Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Lumpuhkan ingatan


__ADS_3

Hampir tiga pekan Rayyan menemani Arina berlatih ,ini semua ia lakukan karena tanggung jawabnya dan juga harta warisan. Arina tidak jadi kembali ke kampung karena Ari menginginkan putrinya melakukan terapi di sini dan Rayyan juga berjanji siap membantu dan menjaga Arina. Lelaki paruh baya mengunjungi anak dan istrinya itu seminggu sekali. Mereka duduk di bangku taman tempat biasa mereka latihan.


"Aku mau tanya sesuatu kepadamu?"tanyanya.


"Tanya apa?"


"Kenapa kamu tiba-tiba begitu baik terhadap aku?"


Rayyan sejenak terdiam dan tersenyum,lalu berkata, "Mungkin karena kita tetangga."


Arina tersenyum tipis lalu bertanya kembali,"Kamu tidak punya niat buruk kepadaku?"


Deg ..


Rayyan tertawa dan berkata gugup,"Mana mungkin aku berniat buruk padamu!"


"Semoga saja kamu tidak memiliki niat buruk," harapnya.


Rayyan memaksakan tersenyum.


"Oh,ya besok adik bos ku mengadakan acara 4 bulanan . Kamu bisa temani aku?"tanya Arina.


"Ya,tentu. Apapun yang kau minta akan kuberikan,"jawab Rayyan gombal.


Arina tersenyum manis dan berkata,"Tak usah berlebihan!"


"Lama-lama diperhatikan wanita ini cantik juga!"batinnya sambil tersenyum.


...****************...


Hari ini acara Mayang dan Wisnu yang segera memiliki anak. Arina berjalan menuju mobil Rayyan ,ia berjalan menggunakan satu tongkat sebelah kanan. Rayyan menyetel sebuah lagu band dengan vokal wanita .


"Hei, bisa tidak. Tak usah muterin lagu ini?"


"Kenapa? Apa ada seseorang yang harus di lumpuhkan ingatannya?"tanya Rayyan memancing.


"Ada yaitu kamu,"ucap Arina kesal.


Rayyan tergelak mendengar ucapan wanita di sebelahnya.


"Issh..tak lucu!"protes Arina mengerucutkan bibirnya.


"Kamu begitu lucu!"goda Rayyan. "Cerita padaku mana tahu bisa membuatmu lega,"ujarnya lagi sembari menyetir.


"Tak ada yang perlu diceritakan,aku tak mau saja orang kasihan padaku,"ucap Arina lirih.


"Baiklah,kalau begitu!"


"Aku belum pernah tahu ceritamu, dari awal kita bertemu . Aku gak pernah tahu kehidupanmu,"ucap Arina.


"Hidupku tak ada yang menarik, lupakan saja!"tutur Rayyan menolak bercerita.


"Aku makin curiga dengan kamu,apa sebenarnya kamu sedang memantau diriku?"tanya Arina penasaran.


Rayyan tersenyum dan berkata,"Negatif aja pikiranmu!"


"Ya mana tahu saja,kamu disuruh orang lain."


"Baiklah,aku akan cerita agar kamu tak curiga!"ujar Rayyan mengalah."Aku pernah suka dengan seorang wanita tapi dia malah menyukai pria lain dan bodohnya aku melakukan sesuatu untuk wanita itu agar bersama pria itu,"jelasnya.


"Memangnya apa yang kamu lakukan?"


"Aku membuat kekasih pria itu menderita,"ucapnya bersalah.

__ADS_1


"Astaga,kejam sekali dirimu!"ucap Arina menutup mulutnya karena tidak menyangka.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang kamu buat menderita?"


Rayyan menaikkan kedua bahunya lalu bertanya, "Seandainya jika kamu wanita itu?"


"Aku sebagai wanita itu,aku akan tampar wajah kamu berkali-kali dan jambak rambutmu !"ucap Arina kesal dengan pengakuan dosa Rayyan, membuat pria itu menelan saliva serta memegang wajah dan rambutnya.


"Galak juga !"gerutunya.


"Abisnya kamu tega banget, kasihan banget tuh wanita udah di buat menderita,"ucap Arina kesal.


"Iya,aku merasa bersalah banget dengan wanita itu!"


"Apa dia tahu?"


Rayyan menggelengkan kepalanya. Lalu berkata pada Arina untuk mengalihkan pertanyaan,"Ini rumah yang mana?"


"Menurut undangannya,kita sudah masuk alamat yang tertera,"ucap Arina melihat ke kanan dan ke kiri.


"Kita tanya saja!"usul Rayyan."Biar aku saja yang turun untuk bertanya,"ucapnya kemudian menghentikan laju kendaraannya dan turun.


Tak lama kemudian,"Bagaimana?"tanya Arina.


"Tidak jauh lagi,belok kanan alamat rumahnya!"jelas Rayyan.


Lima menit kemudian mereka sampai di rumah Mayang. Ia pun turun di bantu Rayyan. Ia sudah di sambut Sarah dan keluarganya.


"Arina,apa kabar?"sapa Sarah memeluk sekretaris suaminya itu.


