
"Keluar!"sentak Reno mengagetkan Mischa.
"Kenapa bisa begini?"tanya Mischa tidak peduli Reno mengusirnya.
"Bukan urusanmu!"hardiknya.
"Hei,jelas ini urusanku. Aku tinggal di sini juga!"ucap Mischa berusaha tenang.
"Ini rumahku ,kamu tidak berhak!"
Mischa terkekeh dan berkata walau takut,"Ini juga rumahku,kamu lupa separuh dari harta...."
"Cukup!"perintahnya.
"Tapi ini berantakan,besok aku juga yang repot!"omel Mischa.
"Kamu bisa nyuruh pelayan yang membersihkannya," ucapnya membuang wajahnya.
"Tapi aku tetap juga turun tangan,"ucap Mischa.
"Aku bilang kamu keluar!"bentaknya.
"Hei, jangan marah! Kamu masih terlalu muda nanti terkena stroke,"ucap Mischa memberanikan diri.
Reno menoleh ke arah Mischa dan menatapnya dengan tatapan membunuh perlahan ia bangkit dari kursinya dan mendekati Mischa yang mulai memundurkan langkahnya. Ia melihat darah di telapak tangan suaminya.
"Kamu terluka?"tanya Mischa mendekati Reno yang sedang marah lalu memegang tangannya.
Reno menghempaskan pegangan tangan Mischa dan berkata,"Biarkan saja!"
"Aku akan mengobatinya,"ucapnya kemudian berlari mencari kotak P3K.
Tak lama ia membawa kotak tersebut dan mulai mengangkat tangan suaminya,Reno menatap Mischa saat membalut luka di tangannya.
"Mengapa kamu lakukan ini?"tanya Reno dingin.
"Aku hanya ingin menolongmu,"jawab Mischa santai.
"Aku bisa sendiri,"ucap Reno ketus.
"Iya , aku tahu alangkah baiknya jika aku membantumu!"
"Kamu bilang tidak tulus mencintaiku,"ucap Reno lagi.
Mischa terkekeh dan berkata,"Apa menolong orang lain harus ada cinta?"
Reno terdiam dan menarik tangannya yang telah diobatin oleh istrinya lalu ia bangkit kembali ke kamarnya. Begitu juga dengan Mischa yang ikut merebahkan diri.
...****************...
Mentari pagi bersinar dengan terang, Mischa terbangun dan menyadari ia kesiangan. Suaminya tidak di sampingnya.
"Aku belum buatkan sarapan untuknya,mana lagi ada syuting,"gumamnya bangkit dan bergegas ke kamar mandi.
Reno yang baru saja keluar kamar mandi tak sengaja menabrak tubuh Mischa hingga terjatuh.
"Kalau jalan pakai mata!"ucap Reno santai.
"Aku pikir kamu sudah ke kantor,"ucap Mischa memegang tangannya yang sakit.
"Lagi malas ke kantor,"jawabnya ketus.
"Oh!"ucap Mischa mengangguk ia pun berdiri."Minggir !Aku mau mandi,"ucapnya lagi menggeser tubuh suaminya.
Mischa pun mandi kemudian ia memakai pakaiannya dan membawa tas kosmetik ke meja makan .
"Mau ke mana?"tanya Reno dingin .
__ADS_1
"Aku ada syuting,"jawab Mischa sembari memakai beberapa jenis kosmetik.
"Berapa gajimu jadi bintang iklan?"
Mischa menatap suaminya dan berkata,"Tidak terlalu besar tapi aku senang melakukannya!"
"Oh, begitu!"
Mischa tersenyum lalu kembali menatap suaminya yang sedang menyendok makanan menggunakan tangan kiri.
"Sini biar aku suap,"ucap Mischa menawarkan diri lalu mengambil sendok yang digenggam suaminya.
"Biar aku saja, Mischa!"tolak Reno.
Mischa menyuapkan makanan ke mulut suaminya lalu berkata,"Kalau mau minta tolong,tak perlu segan!"
"Aku tak butuh bantuan,"jawab Reno ketus.
Mischa hanya tersenyum.Selesai menyuapkan Reno,ia memulai sarapannya karena kesiangan ia hanya meminum segelas susu . Kemudian ia pamit dengan Reno.
"Kamu hanya minum saja?"tanya Reno.
"Aku buru-buru,"jawab Mischa.
"Biar aku antar !"ucap Reno berdiri dan bersedia mengantar istrinya.
Akhirnya Reno mengantar Mischa ke lokasi syuting.
Sementara itu Arina bersiap ke kantor seperti biasa Rayyan mengantarnya.
"Mama menyuruh kita mencoba makanan di katering milik temannya,"ucap Rayyan.
