
"Di kirim sekarang rekamannya,Tuan?"tanya Seno .
"Kirim sekarang biar masalah ini selesai,buat pusing kepala ku saja!"titahnya pada asisten pribadinya .
Seno mengirimkan rekaman suara ke nomor pribadi Reno dan menuliskan pesan berisi,'kamu dengarkan rekaman suara itu agar kamu tahu yang sebenarnya'.
"Apa dia sudah membacanya?"Tio tidak sabar untuk memberi tahu yang sebenarnya pada kakak mantan kekasihnya itu.
"Sepertinya belum,Tuan."Seno menunjukkan bukti chat pada Tio.
"Lama sekali pun dia membacanya!"gerutunya.
Seno hanya diam melihat kegelisahan atasannya .
Tio berulang kali bertanya pada Seno,pesan chat sudah di baca atau belum.
"Sini teleponnya saya yang pegang,kamu pergi sana belikan saya minuman!"perintahnya pada Seno.
Tak lama Seno datang membawa dua botol minuman,ia menyerahkan sebotol pada Tio,"Ini Tuan minumannya!"
"Pendingin mobil rusak ya?"celetuk Tio yang merasa dirinya panas.
"Tidak, Tuan!"
"Tapi kenapa panas sekali?"tanyanya yang mulai mengipas tubuhnya dengan telapak tangannya.
"Apa kita pulang saja, mungkin Tuan ingin mandi ?"usul Seno.
"Nanti saja,saya ingin tahu apakah rekaman itu dibacanya."
"Tuan, tidak usah khawatir. Saya akan menginformasikannya pada anda!"tawar Seno.
"Saya tidak mau pulang sebelum Reno tahu sebenarnya,"ujarnya tetap bersikeras menunggu di mobil .
"Sampai kapan kita di sini,Tuan?"
"Sampai dia membaca pesan itu!"
Tak lama kemudian Reno membaca pesan yang dikirimkan oleh Tio.
"Dia membacanya dan mendengar rekamannya , Tuan!"ucap Seno.
"Ayo,kita pulang!"ajaknya penuh semangat karena masalah dengan Reno selesai tinggal memberi tahu Sarah.
Ketika sampai di rumah sudah terlalu malam,Sarah pun tertidur di sebelah Rangga.
"Dia sudah tertidur,besok saja aku menjelaskannya," Tio membatin.
Sementara Reno sudah mendengar rekaman yang dikirim Tio."Rasti sudah membohongiku!"geramnya."Aku pastikan pria itu harus benar-benar bertanggung jawab atas perbuatannya,"ucapnya lirih penuh penegasan. "Arrghh...!"teriaknya kesal.
...****************...
Tio begitu semangat pagi ini,dia akan membuka rekaman percakapan antara dirinya dengan Danu dan Siska.
"Pagi sayangku!"sapa Tio mencium pipi kanan istrinya.
__ADS_1
"Cepat katakan mau apa?"tanyanya ketus pada Tio.
"Kemarilah aku akan memberitahukan mu,"ujarnya penuh semangat.Tio menyerahkan gawainya dan mendengarkan percakapan mereka,"Kamu dengarkan? bahwa aku tidak bersalah."
"Aku belum bisa percaya sepenuhnya kepadamu, sebelum wanita itu yang mengatakannya,"ujar Sarah lalu keluar kamar.
"Dia tidak disini, dia berada di luar negeri!"jelas Tio teriaknya sedikit kesal.
Tio turun menyusul istrinya dan menyapa Rangga,ia menggoda Sarah melalui bayinya."Anak Papa kamu tahu jika Mamamu cemburu begitu pasti cantik!"ia melirik istrinya.
Sarah mengambil Rangga dari kereta dorong bayi,"Kita berjemur saja, tidak usah dengarkan omongan Papamu!"melirik kesal.
"Sayang, bagaimana nanti kita pergi ke rumah Mayang?"tawarnya.
"Kami bisa pergi sendiri tanpa,Mas!"celetuknya pada Tio.
"Jangan marah begitu,aku 'kan sudah membuktikannya!"
"Iya, Mas. Cuma aku ingin bertemu dengan wanita yang memfitnahmu itu!"ucapnya geram.
"Jangan diperpanjang sayang,buat pusing kepalaku saja!"protes Tio.
"Mas tinggal minum obat, begitu saja repot!"ucap Sarah asal,ia pun ke taman membawa Rangga.
"Ternyata dirimu galak juga sayang,"gumamnya.
Di lain tempat Reno dan para pengawalnya mengobrak-abrik tempat usaha Danu yang sudah sepi.
"Di mana pria itu?"tanya Reno penuh emosi menarik kerah baju petugas keamanan usaha Danu.
"Telepon dia sekarang! aku ingin berjumpa dengannya!"perintah Reno penuh penegasan.
