Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Penolakan


__ADS_3

"Bu..!"panggil Reno melihat ibunya melamun.


"Oh,maaf ! silahkan dilanjutkan lagi makannya,"ucap Marni


Mereka pun melanjutkan makannya lagi,namun ibu sedikit lebih diam dan tak bertanya lagi seperti tadi. Selesai bertemu Reno mengantar Arina pulang di tengah perjalanan,ibu mengirimkan pesan kepada Reno agar nanti kembali lagi ke rumah ia sepulang mengantar Arina. Reno pun menuruti perintah ibunya.


"Ada apa menyuruhku kembali,Bu?"


"Jauhi wanita itu!"perintah Marni dingin.


"Mengapa? bukannya Ibu tidak pernah melarangku dekat dengan siapapun asal aku bahagia?"cecar Reno kesal.


"Ibu tidak mau mempunyai menantu yang ayahnya adalah mantan suami tantemu,"sentak Marni.


"Maksud Ibu apa?"


"Ayahnya mantan suami Mirna karena dia tantemu meninggal,"ungkap Marni sedih.


"Mungkin salah orang,Bu!"ucap Reno.


"Ibu tidak salah orang dari tempat tinggal dan nama kedua orang tuanya membenarkan bahwa mantan suami Mirna adalah ayah Arina!"jelas Marni.


"Memangnya mengapa jika aku dan Arina bersama?"tanya Reno.


"Ibu tidak menyetujuinya,ayahnya yang maksa mempertahankan bayi di dalam kandungan Mirna, padahal kata dokter resikonya besar. Belum genap setahun kepergian Mirna,ia malah menikah lagi dengan mantan pacarnya,"ucap Marni berlinang air mata."Ibu,mohon jauhi dia!"pintanya terisak.


"Bu,aku mencintainya!"ucap Reno lirih.


"Kalau kamu masih ingin bersamanya, jangan harap Ibu akan hadir di pernikahanmu!"ancamnya.


...****************...


Pagi harinya di kantor,Arina tersenyum bahagia.


"Senyum aja dari tadi?"tanya Seno.


"Eh,Tuan. Tumben datang sepagi ini?"tanya Arina.


"Ada rapat dadakan. Apa kamu tahu kita akan bekerja sama dengan perusahaan Hadinata,"tutur Seno .


"Benarkah?"tanya Arina semangat.


"Semangat sekali kamu mendengar nama Hadinata?"tanya Seno menyelidiki.


"Ehm..bagus dong kita bisa bekerja sama dengan mereka,"jelas Arina sedikit kikuk.


"Ya sudah kamu siapkan apa saja yang dibutuhkan,saya mau menjemput Tuan Tio,"ujarnya.


Di rumah Tio bersiap akan berangkat ke kantor.


"Mas,kapan Satria mulai bekerja di perusahaanmu?"


"Mulai hari ini,ia akan bekerja di perusahaanmu!"ucap Tio.

__ADS_1


"Perusahaanku? itu milikmu,Mas?"


Tio tersenyum,"Iya milikku,tapi juga milikmu?"


"Semoga saja Satria bisa memimpin perusahaan sesuai keinginannya,"ucapnya lirih.


"Cepat atau lambat ia juga yang akan memimpin perusahaan Papa Setya karena Wisnu juga akan menggantikan posisi Mayang di perusahaannya,"jelas Tio. "Aku berangkat,Seno sudah menunggu kami hari ini mau rapat dengan perusahaan Hadinata,"lanjutnya.


"Mas,kamu harus hati-hati!"ucapnya.


Tio menatap heran Sarah.


Karena mendapat tatapan heran dan bingung,Sarah berucap,"Dia pernah menjadi musuh kamu,aku takut saja dia akan mengulangi lagi!"


Tio terkekeh pelan,"Aku yakin dia tidak seperti itu!"


Sarah mengerucutkan bibirnya lalu berkata lagi dengan nada menyindir,"Aku lupa ternyata dia dulu hampir menjadi kakak iparmu!"


Tio tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Cinta kamu selalu!"ciumnya di kening Sarah."Aku berangkat!"Tio pun mencium pipi Rangga di gendongan istrinya.


Rapat pun di mulai di kantor,Arina mempersiapkan segala berkas dan sempat bertegur sapa dengan Reno dan asistennya. Namun Reno terlihat dingin dan cuek saat Arina tersenyum. Sampai rapat usai pun ia tetap cuek akhirnya mereka makan siang bersama.


Arina terus mencoba mengalihkan perhatiannya,agar tidak terlalu berharap lebih dari Reno. Sikap dingin dan cuek Reno di hadapannya itu di tunjukkan karena berpura-pura atau sekedar ingin menjauh.


Wajah Arina terlihat mendung saat Reno tidak mengucapkan sepatah dua kata pun pada dirinya,hanya ada asisten wanitanya yang menyapanya.