"Kalau aku 'sih kapan kamu sempat saja!"sahut Arina.
"Pulang kerja kita ke sana,"ujar Rayyan.
"Ya!"
"Kemarin saat mobilku mogok,Reno bilang kamu dan istrinya berteman. Tapi kenapa kamu tidak pernah bilang?"
"A..aku ,"ucap Rayyan gugup."Cuma tidak mau kamu marahin aku saja ,kalau yang menikah dengan dia itu temanku,"jawab Rayyan asal.
Arina tersenyum tipis lalu berkata,"Aku tidak seperti itu, mungkin memang temanmu jodohnya Reno!"
"Maaf, tidak jujur!"ucap Rayyan sedih.
Arina membalas dengan senyuman.
"Kalau kamu tahu semuanya,apa kamu mau memaafkanku.Aku jadi merasa bersalah!"batinnya menatap calon istrinya.
...****************...
Hari libur ini Reno untuk pertama kalinya mengajak Mischa liburan setelah sebulan mereka menikah.
"Kita mau ke mana?"
"Liburan ke pantai,kamu mau?"
"Aku mau, sudah lama tidak ke sana. Terakhir setahun yang lalu saat syuting,"ucap Mischa.
Reno hanya tersenyum tipis.
"Kita cuma berdua?"tanya Mischa.
"Iya,kamu mau kita rombongan?"
"Tidak juga,"jawab Mischa.
__ADS_1
"Kita pergi pagi ini nanti sore langsung pulang,kamu tidak masalah 'kan?"
"Tidak!"ucap Mischa tersenyum.
Mereka pun menikmati liburan ke pantai, Mischa meminta Reno untuk memotret dirinya.
"Tolong, fotokan aku dong!"rengeknya manja.
"Sini!"Reno mengambil kamera dari genggaman Mischa.
Reno pun mulai mengambil foto istrinya. Berkali-kali ia mengambil foto istrinya. Saat mereka menjalin kasih, Mischa sering meminta suaminya itu mengambil fotonya di manapun berada.
"Ayo, kita pulang!"ajak Reno.
"Ini masih siang,kamu bilang sore kita kembali!"protes Mischa.
"Aku ada urusan pekerjaan mendadak,"ucap Reno.
Mischa mengerucutkan bibirnya.
Mereka kembali siang itu juga karena belum makan dan hari juga menjelang sore. Reno memutuskan mengajak Mischa singgah di restoran yang cukup terkenal dan menjadi katering acara pernikahan dan lainnya. Karena terlalu lelah, Mischa memilih tidur di mobil.
Sesampainya di restoran yang menjadi tujuan. Reno membangunkan istrinya,"Kita sudah sampai , Mischa!'ucapnya menggoyangkan lengan istrinya.
"Kita sudah sampai rumah,ya!"
"Belum,kita makan di sini saja!"ajak Reno.
Mischa dan Reno akhirnya turun dari mobil, mereka mencari meja makan tak lama kemudian Rayyan dan Arina juga datang di restoran yang sama.
Tanpa sengaja mereka berpapasan, Rayyan menyapa Mischa dan Reno namun tatapan suami Mischa mengarah kepada wanita di sebelah Rayyan yang menggenggam erat tangan calon suaminya.
"Kalian di sini juga?"tanya Mischa.
"Kami mau pesan katering buat acara pernikahan kami,"jawab Rayyan.
Mischa membalas dengan anggukan. Sementara itu Arina hanya tersenyum tipis dan menundukkan pandangannya.
"Kita pindah restoran!"bisik Reno mengajak istrinya.
"Tapi kita belum..."
Reno menarik tangan istrinya lalu berkata pada Rayyan,"Kami permisi pulang,ada urusan mendadak!"
"Iya, Rayyan tiba-tiba dia ada telepon dari kantor,"ucap Mischa berbohong.
"Oh,ya!"ucap Rayyan berusaha tersenyum .
Mischa dan Reno keluar restoran dan kembali melaju kendaraannya.
"Kita belum makan,"ucap Mischa.
"Cari tempat yang lain,"ujar Reno ketus.
Mischa menghela nafasnya. Akhirnya mereka singgah di warung pinggir jalan. Mereka memesan makanan dan Mischa menikmati makanan yang di pesan dengan lahap.
"Reno !"panggilnya.
Reno menatap Mischa di depannya.
"Lama sekali makannya,kamu bilang ada urusan penting!"gerutunya.
"Tidak jadi,aku membatalkannya!"
"Kenapa? Pasti karena dia!"tuduh Mischa.
"Ini tidak ada hubungannya dengan dia!"jawab Reno ketus.
__ADS_1