Pria itu pun menghubungi Danu, setengah jam kemudian ia pun datang.
"Kakak ipar apa yang kau lakukan?"tanya Danu yang terkejut melihat tempat usahanya berantakan. Di dalam ruangan itu hanya ada Danu dan Reno.
Reno menarik kerah baju Danu menatap tajam lalu berkata,"Kurang ajar beraninya kamu menyakiti adikku!"
"Aku tidak menyakitinya tapi kalianlah yang menyakitinya,"ujar Danu santai.
Reno memukul perut Danu hingga ia tersungkur memegang perutnya,"Aku berulang kali memperingatkanmu untuk menjauhi adikku,tapi kamu masih mendekatinya sekarang kau adalah ayah dari keponakanku,"ucapnya penuh emosi."Aku tidak pernah mengijinkanmu bertemu dengannya,"imbuhnya lagi.
"Aku berhak menemuinya karena ia anak kandung ku!"ucap Danu terengah-engah."Aku akan mengambilnya dari kalian!"lanjutnya.
"Berani kamu sentuh keponakanku,kamu tahu akibatnya!"Reno menarik kembali kerah baju Danu lalu menghempaskannya.Ia pun meninggalkan Danu menahan kesakitannya.
"Aku bersumpah akan merebutnya dari kalian!"geram Danu.
Sementara siang hari di rumah Mayang dan Wisnu baru kembali dari luar negeri tadi pagi, mereka sudah kedatangan tamu.
"Ibu, Mayang kangen!"ujarnya memeluk wanita yang telah melahirkannya.
"Baru juga pergi 2 minggu sudah kangen. Bagaimana ditinggal selamanya?"tanya Lena tanpa sadar.
"Ibu, ngomongnya kok begitu?"protes Mayang tak suka.
__ADS_1
"Manja sekali, padahal dulu sekolah berbulan-bulan kamu di sana saja tidak pernah kangen dengan Ibu,"celetuk Lena.
Mayang menyebikkan bibirnya tanda protes.
"Oh ya Bu,Yah ini ada oleh-oleh dari kami semoga Ayah dan Ibu suka,"ucap Wisnu menyodorkan kantong kertas berwarna.
"Terima kasih,Nak!"ujar Ryan.
"Kak Tio dan Kak Sarah mana?"tanya Mayang pada kedua orang tuanya.
"Mungkin sebentar lagi mereka datang,"tutur Lena.
Berselang 5 menit kemudian yang dicari datang.
"Aku kangen dengan keponakanku ini!"ucap Mayang semangat menggendongnya.
"Mana oleh-oleh untukku?"tanya Tio.
"Aku tak beli oleh-oleh untuk Kakak,aku hanya membeli untuk Kak Sarah dan keponakanku ,"jawab jujur Mayang.
"Kakak sendiri bukan dibawakan oleh-oleh!"protesnya.
"Kakak 'kan bisa ke luar negeri setiap minggu,"celetuk Mayang.
"Kakak kesana untuk urusan kerja bukan untuk jalan-jalan,"ujar Tio membela diri.
"Kalian ini kalau sudah jumpa selalu ribut!"ujar Ryan menghentikan perdebatan kedua anaknya.
Ibu,Sarah dan Wisnu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah kakak dan adik itu.
...****************...
Pagi ini Rasti tiba di negara kelahirannya,ia biasa tiap setahun sekali pulang.
"Kebetulan sekali kamu datang,Kakak ingin berbicara denganmu?tanya Reno dingin.
Rasti yang baru saja sampai di rumah kakaknya merasa bingung dengan mimik wajah yang diperlihatkan oleh kakaknya itu.
"Ada apa,Nak?Rasti juga baru saja sampai,"ucap Marni ibunya Reno.
"Ada hal penting yang akan kami bicarakan, Kakak tunggu kamu di atas!"ujarnya Reno lalu melangkah ke lantai atas.
Rasti pun mengiyakan perkataan kakaknya lalu berkata kepada ibunya,"Bu ,aku akan bicara dengan kakak . Tolong,jaga Rado dia sedikit mulai aktif!"
Ia pun menyusul kakaknya ke lantai atas lalu bertanya,"Ada apa Kak?"
"Siapa ayah kandung Rado?"tanyanya menatap tajam Rasti.
"Aku sudah bilang bahwa Tio adalah ayah kandungnya!"ucapnya berbohong dengan bibir gemetaran.
"Bohong!"sentak Reno,ia menghela nafasnya."Aku sudah tahu siapa ayahnya,"ungkapnya.
"Aku tidak berbohong,Kak!"ujar Rasti tergagap.
"Besok kalian harus kembali ke sana!"perintah Reno kemudian meninggalkan adiknya itu.
__ADS_1