Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Makan malam dengan mantan musuh


__ADS_3

Pagi ini Mayang memuntahkan isi perutnya di sela-sela sarapan paginya bersama suaminya. Wisnu memijit tengkuk istrinya dan memberikan minyak kayu putih. Mayang menghirup aroma minyak tersebut.


"Lebih baik kamu di rumah, tidak usah ke kantor,"ucap Wisnu memberikan Mayang air hangat.


"Aku ada rapat hari ini,sayang!"ujarnya.


"Aku akan bilang pada ayah untuk menggantikanmu!"usulnya Wisnu.


"Baiklah,aku akan di rumah saja!"ucapnya mengalah percintaan juga memaksa yang ada Wisnu tetap akan pendiriannya.


"Apa perlu aku panggil dokter?"tawar Wisnu, biasanya Mayang terlalu sulit diajak berobat.


"Tidak usah,sayang. Aku tidak apa-apa mungkin hanya kelelahan saja,"tolaknya.


"Kalau begitu aku pergi kerja, nanti siang aku akan kembali!"ucap Wisnu mengecup kening istrinya.


"Hati-hati,sayang!"teriaknya pada Wisnu.


Lain halnya Sarah dan Tio yang menikmati sarapan dengan obrolan,"Sayang, Reno mengajak bertemu ia ingin meminta maaf,"ujarnya pada istrinya.


"Jadi Mas, mau menemuinya?"tanya Sarah .


"Kita akan menemuinya!"ucap Tio.


"Aku tak mau ikut,"tolak Sarah.


"Kamu yakin? Rasti juga ikut,"tutur Tio santai.


Sarah menatap tajam suaminya lalu berkata,"Baiklah, jika memang terpaksa!"


Tio yang melihat ekspresi wajah Sarah tersenyum geli.


"Dia mengundang kita makan malam,"jelas Tio.


"Aku harus tampil cantik di depan wanita itu biar Tio tidak berpaling dariku!"batinnya sambil senyum-senyum sendiri.


Di rumah Reno menemui Rasti yang duduk di sebuah kursi di halaman belakang rumah sembari melihat Danu bermain dengan Rado."Mereka terlihat akrab!"ucapnya mengejutkan Rasti.


"Kakak mengejutkanku saja!"ungkap Rasti.


"Kamu dari tadi Kakak lihat tersenyum gak jelas begitu,"celetuknya.


Rasti menyebikkan bibirnya lalu bertanya,"Kakak tidak ke kantor?"


"Sebentar lagi ke kantor,Kakak mau mengajak kamu dan Danu bertemu dengan Tio!"


"Untuk apa lagi menemuinya?"sahut Rasti tidak suka.


"Kamu harus minta maaf kepadanya!".


"Minta maaf? aku tidak merasa bersalah kepadanya,"ujar Rasti menolak.


"Kakak yang bersalah,"ungkap Reno jujur.


"Memangnya apa yang Kakak lakukan?"tanyanya serius.

__ADS_1


"Aku sudah meneror keluarganya dan menyuruh orang untuk menyakiti Tio,"jelas Reno merasa bersalah.


"Apa !"ucapnya Rasti terkejut."Apa Kakak sudah gila?"tanyanya kembali.


"Ini semua karena Kakak ingin keadilan untukmu."


"Astaga,Kakak!"sahut Rasti menggelengkan kepalanya."Baiklah ,nanti aku akan katakan pada Danu !"lanjutnya lagi.


Sore harinya selepas Tio pulang bekerja,ia tidak melihat istrinya yang biasanya menyambutnya.


"Di mana,Nyonya?"tanyanya pada pengasuh Rangga.


"Nyonya tadi izin ke kamar,Tuan."


Tio pun menyusul istrinya ke kamar dan berkata,"Sayang,kenapa kamu tidak menyambutku?"


"Eh, Mas. Kamu sudah pulang?"tanyanya kembali tanpa merasa bersalah.


"Kamu sedang apa?"tanya Tio melihat istrinya berulangkali mencoba menempelkan pakaian ke tubuhnya di hadapan cermin.


"Aku sedang memilih pakaian yang cocok buat makan malam nanti,"ungkapnya.


"Sayang,ini hanya makan malam biasa untuk apa kamu mengeluarkan isi lemari semua?"protes Tio.


"Aku mau terlihat cantik di hadapan mantanmu."


"Ya ampun,sayang. Tapi tidak perlu juga begini,kamu mau pakai apapun tetap cantik,"ucapnya.


"Aku gak mau dia menghinaku dan mengatakan 'Oh ini istri dari Tio Mahendraya biasa saja penampilannya' kamu mau dia berkata begitu!"protes Sarah.


"Terserah kamu saja,sayang!"ucapnya mengalah lalu pergi.


"Ada apa?"Tio menoleh ke belakang.


"Pakaian ini cocok atau tidak untukku lagi?"tanyanya pada suaminya.


