Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Memaafkan


__ADS_3

Sarah ingin menyusul Tio namun langkahnya dihentikan oleh papa Hendra,"Biarkan, Nak!"


Sarah pun kembali duduk dan menemani mereka makan . Sepulang orang tua Tio,Sarah menghampiri suaminya dikamar dengan membawa makanan.


"Mas,kamu kenapa sih meninggalkan makan siang bersama?"ia meletakkan nampan makanan diatas nakas


"Aku gak mau melihat mereka!"


"Mereka itu orang tua kamu!"


"Orang tua ku cuma Ayah Ryan dan Ibu Lena,"ucap Tio penuh penegasan


"Mas,aku tau rasa kecewamu."


"Aku belum bisa memaafkan mereka!"isak Tio dipelukan istrinya."Aku belum bisa maafkan kata kata sakit hati yang keluarga papa katakan padaku,aku di bilang kakek bukan cucunya,mama ku gak sayang samaku dan aku di bilang pembawa sial karena aku lahir membuat papa menjauh dari mereka!"


Sarah semakin memeluk erat suaminya,"Ceritakan saja semuanya biar hatimu lega, ada aku yang selalu mencintaimu!"


"Nyatanya papa pergi meninggalkanku tanpa membawaku,mama dan papa memisahkan aku dengan adik kandungku!"Tio melanjutkan ceritanya.


Tak terasa air mata Sarah berlinang ia tahu bagaimana trauma masa kecilnya Tio membuat ia menyimpan rasa sakit yang sulit disembuhkan."Mama Maya pernah cerita padaku, hubungan mereka di tentang oleh keluarga papa Hendra tapi mereka nekat menikah tanpa restu. Mama Maya karyawan biasa di perusahaan keluarga papa Hendra karena itu mereka tidak menyukai Mama Maya. Mereka berpisah secara sah di mata hukum , Mama Maya tau ia hamil Tari tepat satu hari setelah keputusan perceraian dan papa Hendra gak tau itu. Tepat usia enam bulan kehamilan Mama Maya memberi tahu papa Hendra jika dia hamil tapi keluarga papa Hendra menuding Mama Tari selingkuh sehingga papa Hendra lebih mempercayai kata-kata saudaranya,"Sarah menjelaskannya.


"Aku harus bagaimana ?"tanya Tio.


"Maafkanlah,Mas ! Mama Maya itu sangat menyayangi mu dia selalu berdoa agar bisa bertemu denganmu!" Sarah menasehati suaminya.


"Aku benar-benar rindu dengannya!"ia teringat saat masih kecil waktu hujan turun mamanya memaksa berlari mengambil sedekah nasi dari seorang dermawan saat itu hanya dapat sebungkus dia memberikan semua pada Tio dan memilih tidak makan dan papa Hendra lagi berusaha mencari pekerjaan.


"Aku akan menemani mu menemui mereka!"


Tio menganggukan kepalanya tanda mengiyakan.


"Kamu makan deh dari tadi nangis aja ntar gak sanggup jika nangis lagi,"ejek Sarah.


"Sayang...!"Tio menatap tajam istrinya.


Malam harinya Tio dan Sarah datang kerumahnya mama Maya sebelumnya Sarah juga menghubungi papa Hendra.


"Aku yakin kamu bisa!"bisik Sarah menguatkan saat melangkah masuk ke rumah mama Maya.


Tio melangkahkan kakinya dirumah mama Maya kehadiran mereka sudah di sambut termasuk papa Hendra. Tio berlari menubruk tubuh mamanya."Maafin Tio ,Mah!"isak tangis mewarnai pertemuan mereka.


"Mama juga minta maaf!"ucap mama Maya terisak .


Tari,Sarah dan Hendra menangis terharu melihatnya.


"Maafkan Tio yang sudah kasar pada Mama dan buat Mama bersedih!"


"Mama tau kamu itu menyayangi kami,dari kamu tidak mengusir kami dari rumah ini dan tidak memecat Tari!"Maya memegang kedua pipinya dan mencium keningnya.


"Mama aku rindu!"ucap Tio yang tak berhenti mengeluarkan air matanya .


"Kami semua menyayangimu, Nak!"ucap Hendra.

__ADS_1


Tio menghampiri papanya dan memeluknya,"Aku rindu kalian!"


Tari pun berjalan mendekati kedua orangtuanya dan kakaknya."Kakak ! akhirnya aku punya saudara!"ucap Tari menangis haru dan memeluk tubuh Tio.


"Kamu adikku!"ujar Tio memegang wajah Tari dengan kedua tangannya.


...****************...


