Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Sindiran Lewat Lagu


__ADS_3

Ikrar suci pernikahan telah diucapkan. Mischa mencium tangan suaminya dan mereka berfoto bersama keluarga. Marni tampak bahagia melihat anaknya menikah.


Tak lupa Tio dan Sarah memberikan selamat kepada pasangan pengantin baru.


"Selamat, selalu bahagia!"ujar Sarah tersenyum memeluk Mischa .


"Terima kasih, atas doanya!"jawab Mischa.


Mereka pun berfoto bersama sebelum meninggalkan gedung. Tio menggandeng tangan Sarah keluar gedung.


"Mas,istri Reno itu seorang model 'ya?"tanya Sarah.


"Iya,dia bintang iklan. Perusahaan aku juga pernah pakai dia sebagai modelnya,"jelas Tio.


"Oh, pantes. Seperti tidak asing,"tutur Sarah. "Tapi kelihatan dia tak bahagia?"tanyanya kembali.


"Kalau tidak bahagia,mengapa dia memilih Reno?"tanya Tio balik.


"Memangnya aku dulu bisa memilih menikah dengan kamu atau tidak?"tanya Sarah jengkel.


Tio menatap istrinya itu dan berkata,"Tidak juga tapi 'kan akhirnya kita berjodoh!"


"Apa mereka juga dijodohkan?"


"Entahlah, yang penting mereka bahagia seperti kita."Jawab Tio tersenyum kemudian mencium punggung tangan istrinya.


Malam harinya Arina mengajak Rayyan menghadiri undangan Reno. Dia tidak tahu kalau Rayyan dan Mischa berteman.


"Kamu yakin hadir di acara itu?"tanya Rayyan lagi.


"Kalau aku tidak yakin untuk apa ajak kamu,"gerutunya.


"Wah, kamu sengaja bawa aku biar sekalian memperkenalkan kepada mantan kekasihmu itu!"ujar Rayyan meledek.


"Iya,aku sengaja. Biar terlihat bahagia. Puas kamu!" ucap Arina kesal.


Rayyan tergelak mendengar ucapan Arina.


"Ayo,kita berangkat!"ajak Arina.


Mereka pun pergi ke gedung tempat resepsi pernikahan Reno dan Mischa diselenggarakan. Sesampainya di sana Arina terlihat tampak lebih tegar.


Rayyan merasakan wanita yang disampingnya perasaannya tidak baik-baik saja.


"Kita bisa pulang,kalau kamu tidak kuat!"ajak Rayyan.


"Tidak,aku baik-baik saja!"sahutnya tersenyum.


Iring-iringan pengantin memasuki gedung. Reno dan Mischa berjalan pelan menuju pelaminan di dalam gedung. Mata Mischa tertuju kepada dua sosok yang berdiri di sisi kanannya bersama dengan tamu lainnya.


"Dia bersama wanita itu! Jadi selama ini mereka dekat,"batinnya berkata.


Sementara itu Arina membuang wajahnya saat Reno melihatnya dari atas pelaminan. Rayyan mengetahui wanita di sampingnya itu mendapat tatapan dari sepasang pengantin.


"Aku akan bernyanyi untukmu,"Bahu Rayyan menyenggol bahu Arina.


"Memangnya kamu bisa bernyanyi?"tanya Arina mengejek.


"Kamu duduk di sini dan lihat aku bernyanyi,"ujar Rayyan.


"Baiklah,aku akan mendengar kamu bernyanyi!"sahut Arina tersenyum.


Rayyan pun berlari ke arah panggung dan bernyanyi. Ia memetik gitar dan tersenyum ke arah Arina. Kemudian tatapannya ke arah sepasang pengantin. Ia pun mulai bernyanyi.


Ku tak bahagia

__ADS_1


Melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka


Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


Aku terluka


Melihat kau bermesraan dengannya


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa


Harusnya yang kau pilih bukan dia


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia dengannya


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa


Harusnya yang kau pilih bukan dia


Ho-wo-oh


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa


Harusnya yang kau pilih bukan dia


Tepukan tangan para tamu undangan mengakhiri penampilan Rayyan tapi tidak dengan Arina dan sepasang pengantin. Mischa terdiam menangis dalam diam sedangkan Arina memilih meninggalkan acara.


