Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Gaun kondangan


__ADS_3

"Cepat makannya, kamu mau kita pulang jam dua belas malam!"


"Sabar ,Tuan! ini masih nanggung mubazir kalau dibuang."


"Makan aja kayak anak kecil!"ucap Seno menyodorkan tisu.


"Enak banget ,Tuan!" Arina begitu menikmati sampai mengelap keringatnya.


Selepas makan Seno dan Arina kembali membagikan undangan,"Tuan, apa sebaiknya besok aja kita bagikan lagi ini sudah malam pasti mereka juga sudah tidur!"Arina memberikan saran.


"Ini semua karena kamu coba aja tadi gak pakai makan pasti udah beres semua!"


"Namanya juga lapar memangnya Tuan mau kalau saya pingsan!"


"Tidak mau,aku tak mau gendong kamu!"


"Lagian juga bos Tio maklum!"


"Terserah kamu deh! aku antar kamu pulang!"


Setelah mengantar pulang Arina, Seno pun kembali ke apartemennya namun saat ia akan turun suatu benda tertinggal di bangku penumpang ia menemukan jepitan rambut,"Ini pasti punya Arina!"ia pun menyimpan jepitan rambut itu.


...****************...


"Kak Seno !"sapa Tari tersenyum manis.


"Ada apa ?"tanya Seno kembali.


"Kak,aku bawakan sarapan untukmu!"Tari menyodorkan sekotak wadah makanan


"Terima kasih ya!"ucapnya tersenyum.


"Aku kembali kerja ya,Kak!"pamit Tari


"Silahkan!"jawab Seno tersenyum.


Arina yang melihat Seno menenteng wadah makanan meledeknya,"Ciee...bawa bekal juga di kantor!"


"Apaan sih, kamu?"Seno menatap tajam Arina.


"Biasa aja Tuan lihatnya! oh ya Tuan, hari ini kita lanjut bagikan undangan kan?"


"Kemungkinan sore sepulang kerja karena saya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan kamu harus membantunya!"


"Saya ikut membantu , Tuan!"Arina menunjuk dirinya.


"Bos Tio tidak masuk hari ini jadi tanggung jawab semua di serahkan kepada saya!"


Arina menepuk jidatnya,ia pun membantu Seno memeriksa berkas dan membuat laporan.


"Aku haus , tolong kamu buatkan aku minuman!"pinta Seno.


"Suruh aja OB, Tuan!"ucap Arina yang masih fokus pada laptopnya.


"Saya nyuruh kamu,cepat buatkan!" perintah Seno


"Iya ,cerewet!"Arina menyebikkan bibirnya.


Arina pun membuat teh untuk Seno. Tari yang berpapasan dengan Arina menyapanya,"Minuman buat siapa?"


"Oh ini untuk Tuan Seno !"


"Biasanya dia nyuruh OB, Bos Tio masuk kerja?"


"Entahlah,bos Tio hari ini tidak masuk kerja ."


"Oh begitu!"

__ADS_1


"Aku duluan ya, takut dimarahin!"ujar Arina tersenyum.


"Arina dan Seno semakin dekat aja!"batinnya Tari cemburu.


Sore harinya Seno dan Arina berencana akan membagikan undangan lagi,ia menunggu Arina di parkiran kantor. Tari yang kebetulan melintas menyapa,"Kak Seno mau pulang?"


"Tidak,saya mau membagikan undangan Nona Mayang!"jawab Seno


Arina berlari lari kecil kearah mereka,"Maaf Tuan, membuat anda menunggu!"


"Kita gerak sekarang!"perintah Seno membuka pintu kemudi mobil."Nona,kami harus segera mengantarkan ini !"Seno menunjukkan beberapa undangan.


"Tari, duluan ya!"pamit Arina membuka pintu penumpang.


"Oh ya, hati hati!"ucap Tari tersenyum.


Raut kekecewaan terpancar diwajah Tari melihat kedekatan Arina dan Seno.


...****************...


Hari ini Sarah dan Tio ke butik mereka akan mencoba pakaian yang akan digunakan saat acara pernikahan Mayang dan Wisnu. Sarah mulai memilih dan mencoba beberapa gaun.


"Mas ! apa ini cocok denganku?"tanya Sarah memakai gaun lengan pendek dengan belahan paha panjang.


"Itu tidak cocok dengan kamu!"ucap Tio.


Sarah mengganti lagi kali ini ia mencoba gaun panjang dengan lengan panjang dan menampakkan punggung terbuka,"Kalau ini ?"


"Ganti!" perintah Tio.


Sarah pun mengganti lagi dengan memakai gaun tertutup berwarna putih menampakkan lekukan tubuh dan perut buncitnya.


"Ganti lagi!" ucap Tio


"Mas ! aku capek kamu suruh ganti terus. Kamu aja deh yang pilih!"protes Sarah.


Sarah duduk dan melihat suaminya sibuk memilih gaun buat istrinya dari jauh.


Dikantor Tari menghampiri Seno yang sedang memberikan arahan Arina."Kak Seno! aku mau bicara sebentar."


Seno melihat Tari lalu menoleh ke arah Arina dan berkata,"Aku tinggal sebentar ya!"