Pagi yang begitu indah bagi Tio akhirnya keluarga yang selama ini terpisah bertahun-tahun bersama lagi.


"Sayang ! terima kasih ya !"Tio mengecup kening istrinya saat membuka mata.


"Terima kasih ,apaan sih mas?"tanya Sarah heran.


"Terima kasih sudah jadi seseorang yang terhebat di hidupku!"


"Aku juga terima kasih sama kamu karena sudah memilihku!"ucapnya tersenyum hangat.


"Lanjut lagi yuk ,kayak tadi malam!"goda Tio.


"Capek ,Mas! kamu gak kasihan sama dia!"Sarah mengelus perutnya yang mulai buncit.


"Dia ngerti kok!"ucap Tio menaikkan dua alis matanya.


"Udah deh ,Mas ! kamu kerja sana dan antar aku ke tempat ibu!"


"Ibu kenapa?"tanya Tio khawatir.


"Ibu gak apa-apa,aku kesana mau kasih nama aja Mas!"ucap Sarah."Mayang kan mau nikah jadi mau bantu bagi-bagi undangan gitu."


"Siap suami ku!"


Sebelum ke kantor Tio mampir kerumah ayah ibu mengantar Sarah sekaligus mengambil beberapa undangan untuk dibagikan kepada rekan kerjanya.


"Seno kamu ke ruangan saya dan panggil juga Arina!"perintah Tio.


"Ada apa ya bos memanggil ku dan Arina?"batinnya.


Seno pun memanggil Arina,"Kamu dipanggil bos Tio!"


"Sekarang!" jawab Arina.


"Tidak usah banyak tanya!"ucap Seno dingin.


"Bos dan ajudannya sama aja !"Arina membatin.


"Ada apa Tuan, memanggil kami?"Seno membuka percakapan diruangan Tio.


"Tugas kalian membagikan undangan pernikahan Mayang kepada rekan kerja !"perintah Tio.


"Kami berdua bos!"tanya ulang Arina.


"Iya,kalian berdua ada masalah?"tanya balik Tio.

__ADS_1


"Tidak ada Tuan,kami akan membagikannya!"


"Bagus!"


Selepas makan siang Arina dan Seno membagikan undangan kebetulan memang tidak ada rapat hari ini.


Seno memberikan secarik kertas pada Arina,"Kamu baca alamat yang akan kita datangi,aku yang akan mengemudi mobil!" perintah Seno.


"Oke!"


Mereka pun mulai keliling mengantarkan undangan."Sepertinya kita harus kembali ke jalan utama ,"ucap Arina.


"Tadi kita udah kesana,"ujar Seno


"Ini ada satu nama yang terlewat!"


"Kamu bagaimana sih buang waktu saja!"protes Seno


"Bawel banget sih kamu ini ,daftar namanya banyak ya maklum kalau terlewat!"


"Baca dan teliti baik-baik jangan sampai kita muter jalan yang sama."


"Iya, cerewet!"gumam Arina


"Apa? kamu bilang aku cerewet!"


"Tidak ada,fokus aja nyetir !"ujar Arina mengalihkan pertanyaan.


Beberapa jam kemudian."Tuan,aku lapar bisakah kita berhenti sebentar untuk makan?"pinta Arina


Seno melihat jam di arlojinya jarum jam menunjukkan pukul delapan malam,"Ayo kita makan!"


"Tuan ,kita berhenti di situ aja!"Arina menunjuk warung pecal lele.


Seno memberhentikan laju mobilnya tepat dipinggir warung. Mereka pun turun dan memesan makanan.


Arina membuka percakapan sebelum makanan datang."Tuan, apa masih banyak lagi yang mau di antar?" pertanyaan Arina membuat Seno menoleh.


"Kamu hitung aja sendiri!"Seno menyodorkan kantong kertas pada Arina.


Arina mulai menghitung."Masih ada 15 lagi,"ucapnya lemas."Kita lanjut besok lagi ya, Tuan!"lanjutnya.


"Jika tidak banyak pekerjaan atau rapat sebelum pulang kantor ,kita bisa lanjutkan tapi jika malam ini bisa selesai kenapa tidak?"


"Tapi saya capek banget, Tuan!"


"Kamu mau saya pecat!"


"Tidak, tidak Tuan! jangan gitu dong!"Arina mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.


Pesanan makanan sudah terhidang dihadapannya,"Waktunya makan!"ucap Arina begitu semangat.


Seno melihat Arina makan begitu lahap,"Kamu lapar banget ya?"

__ADS_1


Arina hanya tersenyum nyengir.


__ADS_2