
Di cafe tersebut, ternyata teman-temannya sudah berkumpul di are parkir. Tinggal Iren yang ditunggu, hingga akhirnya Iren sudah sampai di area parkir.
Betapa terkejut teman-temannya melihat Iren berboncengan mesra dengan Rudi.
"Itu Iren kan?" tanya Melda pada Arindi sambil melihat Iren dengan serius.
"Hu'um mel!" sahut Arindi menatap heran.
"Laju betul anak ini, baru sekali bertemu sudah kepincut aja sama Rudi." Ucap Arsya sambil tertawa.
"Anak ini benar-benar keras kepala. Sudah aku ingatkan, jangan dekat - dekat dengan Rudi." batin Widi kecewa, sambil menggelengkan kepala tanda tidak menyangka.
Iren yang baru sampai dan melepas helm merasa sangat canggung di depan teman-temannya yang melihat ke arahnya dengan pandangan terkejut, karena ia bingung kalau teman - temannya bertanya kepadanya, dia harus menjawab apa.
"Ini sungguh terlalu cepat bagiku, bagi teman-temanku juga pasti." batin Iren.
Rudi akhirnya turun dari motornya, lalu menggenggam jari-jari tangan Iren ke arah teman-temannya. Iren hanya menatapnya dengan terkejut dan ikut berjalan sambil membenarkan rambutnya.
Rudi tidak melepaskan genggamannya pada Iren, membuat teman-teman Iren juga heran dan tidak bisa bertanya banyak pada Iren, karena Rudi berada disamping Iren.
Widi yang dari awal tidak membenarkan kedekatan antara Iren dan Rudi masih merahasiakan, apa sebenarnya yang membuat dia tidak ingin kalau Iren dan Rudi dekat. Widi hanya memperhatikan Rudi, yang sesekali juga memandang Widi. Seolah menutupi sesuatu, tetapi tidak disadari oleh Iren dan yang lain.
__ADS_1
"Aku terlalu peduli sama kamu Iren, dasar gadis bodoh!" Batin Widi, menatap Iren.
"Ayo masuk, kenapa kalian enggak langsung masuk aja? Sengaja nungguin aku sama Iren yah?" Tanya Rudi memulai percakapan yang sejak tadi semua hanya terdiam.
"Mas Rudi boleh masuk duluan aja enggak? Aku bareng teman-teman saja. Mas tunggu aku di dalam aja." Ucap Iren berbisik pada Rudi.
"Yaudah.. Aku tunggu kalian di dalam yah. Widi aku tunggu di dalam bro." Kata Rudi melihat kearah Widi dengan tatapan penuh misteri sambil tersenyum tipis.
"Ohh iya bro." Sahut Widi terbata-bata.
Rudi pun masuk ke dalam cafe dan meninggalkan Iren bersama teman-temannya.
"Iya tau kok Ren." Jawab Arsya.
"Yasudah enggak usah panjang lebar, masuk aja deh." Jawab Widi sinis menatap Iren.
Mereka akhirnya masuk ke dalam cafe.
Mereka selain menanyakan kepada Kakak Rudi, juga akan membantu untuk melayani agar mengetahui pengeluaran dan pemasukan di cafe tersebut. Mereka membagi tugas.
Iren dan Widi bertugas untuk menjaga kasir karena mereka yang pandai dalam hal berhitung. Jadi, setiap akan membeli bahan-bahan yang habis mereka berdua yang akan ke supermarket. Mereka juga yang membuat laporan keuangan, mulai dari pembelian juga penjualan.
__ADS_1
Arsya bertugas untuk mendokumentasi kegiatan mereka selama melakukan penelitian disana. Sedangkan, Arindi dan Melda bertugas untuk membantu menuliskan pesanan dari pengunjung dan juga membantu menulis berapa rata-rata pengunjung yang datang setiap hari di cafe tersebut.
Mereka akan melakukan penelitian selama 3 bulan di cafe tersebut. Mereka mulai melakukan tugas masing-masing mulai hari itu juga. Iren dan Widi menuju meja kasir untuk dijelaskan oleh kasir cafe itu hingga mereka benar-benar mengerti.
Di cafe tersebut, ternyata teman-temannya sudah berkumpul di are parkir. Tinggal Iren yang ditunggu, hingga akhirnya Iren sudah sampai di area parkir.
Widi hanya terdiam tanpa berbicara apapun kepada Iren. Dia hanya sibuk menulis apa yang menurutnya penting untuk dijadikan laporan dari tugas yang diberikan.
"Kamu kenapa sih Di? Aku heran deh sama kamu." ucap Iren serius memandang Widi.
"Aku enggak akan ulang kata-kata aku, kalau kamu mau dengar syukur, kalau gak juga yaudah itu terserah kamu Iren!" tegas Widi dengan suara keras, membuat Iren terkejut.
Rudi menghampiri Iren di meja kasir. Dia melihat Iren masih menatap Widi penuh tanya. Rudi yang kala itu melihat Widi bersikap aneh pada Iren, merasa khawatir.
"Bagaimana jika Widi berbicara hal yang membuat Iren menjauh dari aku?" Batin Rudi merasa terancam. Rudi kemudian pergi meninggalkan meja kasir dan duduk di meja pengunjung untuk melihat-lihat pengunjung yang datang karena kakaknya tidak ke cafe.
****
Gimanaaa readers terlove? Makin penasaran sama apa yang sebenarnya disembunyikan Widi dari Iren? Sabaarrr yaaahhh karena makin kesini, akan semakin mengharukan.
Author sendiri juga sedih. Karena langsung berhadapan sama yang mengalami huhuhu :'( Tapi author tetap cemunguuddd demi kalian❤
__ADS_1