Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Bertemu pria misterius


__ADS_3

"Tuan,Nona Arina tadi melihat seorang pria mencurigakan dan kami mencoba mengejar pria itu tapi kehilangan jejak,"ungkap salah satu pengawal .


"Kalian tetap awasi sekitarnya dan periksa selalu barangnya yang masuk kedalam kamar Nona Sarah,"titah Seno.


Setelah memberikan perintah kepada para pengawal atasannya Seno kembali masuk ke ruangan rawat inap ia pun menghampiri Tio yang sedang mengupas buah dan berbisik,"Ada info baru,Tuan."


Tio tidak menjawab lalu ia menoleh ke arah istrinya,"Sayang, buahnya kamu yang lanjutkan kupas. Aku ingin berbicara sebentar dengan Seno."


"Baiklah ,Mas!"ujar Sarah tersenyum.


Tio mengecup kening istrinya dan pergi keluar menemui Seno."Katakan!"


"Arina melihat pria itu,"jelas Seno.


Tio memandang ke arah asistennya itu dengan wajah terkejut dan bingung.


"Dia melihat pria itu, menatap ruangan tempat Nona Sarah di rawat dan ia melihat juga kotak yang di bawa pria itu sama dengan yang di pegang pengawal kita!"ungkap Seno."Ia juga sempat berselisih dengan pria itu,"lanjutnya.


"Periksa CCTV !"titah Tio.


Mereka pun memeriksa kamera pengawas di rumah sakit,dari awal Sarah masuk . Mata mereka tertuju pada dua lelaki di hari yang berbeda,Tio merasa mengenali pria yang sempat bersitegang dengan Arina.


"Plat mobilnya tidak terjangkau kamera pengawas,Tuan!"tutur Seno.


"Hubungi Arina!"perintah Tio.


Seno pun menghubungi Arina ,tak lama kemudian Arina pun datang di sebuah kafe tidak jauh dari rumah sakit.


"Ada apa ,Tuan?"tanya Arina sedikit ketakutan.


"Aku hanya ingin bertanya dengan lelaki yang kau temui tadi siang,"jawab Tio.


"Saya tidak mengenalnya,Tuan!"ucap Arina gugup.


"Kamu tahu, pria itu yang selalu meneror keluarga ku!"ungkap Tio.


"Apa!"ucap Arina terkejut.


"Saya harap jika kamu berjumpa dengan pria itu,kamu segera melaporkan kepada kami,"ucap Tio.


"Tapi wajahnya tidak begitu jelas,Tuan."


"Suaranya pasti kamu ingat dan dari matanya kamu bisa mengenalinya,"ujar Tio.


"Baru juga sekali bertemu,mana saya ingat lagi,Tuan!"ucap Arina.

__ADS_1


"Tolong saya ,Arina ! saya yakin kamu bisa membantu kami,"pinta Tio.


"Baiklah,Tuan. Saya akan mencoba membantu,"tutur Arina.


"Terima kasih !"ucap Tio tersenyum begitu juga dengan Seno.


Arina pun kembali pulang ke apartemennya,"Ada aja masa aku harus mencari pria itu, dimana aku bisa menemukannya!"gumamnya.


...****************...


Pagi ini Sarah sudah bisa kembali ke rumah, persiapan kepulangan ibu dan anak itu di sambut begitu antusias oleh seluruh keluarga, mereka semua telah menunggu dan membawa hadiah . Kakek Tio pun turut hadir menyambut cicitnya.


"Maaf, Kakek baru bisa mengunjungi kalian!"ucapnya pada Sarah.


"Seharusnya kami yang mengunjungi Kakek,"jawab Sarah tersenyum.


Mereka pun berkumpul dan makan bersama di rumah Tio . Namun di tengah kebahagiaan mereka, seorang kurir mengantar sebuah paket lantas pengawal memberikannya kepada Seno,ia pun memeriksa paket tersebut kemudian menghampiri Tio dan berbisik,"Ada paket lagi!"


Tio pun keluar di susul Seno,ia pun membuka paket tersebut tanpa sepengetahuan Sarah dan keluarga lainnya.


"Dia ingin bermain dengan keluarga Mahendraya,"ucap Tio dengan wajah marahnya."Buang ini ,jangan sampai keluarga yang lain tahu terutama Sarah!"titahnya pada Seno.


Seno pun membuang paket berisi boneka yang sudah di robek dan setangkai bunga mawar layu.


Saat akan melangkah keluar dari area pemakaman matanya tertuju pada sesosok pria ia temui beberapa waktu lalu di rumah sakit,pria itu membuka masker dan kaca matanya."Kebetulan sekali dia muncul di sini,"gumamnya.


