannya!"
"Kau sungguh egois!"
"Aku begini juga karena mereka!"
"Ini tidak ada hubungannya dengan kematian adikmu Leo," ucap Felicia.
"Jelas ada, Feli!"
"Wanita itu pergi meninggalkan Leo!"
"Kau salah!"
"Salah?"
"Leo tidak menyukai Agnes, tapi dia jatuh cinta pada Kesya!"
"Apa!"
"Kau tidak percaya?"
"Tidak mungkin, Leo selalu bercerita tentang wanita itu," jelasnya.
"Aku melihat Leo berbicara dengan Kesya dan mengungkapkan perasaannya saat di hotel," ungkap Felicia.
"Tapi di kolam renang saat itu yang ada Agnes," ujar Raka.
"Dia hanya menolong Leo, ia tidak tahu kalau saat itu ada Kesya," ucap Feli.
"Kenapa kau tidak memberitahuku?"
"Kau tidak pernah mau mendengarkan penjelasanku," jawab Felicia. "Kau hanya fokus pada Leo," lanjutnya lagi.
"Jadi, Kesya yang mendorong Leo?"
"Iya!"
"Apa kau punya bukti?"
"Aku tidak memiliki bukti, tapi ku berharap kau segera memikirkan ulang rencanamu!" Feli meninggalkan rumah Raka.
__ADS_1