Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini Rayyan menepati janjinya mengantar Arina ke kantor. Pria itu tersenyum hangat menyapa calon istri pilihan Mama Hanum.


Mobil yang ditumpanginya meluncur dengan kecepatan sedang. Rayyan memberanikan bertanya pada wanita yang kekasihnya diambil sahabatnya.


"Arina aku mau tanya sesuatu denganmu?"


"Bicaralah!"


"Seandainya ada pria yang melamarmu ,apa yang akan kamu lakukan?"


Arina menatap wajah Rayyan saksama.


"Hei,mengapa menatapku seperti itu?"protes Rayyan.


"Memangnya kamu akan melamar ?"tanyanya serius.


"Ya,iya. Aku mau melamar seorang wanita tapi bukan kamu!"ucap Rayyan sedikit gugup.


Arina tertawa dan berkata,"Kalau aku dilamar tentunya senang tapi tergantung juga siapa yang melamar. Jika aku tak kenal pria itu dan tak mencintainya mana mungkin aku menerimanya."


"Betul juga 'sih ,mana mungkin seorang wanita mau menerima pria menjadi suaminya kalau tidak terpaksa,"tutur Rayyan pura-pura polos.


Sesampainya di kantor Rayyan membukakan pintu untuk Arina. Di belakang mereka ada Tio dan Seno yang kebetulan juga turun.


"Pagi ,Bos!"sapa Arina pada Tio.


"Pagi juga!"sahutnya."Ia pun melirik Rayyan,"Sekarang dia sopir kamu?"tanyanya bercanda.


Seno yang mendengarnya tersenyum.


"Bukan,Tuan!"jawab Arina.


"Oh,jadi calon suami kamu? Kemarin dia mengatakan pada semua orang kalau kamu calon istrinya,"ucap Tio.


"Salah paham lagi ,"gumam Arina.


"Kalau benar pun tak apa, terpenting dia bisa jaga kamu!"tutur Tio .


"Terima kasih ,Tuan . Atas dukungannya!"ucap Rayyan semangat.


"Kamu pikir ikut audisi,"celetuk Tio."Ya sudah,saya mau masuk !"ujarnya.


"Kamu itu bisa tidak mulutnya dijaga,jadi salah paham lagi,"protes Arina.


"Memangnya aku pikirin,"ejek Rayyan.


Tak sengaja Viko lewat di depan Arina dan Rayyan.


"Arina!"sapanya tersenyum.


Arina pun membalas tersenyum.


"Lihat tuh pria itu liatin aja!"Rayyan menyenggol bahu Arina dengan bahunya .


"Sudah biarin saja!"ujar Arina. "Aku mau kerja, terima kasih tumpangannya!"pamitnya.

__ADS_1


"Sama-sama, pulang kerja aku jemput!"ucapnya dengan suara agak kencang karena Arina sudah berjalan meninggalkannya.


Arina mengacungkan jempol kanannya.


Di kediaman Reno terlihat ramai karena esok ia akan menikah.


"Nak, kamu masih kerja ? Besok kamu akan menikah beristirahatlah ,"ucap Marni.


Reno tidak menjawab pertanyaan Marni ia pun berlalu menuju kantor. Sementara itu Mischa melakukan perawatan sebelum pernikahan. Senyum terpaksa menghiasi bibirnya.


"Nona,sakit?" tanya pegawai spa.


"Oh, tidak. Hanya kelelahan saja,"jawabnya.


"Maklum,Nona. Menjelang hari pernikahan biasanya calon pengantin suka stres,"jelas wanita berkisar 30an.


Mischa tersenyum tipis dan berucap,"Mungkin karena harus mengurus berbagai persiapan!"


"Bisa jadi Nona atau karena gugup,"ucapnya lagi.


"Harusnya aku bahagia menikah dengan orang yang ku cinta tapi ini beda dia tak mencintaiku. Bagaimana aku bisa menjalankan ini?"batinnya ingin menangis.


Beberapa menit kemudian ia terbangun karena mendengar panggilan pegawai spa. "Nona, terlalu lelah hingga begitu nyenyak tidurnya,"ucap wanita itu.


Ia pun bangkit dan mengucapkan terima kasih. Tubuhnya sekarang lebih segar dan ia harus mempersiapkan mental untuk ikrar suci.


Bertempat di kantor Tio,sore harinya Rayyan menunggu Arina . Wanita itu melihat Rayyan lain dari biasanya.


"Kamu pakai jas kantor. Apa kamu bekerja?"tanya Arina melihat pakaian yang dikenakan lelaki yang 3 bulan belakangan ini selalu ada untuknya.


"Aku pikir kamu itu pengangguran yang kebetulan punya harta banyak,"ucap Arina terkekeh pelan.