Pria itu menuju sebuah makam,ia meletakkan bunga dan berbicara penuh lirih,"Aku tak mengerti jalan pikirannya,ia tega mengkhianatimu dan menikahinya. Aku masih sakit hati dengan apa dia lakukan dengan Rasti."


"Makam siapa itu? "Arina membatin.


Pria itu menoleh ke belakang,Arina segera bersembunyi. Lalu pria itu pun pergi meninggalkan area pemakaman. Arina tetap mengikutinya tanpa sempat melihat nama di batu nisan tersebut. Pria itu memasuki mobilnya dan berlalu, Arina berusaha mengikuti mobil pria itu. Pria itu tersenyum jahat saat melihat mobil Arina dari kaca spionnya. Pria itu pun berhenti di sebuah kafe,Arina pun ikut berhenti juga.


"Aku harus menanyakan,apa alasan ia memata-matai Tuan Tio dan istrinya,"gumam Arina.


Pria itu duduk di salah satu meja dan memesan minuman. Arina pun juga melakukan hal yang sama, memperhatikan gerak gerik pria tersebut dari jarak jauh,pria itu masih di tempat duduknya dan bermain dengan gawainya. Setengah jam kemudian ia menghabiskan minumannya dan beranjak pergi, Arina pun ingin menyusul dan bergegas membayar minumannya namun pelayan kafe berkata,"Minuman anda sudah di bayar oleh pria yang duduk di ujung sana." Arina menoleh ke arah yang di tunjukkan pelayan dan ia juga menerima surat dari pria itu yang isinya 'kamu ingin bermain dengan ku juga!'.


Arina bergidik ngeri membaca kata-kata tersebut.


"Aku harus bertanya langsung dengannya, mumpung di sini ramai dia tidak akan macam-macam dengan ku,"batin Arina. Ia pun berjalan mempercepat langkahnya sebelum kehilangan jejak pria itu.


"Kamu tetap tidak menyerah juga!"ucap pria itu tahu jika Arina mengikutinya.


Arina yang mendengarnya menghentikan langkahnya dan berucap,"Siapa kamu?"


"Aku?"tanyanya balik.

__ADS_1


"Apa tujuanmu meneror keluarga atasanku?"tanya Arina tanpa basa-basi.


"Oh, ternyata kamu bekerja untuk dia!"ucap pria itu


"Kamu 'kan orang yang selalu mengirimkan paket di kantor dan di rumah Tuan Tio!"ungkap Arina.


"Iya,aku yang selalu mengirimkannya!"ucap pria itu dengan senyum liciknya.


Arina segera menghubungi Seno namun saat panggilan telepon tersambung,pria itu merebut gawai yang Arina kemudian membantingnya hingga rusak.


"Ikut aku!"paksa pria itu menarik tangannya.


"Lepaskan aku!"teriak Arina.


Semua mata tertuju pada mereka,pria itu berkata pada mereka yang memandanginya."Dia istriku!"


Mereka pun membubarkan diri .


Arina di paksa masuk kedalam mobil pria itu,"Sakit! lepaskan aku!"teriak Arina sambil memukul dada pria itu dengan tangan lainnya.


"Ini akibatnya jika kamu berani mengikuti permainan ku!"bentak pria itu.


Arina pun menangis,"Tolong ,lepaskanlah!"


"Cuma segini keberanianmu!"sentak pria itu.


"Dasar pria gila!"teriak Arina.


Mobil pun terus melaju,Arina mencoba menghalau pandangan pria itu agar menghentikan mobilnya dengan menguncang tubuh pria itu.


"Kamu mau kita celaka!"bentak pria itu.


Arina tidak mempedulikan kata-katanya hingga pria itu hilang kendali dan menabrak pohon. Arina yang berada di sampingnya terkejut dan pingsan, keningnya pun berdarah.


"Darah?dia pingsan,"ucap pria itu panik.


Warga yang melihat kejadian itu segera menolong dan membantu pria itu mencarikan rumah sakit terdekat.


Sesampainya ,dokter mengobati luka Arina. Pria itu pun meninggalkan Arina seorang diri setelah dokter mengatakan bahwa Arina baik-baik saja. Arina pun tersadar dan terbangun ia melihat sekitarnya.


"Auww!"Arina meringis kesakitan memegang keningnya."Kemana dia?"gumamnya.


Seorang dokter wanita menyapanya,"Nona tidak perlu khawatir,luka yang dialami anda tidak terlalu parah dan anda boleh pulang. Oh,ya ini ada surat dari teman pria anda dan semua biaya sudah di tanggung oleh teman anda!"jelas dokter menyerahkan sebuah surat dan tas.


Arina pun membuka surat tersebut dan membacanya 'aku harap kita tidak akan bertemu lagi dan jangan ganggu urusan ku'. Arina meremas surat tersebut dan membuangnya. "Dia mengancamku!"ucap lirih Arina.

__ADS_1


__ADS_2