Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Tamu tak diundang


__ADS_3

Usia kehamilan Sarah memasuki enam bulan, rencananya mereka akan mengunjungi adiknya Sarah keluar negeri sebelumnya mereka juga sudah berkonsultasi dengan dokter.


"Mas ! kita jadikan liat adikku disana!"pinta Sarah pada suaminya.


"Sayang,maaf ! kita tidak bisa berangkat?"


"Maksud kamu apa,Mas?"tanya Sarah yang terlihat kesal.


"Proyekku di sana bermasalah,aku harus mengurusnya!"jelas Tio.


"Kamu,janji kita akan kesana!"


"Aku memang pernah berjanji, tapi kita tunda ya!"ucap Tio.


"Aku kecewa dengan kamu,Mas!"protes Sarah.


"Sayangnya, bagaimana kalau aku ngantar kamu ke rumah Papa?"


"Mas,mau kemana?"tanya Sarah balik.


"Aku akan ke Kota S untuk mengurus proyekku disana!" ucap Tio menjelaskan.


"Kapan pulang?"


"Belum saja pergi, sudah di tanya kapan pulang!"


"Aku mau kepastiannya saja,Mas!"


"Secepatnya,aku akan pulang jika urusan disana selesai!"


"Tapi, Mas ! harus janji sampai disana segera kabarin aku!"


"Itu pasti, istriku yang cantik!"ucap Tio memegang pipi Sarah dengan kedua telapak tangannya.


Mereka pun pergi menuju kerumah Papa Setya tanpa diketahui Sarah ,adik lelakinya ternyata telah kembali.


"Papa,aku titip Sarah!"ucap Tio


"Iya, Nak! kamu hati-hati,semoga masalah disana segera selesai!"ucap Setya memberikan dukungan semangat pada menantunya.


"Adikku!"teriak Tio memanggil.


"Ada apa,Kak?" ucap Satria , adik lelaki Sarah.


"Satria!"teriak Sarah karena bahagia."Kamu sudah kembali,kenapa tidak bilang sama Kakak?"tanya Sarah memeluk tubuh adiknya.


"Ini kejutan Kak dari suamimu!"ucap Satria melirik Tio.


Sarah menatap wajah suaminya.


"Satria telah menyelesaikan sekolahnya tapi ia melarang kamu kesana ,karena hamil jadi ia memutuskan pulang saat usia kandunganmu enam bulan!"ucap Tio.


"Suamimu yang menyuruh Satria pulang saat usia kandunganmu enam bulan biar jadi kejutan untukmu. Harusnya Satria akan pulang dua hari lagi tapi Tio menyuruhnya pulang sekarang karena dia ada urusan dengan proyeknya . Ini semua dia lakukan agar kamu tidak kesal!"jelas Setya.


"Oh,sayang. Terima kasih ya,Mas!"ucap Sarah memeluk suaminya.


"Aku pamit pergi,jaga dirimu dan kesehatan calon bayi kita!"ucap Tio memberikan nasihat pada Sarah.Tio pun pamit pada mertua dan adik iparnya.


...****************...

__ADS_1


Seno telah kembali ke kantor saat ini dia menggantikan posisi Tio menjalankan perusahaan selama ia berada di Kota S.


"Tuan,ini laporannya!" ucap Arina.


"Letakkan di situ,aku akan memeriksanya!" ucap Seno.


Arina pun meletakkannya kemudian pamit keluar.


Suara ketukan pintu terdengar kembali,ia pun mengizinkan Arina kembali masuk,"Tuan! ada yang ingin bertemu dengan mu!"


"Bertemu?"Seno mengernyitkan keningnya,ia pun melirik Arina yang wajahnya seperti menangis."Suruh masuk!"


Wanita paruh baya masuk kedalam ruangan Seno dengan gaya angkuhnya ia berbicara,"Aku ingin bertemu dengan Tio Mahendraya!"


"Tuan Tio,tidak lagi di kantor beliau lagi di luar kota!"ucap Seno."Jika ada yang ingin di sampaikan,saya bisa menyampaikannya!"lanjut Seno.


"Aku akan kembali lagi,pekan depan!"ucap wanita itu melangkah pergi sebelumnya ia menatap sinis Arina yang ada disampingnya .


Setelah tubuh wanita itu menghilang dari pandangan Seno,ia memanggil Arina yang hendak melangkah keluar,"Tunggu! aku ingin menanyakan sesuatu."


"Ada apa,Tuan?"


"Kamu tau siapa wanita itu?"tanya Seno.


"Dia mantan mertua dari mantan kekasih saya,Tuan!"


Seno semakin bingung dengan pernyataan Arina,"Ada hubungan apa, Tuan Tio dengan mantan mertua dari mantan kekasih Arina?"batinnya.


"Saya bingung dengan ucapan mu, maksudnya bagaimana?"tanya Seno memijit pelipisnya.