Tio yang melihat Arina sendu berkata,"Mungkin dia masih sakit hati denganmu?aku akan coba bicara dengannya soal kejadian yang kemarin."


"Benar kamu tidak butuh bantuanku?"tawar Tio.


"Benar,Tuan!"jawabnya menyakinkan.


"Ya sudah,ayo kita kembali ke kantor!"ajaknya pada dua karyawannya.


Menjelang sore hari,Mischa mendatangi kantor Reno.


"Sore,sayang!"sapanya pada lelaki yang pernah mengisi hatinya itu sampai sekarang.


"Sore juga!"jawab Reno ketus."Ada apa kemari?"tanyanya dingin.


"Aku bawakan kue untuk kamu,aku sengaja belajar masak,"jelas Mischa namun di potong oleh Reno.


"Tidak perlu repot memasak untukku,kamu bisa berikan kepada lelaki yang mencintaimu!"ungkap Reno tanpa memandang Mischa.


"Aku masih mencintaimu,Reno!"ucapnya lirih.


"Maaf,Mischa. Aku harus segera pulang!"ucapnya berdiri mengambil jas dan kunci mobil.


Lagi-lagi Mischa gagal mengambil hati Reno, akhirnya ia membawa kuenya lagi dan menelepon seseorang. Mereka bertemu di kafe.


"Sudah capek masak,dia tak mau mencoba mencicipinya walau sedikit,"keluhnya.

__ADS_1


"Aku sudah bilang padamu tinggalkan saja lelaki seperti itu!"usul teman Mischa.


"Aku mencintainya,"ucapnya lirih.


"Tapi dia tidak membalasnya atau memang dia sudah memiliki kekasih,"ujar teman Mischa.


"Iya,dia punya calon istri tapi belum tentu ibunya menerima wanita itu!"ungkapnya.


"Aku bisa bantu kamu, menyingkirkan wanita itu,"ujar temannya mengusulkan saran.


"Aku tak mau menyingkirkannya dengan cara yang kejam atau menyakiti dirinya,"tolak Mischa.


"Kamu tenang saja,aku pastikan dia akan pergi jauh dari kota ini!"ucap teman Mischa tersenyum jahat.


"Terserah kamu,tapi aku tidak mau terlibat masalah apa lagi harus menyakiti dirinya yang ada Reno akan menghancurkanku!"ucapnya bergidik ngeri.


Malam harinya,Arina mencoba mengirimkan pesan kepada Reno namun hanya di baca tanpa di balas.


Ia mencoba menghubungi tapi tidak di angkat.


"Apa aku salah terlalu berharap lebih padanya?"gumam Arina.


Di lain tempat di hari dan jam yang sama, Reno menghisap rokoknya."Mengapa Ibu melarangku bersatu dengannya? Arina wanita yang jauh berbeda dengan wanita lainnya yang hanya mengincar hartaku ,"gumamnya.


...****************...


Mischa begitu semangat datang ke rumah Ibu Reno,ia ingin mengetahui siapa wanita yang telah mengisi pujaan hatinya.


"Selamat pagi,Tante!"sapanya memeluk tubuh wanita yang telah melahirkan tambatan hatinya.


"Pagi juga!"


"Tante,aku bawakan kue untukmu. Aku baru belajar buat kue, semoga saja suka!"ucapnya berharap wanita paruh baya di hadapannya itu menyukai kue buatannya.


Ibu memotong kue pemberian Mischa dan mencobanya,"Enak!"ucapnya tersenyum lebar.


"Terima kasih,Tante!"ucap Mischa."Kemarin sore aku ke kantor Reno dan membawa kue tapi ia menolaknya,"ucap Mischa bersedih.


"Kamu yang sabar ya,Nak!"ucap Marni menguatkan.


"Apa Tante tahu siapa calon Reno?"tanya Mischa antusias.


Marni terdiam sejenak lalu berucap,"Tante tahu, kemarin dia membawa wanita itu kemari!"


Wajah Mischa terlihat kecewa karena Reno sudah mengenalkan kekasihnya pada Marni.


"Dia sekretaris di perusahaan Jaya Grup kalau tidak salah namanya Arina,"jelas Marni.


"Apa Tante setuju?"tanya Mischa penasaran.


Marni menggelengkan kepalanya."Ada suatu hal,Tante tidak menerimanya!"ujarnya.


Wajah Mischa terlihat senang mendengarnya,ia tak peduli alasan Marni menolak wanita itu. Bagi dirinya masih ada harapan bersama dengan Reno.

__ADS_1


"Berarti Mischa masih bisa bersama dengan Reno,"ucapnya berharap.


Marni tertawa kecil melihat Mischa,"Kalau berjodoh pasti bersama!"tuturnya.


__ADS_2