"Aku baik-baik saja,Nona!"


Sarah menatap pria di samping Arina.


"Hei,Arina. Bagaimana kondisimu?"sapa Seno.


"Saya baik-baik saja,Tuan!"


"Bagaimana dengan tawaran yang suami saya katakan?Apa kamu mau lagi bekerja di perusahaan kami?"tanya Sarah.


"Jika kondisi saya benar-benar pulih,saya siap kembali!"ujar Arina.


Sarah tersenyum senang lalu berkata,"Ayo, masuk acara segera di mulai!"


Acara berlangsung dengan lancar, selesai acara Arina menghampiri Mayang dan Wisnu.


"Nona dan Tuan, selamat ya! Semoga calon bayi dan Ibunya sehat selalu, dilancarkan sampai hari kelahirannya,"ucap Arina.


"Terima kasih,Arina!"jawab Mayang tersenyum senang.


"Semoga kalian segera menikah!"ucap Wisnu.


Rayyan tersenyum nyengir dan menggaruk kepalanya.


"Kami bukan sepasang kekasih,Tuan!"Arina memberikan alasan agar tak jadi kesalahpahaman.


"Tapi kalian berdua cocok!"puji Mayang.


"Doakan saja kami berjodoh!"sahut Rayyan yang langsung mendapatkan senggolan siku Arina.


"Kami pamit Nona, Tuan!"ucap Arina.


Di mobil, Arina mulai protes kepada Rayyan dia mengatakan pada semua orang termasuk atasannya bahwa Arina calon istrinya. Setelah berpamitan dengan Mayang dan Wisnu,ia juga berpamitan kepada keluarga besar Tio.

__ADS_1


"Kita baru kenal,kenapa bicara begitu?"


Rayyan tersenyum nyengir dan berkata,"Kamu jomblo dan aku juga,apa salahnya?"


"Tapi aku gak suka caranya begini,punya rasa pun tidak!"


"Pasti lama-lama ada juga!"ucap Rayyan asal.


...****************...


Marni sengaja menginap semalam di rumah Reno,agar esok paginya ia bisa berbicara dengan putranya itu. Mischa sudah menyetujui menikah dengan Reno.


"Ibu ingin kamu menikah!"ucap Marni di tengah obrolan sarapan pagi.


Reno menghentikan sarapannya dan menatap ibunya,"Aku belum menemukan penggantinya!" jawabnya.


"Ibu sudah mendapatkannya!"ujar Marni.


Reno kembali menatap ibunya sejenak kemudian melanjutkan sarapannya lagi.


"Mischa! Wanita itu yang akan menjadi calon istrimu!"ungkap Marni.


"Terserah Ibu,tapi jangan salahkan aku jika aku tidak sepenuhnya mencintainya!"sahut Reno


"Itu tidak masalah!"jawabnya asal.


"Kenapa Ibu seperti ini begitu tega tak memperdulikan perasaanku?"batin Reno.


"Bulan depan kalian menikah!"ucap Ibu Reno.


"Mengapa secepat itu,Bu?"protesnya.


"Biar kamu cepat melupakan Arina!"sindir Marni.


Siang hari ini juga Reno menghubungi Mischa dan mengajak bertemu membahas soal pernikahan. Pertemuan mereka tanpa diketahui Marni untuk menghindari ibunya itu ikut campur.


Reno melihat arlojinya lalu berkata,"Sejam juga menunggu kamu!"


"Maaf, Reno aku terlambat tadi ada pekerjaan dadakan!"ucap Mischa yang kelihatan lelah.


"Langsung saja! Apa yang sudah ditawarkan Ibu kepadamu?"tanya Reno.


"Aku tak mengerti maksudmu?"


"Gak usah pura-pura tidak tahu,aku yakin kamu menerima tawaran pernikahan ini karena Ibu sudah menjanjikan sesuatu!"ucap Reno menuduh.


"Tante Marni tak pernah menawarkan apapun, aku menerimanya karena aku memang mencintaimu!" ucapnya jujur.


Reno tersenyum sinis,"Aku tahu kamu, tujuan awal hubungan kita dahulu karena hartaku 'kan?"sentaknya. Reno memesan khusus ruangan untuk makan siangnya, agar orang lain tidak mendengar ia marah.


"Kamu salah,aku memang butuh uang tapi aku benar-benar mencintaimu!"jelas wanita putih berusia 26 tahun itu.


"Aku menyetujui pernikahan ini, tapi jangan harap hatiku untukmu!"ujar Reno.


Mischa ingin menangis tapi ia tahan agar tak kelihatan lemah dihadapan lelaki yang dicintainya.


"Kamu makanlah!"perintah Reno."Setelah ini aku akan mengantarmu pulang!"tawarnya.


"Bagaimana kamu tahu aku tak bawa mobil?"tanya Mischa.


"Kamu lihat kaca itu,aku melihat kamu turun dari taksi online!"ujar Reno menunjuk kaca jendela yang berhadapan dengan parkir restoran.


Mischa pun mulai memakan makanan yang terhidang di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2