"Saya juga bingung Tuan! tadi dia datang ingin bertemu dengan Bos Tio lalu ia melihat saya bekerja disini dan marah-marah,"ucap Arina.


"Citra Draya!"


"Aku seperti mengenal nama itu!"gumam Seno."Ya sudah! kamu bisa kembali bekerja!"ucap Seno.


"Saya permisi,Tuan!"


Lain tempat Tio masih sibuk dengan urusan proyek di Kota S tak lupa ia mengabari istrinya.


"Kalian bisa kerja,tidak!"ucap Tio memarahi kepala proyek


"Maafkan kami,Tuan!"


"Saya sudah mengucurkan biaya banyak tapi hasilnya begini!" Tio mulai kesal."Periksa kembali laporan pembelian bahan baku,saya yakin ada yang mencoba merubah harga dan membeli bahan dengan kualitas jelek!"


"Baik,Tuan! saya akan kembali memeriksa laporannya."


"Berikan laporan itu secepatnya pada saya!"


...****************...


"Bagaimana,Mah?"


"Mama belum bertemu dengan dia!"ucap Citra."Tapi,Mama tadi bertemu dengan teman lamamu Arina!"


"Mantan Viko mungkin ,Mah! bukan temanku."


"Entahlah ! siapa dia,"ucap Citra masa bodo.

__ADS_1


"Ngapain dia disana?"tanya Celin penasaran.


"Dia sekretaris Tio!"


"Apa ! bisa gawat ini jika dia bekerja disitu."


"Memangnya,kenapa?"tanya Citra balik.


"Mama tau Viko kerja di situ,aku gak mau mereka balikkan lagi,"ucap Celin cemburu.


"Kamu sudah berpisah dengan lelaki itu, biarkan saja mereka balikkan!"


"Mah,ini tidak bisa di biarkan aku berpisah juga gara-gara dia. Viko masih mengharapkan cinta dari wanita itu!"


"Mama tidak peduli dengan lelaki itu,terpenting bagi Mama bertemu dengan Tio!"


"Mama,apa gak takut jika Viko akan membocorkan rahasia kita pada Arina?"


"Kamu, jangan buat Mama takut begini. Tidak mungkin Arina memberi tahu Tio, hubungan mereka hanya sekedar karyawan dan atasan."


"Bisa saja,Mah!"


"Urusan Arina ,kita urus nanti!" Citra tersenyum licik.


...****************...


Beberapa hari kemudian Tio pulang,ia pun menjemput istrinya di rumah papa mertuanya. Tidak lupa ia juga membawakan oleh-oleh buat istrinya yang selama hamil selalu makan hingga membuat tubuhnya sedikit lebih gemuk.


"Mas , aku kangen dengan kamu!"Sarah menghambur ke pelukan suaminya ia pun melirik kantong yang di pegang suaminya."Kamu ,bawa makanan buat aku!"ucapnya penuh semangat.


"Iya ,sayang! ini buat kamu dan aku juga bawakan untuk Papa dan Satria."


"Makasih ya,Mas!"


"Kita pulang ,yuk!"ajak Tio.


Setelah pamit pada Satria dan Setya, mereka pun kembali ke rumah.


"Bagaimana urusan proyek disana,Mas?"tanya Sarah.


"Semua terkendali,ada karyawan yang korupsi ia sengaja membeli bahan yang murahan tapi memasukkan harga dengan mahal sehingga beberapa rumah yang sudah selesai di bangun hancur dihantam banjir padahal banjirnya tidak terlalu besar!" Tio menjelaskan.


"Tega banget ya ,karyawan kamu itu,dia gak pernah mikir uang yang didapatkannya haram apalagi sampai diberikan kepada orang tuanya, istrinya bahkan anaknya!"ucap Sarah.


"Karyawan yang melakukan itu aku pecat ,ia hanya merugikan perusahaan dan membahayakan orang lain karena keserakahannya!"


"Semoga kedepannya tidak terjadi hal seperti ini,Mas!"Sarah memberikan semangat pada suaminya.


Sesampainya dirumah saat hendak tidur ,Tio mendapat telepon dari Seno. "Jika aku bertemu dengannya, kemungkinan aku akan mengenalnya!"ucap Tio diujung telepon lalu ditutupnya.


"Siapa,Mas?"


"Seno yang menelepon ia mengatakan ada seorang wanita paruh baya datang ke kantor ingin menemuiku. Dia datang dua kali ke kantor dan namanya Citra Draya,"ucap Tio mulai berpikir karena penasaran.


"Mungkin ia ingin bekerjasama dengan perusahaan."


"Sepertinya tidak ,jika ia ingin melakukan kerjasama ia bisa bicarakan ini kepada Seno,"tutur Tio


"Semoga saja bukan sesuatu yang buruk,Mas!"

__ADS_1


"Semoga saja,sayang!"ia mengecup kening istrinya dan tertidur


__ADS_2