Rayyan yang melihat Arina pergi menyusulnya. Ia mempercepat langkahnya.


"Aku mau pulang!"ucap Arina.


"Kita belum memberi ucapan kepada pengantinnya," ujar Rayyan.


Arina tak menjawab malah berlalu.


"Hei,kamu bilang sudah move on tapi malah begini!"ujar Rayyan memegang lengan Arina.

__ADS_1


"Kamu mau antar aku pulang atau tidak?"ucap wanita itu kesal.


"Baiklah,kita pulang sekarang!"jawab Rayyan.


Mereka pun akhirnya pulang,di mobil Rayyan kembali bertanya,"Kenapa diam?"


Arina menatap ke arah Rayyan,"Kamu tuh bikin aku kesal, ngapain nyanyi lagu itu? Kamu mau menyindir aku gitu?"tanyanya jengkel.


"Bukan begitu,cuma lagu itu yang ku hapal."Rayyan berkelit.


"Alasan aja!"ucap Arina.


"Benar,aku tidak bohong! Padahal tadi aku belum makan semua hidangannya,"tutur Rayyan.


"Makan aja di rumah atau beli ,"ucap Arina ketus.


Sementara itu di pesta pernikahan Reno dan Mischa, wanita yang menjadi istrinya terlihat lebih banyak diam dari awal acara. Selama ini Mischa adalah sosok periang dan cerewet.


"Kamu kenal dengan pria yang bersama dengan Arina?" tanya Reno berbisik.


Mischa menggelengkan kepalanya.


"Aku lihat kamu dari awal dia datang sampai ia bernyanyi terus menatapnya,"ucapnya lirih.


"Aku tidak kenal,"ucap Mischa pelan tapi penuh penegasan."Mantan kekasihmu datang tapi mengapa ia tidak memberikan kita ucapan selamat?"tanya Mischa kembali.


"Lebih baik ia tidak memberikan ucapan agar kau tidak sakit hati,"ucap Reno dingin.


Acara resepsi pun selesai, semua tamu undangan telah bubar . Keluarga pun telah kembali ke kamar mereka masing-masing termasuk pasangan pengantin baru.


"Kamu tidak mandi?"tanya Mischa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Reno tidak menjawab dan sibuk dengan ponselnya. Mischa pun merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


"Jangan harap berlebih padaku!"ucap Reno.


"Iya,aku tidak akan meminta lebih dari ini."Mischa berucap dan berusaha tegar.


Reno pun ke kamar mandi membersihkan diri,saat tubuh suaminya menghilang Mischa menangis ia menumpahkan air matanya pada bantal.


"Sesakit ini rasanya mencintai tapi tak dicintai, dinikahi tapi tak dianggap!"batinnya berucap.


Pintu kamar mandi terbuka, Mischa segera menghapus air matanya dan pura-pura memejamkan matanya.


Reno yang baru keluar kamar mandi mendengar suara isak tangis lirih. Ia melihat bantal Mischa basah.


"Hei,jangan menangis!"sentak Reno.


Mischa menutup wajahnya dengan bantal. Reno mengangkat bantal yang menutupi wajah istrinya itu. "Kita baru menikah jangan sampai orang menganggap aku suami yang kejam,"ucap Reno.


Mischa semakin mengencangkan tangisannya.Reno menggaruk kepalanya karena bingung.


"Mischa sudah dong , tangisannya nanti aja dilanjutkan di rumah. Aku gak mau besok pagi, mereka melihat matamu bengkak!"tutur Reno.


Mischa berhenti menangis,ia duduk dan menghapus air matanya.


"Dengarkan aku,kamu menangis darah pun. Perasaan aku tidak pernah berubah!"ucap Reno tegas.


"Kalau kamu tidak menginginkan ini, kenapa mau melanjutkan pernikahan ini?"tanya Mischa dengan lantang.


"Aku lakukan ini semua karena Ibu dan kamu melakukan ini juga karena utang orang tuamu!"jawab Reno dingin.


"Dari mana kamu tahu?"tanya Mischa gugup.


Reno menyunggingkan senyum sinisnya,"Apa yang tidak ku ketahui tentang kamu?"

__ADS_1


Mischa menelan saliva dan membatin,"Apa dia tahu Rayyan adalah temanku dan juga menyebabkan Arina lumpuh?"


__ADS_2