"Cocok,sayang!"jawabnya asal.


"Tak usah jadi pakai,ini terlalu sempit . Aku juga sudah gemuk!"gerutunya."Kalau ini ,Mas?"tanyanya menunjukkan gaun selutut berwarna merah dengan lengan panjang.


"Itu juga cantik, sayang!"jawab Tio lagi.


Sarah melihat gaun tersebut kemudian mencampakkannya di ranjang,"Ini terlalu sering dipakai,"ucapnya. Sarah menunjukkan gaun selanjutnya pada suaminya.


"Sayang,aku mau mandi!"ucapnya berlalu mengambil handuk menuju kamar mandi.


"Nanti bantu aku lagi ,Mas!"pinta Sarah.


"Tidak,sayang!"teriaknya dari kamar mandi.


Malam harinya di restoran tempat yang dijanjikan. Rasti terlihat gugup karena harus bertemu dengan Tio dan memfitnahnya. Danu merasakan apa yang dirasakan oleh Rasti,ia menggenggam tangan istrinya dan tersenyum hangat .


Tio dan Sarah akhirnya datang malam ini Sarah terlihat cantik ia memanggil perias artis dan memesan baju butik secara dadakan agar terlihat lebih cantik dari Rasti ,ia tidak ingin Tio memperhatikan mantannya itu.


"Selamat malam,Tio!" sapa Reno menjabat tangannya diikuti Rasti dan Danu. Mereka juga menyapa Sarah dan menjabat tangannya.

__ADS_1


"Silahkan duduk!"ucap Reno.


Tio dan Sarah tersenyum. Reno pun memanggil pelayan restoran, mereka pun memesan makanan.


Sembari menunggu mereka berbincang.


"Tio ,maaf atas perlakuan saya yang kurang menyenangkan terhadap kalian!"ucapnya Reno merasa bersalah.


"Kami sudah memaafkan kalian!"ujar Sarah memotong pembicaraan dengan ketus.Tio melirik istrinya itu.


Makanan yang dipesan pun datang,"Silahkan, dimakan!"ucap Reno.


Mereka pun makan sedikit canggung bagi Rasti yang harus satu meja dengan istri dan pria yang pernah mengisi hatinya .


Sarah melirik Rasti yang terus memandangi suaminya,ia pun berdehem. Tio mengalihkan pandangannya ,"Kamu kenapa sayang?"ucapnya lirih.


"Di sini panas sekali!"celetuk Sarah.


Mereka saling berpandangan dan heran menatap Sarah padahal mereka makan di area taman restoran.


"Mungkin hanya saya saja yang terasa panas!"ucapnya berkelit. "Silahkan, dilanjutkan makannya!"imbuhnya.


Makan malam pun usai,Tio dan Sarah berpamitan pulang. "Terima kasih atas jamuan makan malamnya!"ucap Tio.


"Sama-sama,ini juga sebagai permintaan maaf saya dan awal hubungan baru untuk kita!"sahut Reno tersenyum.


Sarah dan Tio meninggalkan restoran walaupun Reno sudah memperkenalkan suami Rasti kepada mereka tetapi Sarah masih merasa cemburu .Mereka pulang mengendarai mobil tanpa sopir dan pengawal.


"Wajahmu begitu jelek sekali, sayang!"celetuk Tio.


"Kalau jelek,mengapa mau denganku?"protes Sarah .


Tio terkekeh melihat mimik wajah istrinya,"Kamu cemburu?"tanyanya.


"Siapa yang cemburu? gak usah terlalu percaya diri deh,Mas!"gerutunya.


Tio semakin tertawa melihat ekspresi wajah Sarah.


...****************...


Hari ini Rasti memilih pindah ke rumah Danu, Reno pun menyetujuinya karena Danu adalah suami dari adiknya.


Ia pun berangkat ke kantor Di tengah perjalanan ia melihat Arina seorang diri berjalan membeli sesuatu, ia menghentikan laju kendaraannya dan turun berusaha mengejar Arina namun ia kehilangan jejak. Ia kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke kantornya.


Di kantor Reno tidak konsentrasi membaca laporan kerja,ia menghela nafas dan bersandar di kursi,"Kenapa aku memikirkannya?"batinnya.


Malam harinya Reno memutuskan ke apartemen Arina,dia mengetuk pintu . Cukup menunggu lama, Arina membukakan pintu.


"Siapa sih malam-malam begini datang?"gumamnya, seingatnya hanya Seno dan Tio tahu dia berada. Ia baru selesai mandi dan rambutnya masih basah .


Arina pun membuka pintu alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat pria yang ingin dihindarinya,ia segera menutup pintu namun tangan kekar Reno menahan pintu.


"Arina,aku ingin bicara denganmu!"pintanya memohon.


Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


Terserah mau apa kalian kasih buat aku..


Like/komen/vote/poin/koin


__ADS_2