Arina pun mengangguk.


Seno dan Tari berjalan sedikit menjauh dari Arina,"Ada apa , Nona?"tanya Seno.


"Sepulang kerja kak Tio nyuruh kita berdua ke butik !"


"Untuk apa?"


"Kak Tio nyuruh kita untuk mencoba pakaian yang akan dikenakan di acara pernikahan Mayang!"jelas Tari.


"Aku juga !"ucap Seno menunjukkan dirinya.


"Katanya kamu juga sudah termasuk keluarga!"


"Baiklah , Nona! sepulang kerja saya akan ke butik!"


"Tapi kita pergi bareng ya!"ajak Tari.


"Baiklah,saya akan menemani Nona pergi!"ucap Seno menunduk dan tersenyum.


Tari yang mendengarnya tersenyum senang. Sepulang kerja Seno dan Tari ke butik yang dimaksud oleh Tari. Seno sudah mencoba kemeja. Tari masih bingung memilih gaun kondangan selama ini dia tak pernah memakai gaun semahal di butik ini biasanya ia hanya mengunakan dress sederhana selutut,ia akhirnya memilih gaun mewah selutut . Tari juga mencoba memakai sepatu berhak tinggi didepan Seno karena tak bisa menahan keseimbangan ia akhirnya terjatuh dengan tertawa nyengir pada Seno yang membantunya berdiri,"Maklum tidak pernah memakainya!"


"Tapi Nona,tidak apa-apa kan?" tanya Sejak Seno tau Tari adalah adik kandung Tio ia lalu memanggilnya nona padahal Tari sudah menolaknya dipanggil nona.


"Tidak apa-apa, terima kasih!"

__ADS_1


Selepas dari butik Seno mengantar Tari pulang,"Seno ! apa lebih baik kita makan dahulu!"


"Nona,mau makan?" tanya Seno.


"Iya ,saya lapar !"


Seno pun mencari tempat makan. Mereka pun memesan minuman dan makanan, Tari mulai membuka percakapan,"Kamu sudah lama ikut kak Tio?"


Seno menoleh kearah Tari,"Baru tiga tahun ,Nona!'


"Oh,Hemm.. kamu sudah punya pacar atau calon istri?"


"Saya belum punya, Nona!"jawab Seno sekenanya.


"Kamu..?"


"Makanannya datang, silahkan makan Nona!"ucap Seno memutuskan percakapan Tari.


Tari tersenyum,"Kamu sering kesini!"


"Tidak terlalu sering, terakhir kemarin dengan Arina!"jelas Seno.


"Dia lagi...dia lagi,apa mereka ada hubungan? menyebalkan sekali!"Tari membatin.


Selesai makan malam,Seno mengantarkan Tari pulang. "Terima kasih, sudah mengantarkan ku!"ucap Tari.


"Sama -sama , Nona!"


Mobil yang dikendarai Seno tidak terlihat lagi,Tari tampak tersenyum sampai masuk kedalam rumah hingga membuat mama Maya curiga,"Kamu kenapa dari tadi senyum saja?"


"Aku lagi bahagia,Mah!"


"Tadi kamu diantar Seno,tapi kenapa tidak disuruh singgah?"


"Tari yang menyuruhnya tidak perlu turun dan pamit."


"Terus kamu kenapa senyum aja?"


"Nanti deh lain waktu Tari ceritain!"


...****************...


"Mas,aku mau kerumah Mama Maya . Kamu yang antarin ya!" pinta Sarah.


"Kita ke sana sekalian mau pergi kerja, ingat kamu jangan makan sambel atau gula berlebihan!"nasehat Tio.


"Iya ! Mas, aku akan selalu menuruti semua nasehatmu!"ucap Sarah lembut, semenjak kehamilan ini Tio lebih sering menasehati istrinya yang sering kebablasan.


"Kamu sudah ngundang paman dan bibi ?"tanyanya pada Sarah.


"Sudah,Mas! papa yang beritahu mereka!"jawab Sarah.


Selesai sarapan Tio mengantarkan Sarah kerumah mama Maya sekaligus ia juga pergi kantor. Sesampainya dirumah mama Maya ia menyapa mama kandungnya sekaligus mengingatkan kembali Sarah."Ingat sayang nasehat ku!"ucap Tio.


"Iya,Mas!"


Tio melirik mamanya," Jika Sarah makan berlebihan terlalu banyak makan pedas dan gula, Mama marahin aja ya!"pintanya.


"Iya, Nak! Mama akan mengawasi menantu Mama ini!"ucap Maya tersenyum.


"Kalau begitu, Tio pamit kerja!"tutur Tio mencium punggung tangan mamanya.


"Iya , Nak ! hati hati!"ucapnya tersenyum."Suamimu cerewet banget persis papanya!"ucap mama Maya tersenyum menarik lembut tangan Sarah."Kamu mau mama masakan apa?"tawarnya pada menantunya.


"Sarah, mau kerang saos Padang!"ucap Sarah membayangin lezatnya makanan tersebut.


"Kamu izin suamimu, boleh atau tidak!"

__ADS_1


"Harus izin lagi deh!" Sarah mengerucutkan bibirnya.


__ADS_2