"Jadi kamu wanita yang gila harta?"


Arina tersenyum dan berucap,"Semua wanita bahkan lelaki butuh harta juga untuk hidup,tapi aku tidak segila itu dekat dengan orang harus melihat hartanya."


"Baru dua hari ini aku kerja,"ujar Rayyan menjelaskan.


"Pantas saja,Tapi kamu itu aneh rela tidak bekerja demi menemaniku,"ucap Arina.


"Sekarang tidak usah mikir yang aneh lagi,mau langsung pulang atau cari makanan?"tanya Rayyan.


"Cari makan dong!"jawabnya semangat.


...***************...


Hari ini pernikahan Reno dan Mischa akan dilaksanakan. Rasa gelisah tak menentu hinggap di hatinya Mischa.


Marni menggenggam tangan calon menantunya itu. Keluarga Mischa tidak terlalu mempedulikannya. Mereka bersikap manis saat kedua orang tuanya hidup. Tante Lidya selama ini yang menemaninya pasca kedua orang tuanya meninggal itu karena utang keduanya .


Reno terlihat dingin dan cuek. Seluruh keluarga, saudara dan teman memberikan ia selamat padahal ikrar suci belum di ucapkan. Ia melemparkan senyuman sebaik mungkin agar orang lain tak curiga.


"Kakak kamu tampan sekali,"puji Rasti.


Reno tersenyum tipis dan berkata,"Memang Kakak kamu ini tampan sejak dari dulu."

__ADS_1


Lain tempat, di kediaman Tio . Ibu muda terlihat mondar-mandir mencari sesuatu.


"Mas,lihat tas aku?"tanya Sarah sedikit berteriak.


Tio menggaruk kepalanya karena pusing melihat tingkah istrinya itu yang selalu mencari barang koleksinya.


"Tas yang mana?"tanya Tio ikut mencari.


"Tas kayak dompet warna merah ada garis hitamnya," jelas Sarah.


"Lain kali kalau selesai pakai letak di tempatnya jangan sembarangan begini,aku juga yang repot!"keluh Tio.


Tak lama kemudian barang yang di maksud ketemu."Ini dia ,Mas!"Sarah berseru ia menemukannya di bawah ranjang.


"Ingat,lain kali letak di tempatnya!"nasehat Tio lagi.


"Aku letak tempat biasa mungkin Rangga yang ikut bongkar,"tutur Sarah karena anak laki-lakinya itu lagi aktifnya bergerak.


"Aku mau mandi,kamu bersiaplah. Kita akan menghadiri akad pernikahan Reno pagi ini,"ucapnya.


"Siap,Mas!"


Tak lama kemudian mereka selesai berdandan. Sarah pun mendekati Rangga."Nak,kamu sama Oma ! Mama dan Papa mau pergi sebentar . Kamu jangan merepoti Oma dan Tante Tari!"nasehatnya mencium pipi mulus anaknya itu.


"Ma,aku titip Rangga!"ucap Tio. Biasanya tiap akhir pekan Maya dan Tari selalu datang berkunjung ke rumah mereka.


"Iya, Hati-hati!"sahut Maya tersenyum memegang cucunya.


Sarah dan Tio berangkat menuju gedung tempat acara akan dilangsungkan. Sarah menggenggam tangan suaminya dengan erat ,rasa cemburu masih ada di hatinya . Apalagi ini adalah acara pernikahan Kakak dari mantan kekasih Tio,pasti wanita itu akan datang.


"Terima kasih kalian telah hadir di acara pernikahan Kak Reno,"ucap Rasti tersenyum.


"Ya, sama-sama!"sahut Sarah tersenyum tipis.


Mereka pun duduk di kursi yang telah disediakan.


"Aku pikir Reno akan bersanding dengan Arina," bisiknya pada Tio.


"Bukan jodoh,"sahut Tio seadanya.


"Kira-kira dia diundang atau tidak,ya?"


"Mana ku tahu, sayang. Acara resepsi nanti malam. Kita cuma diundang acara pagi ini saja. Apa perlu kita datang nanti malam untuk pastikan Arina datang atau tidak?"tanya Tio kesal.


"Untuk apa kita bolak-balik ke sini? Nanti kita di pikir mau makan gratis,"celetuk Sarah.


"Biar bisa mengobati rasa penasaran kamu !"ucap Tio ketus.


Sarah memukul lengan suaminya itu dan mengerucutkan bibirnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


Sambil nunggu update kalian bisa baca karya ku yang lainnya..


***Penculik Hati (Tamat)

__ADS_1


Penculik Hati Razi dan Ziva(episode ke 2***)


__ADS_2