Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
BAB 5


__ADS_3

Iren menunggu telepon dari Rudi, "sudah jam 7 kenapa mas Rudi belum telepon juga, apa enggak jadi datang? Apa aku telepon aja kali yah?," ucap Iren dalam hati.


Bel rumah berbunyi.. Ibu Iren membuka pintu. ia sudah mengenal Rudi karena melihatnya dulu mengantar Iren pulang ke rumah dan Iren juga menceritakan kalau Rudi itu temannya Widi.


"Assalamualaikum bu," ucap Rudi sambil mencium tangan Ibu Iren seperti sudah sangat akrab, padahal hari itu pertama kalinya Rudi berbicara dengan ibunya Iren.


"Waalaikumsalam, Rudi kan? masuk dulu nak," jawab Ibu.


"Iya bu, disini aja. Iren ada?," tanya Rudi.


"Iya ada kok, tunggu sebentar yah.," kata Ibu lalu meninggalkan Rudi di kursi teras.


Ibu kemudian masuk ke kamar Iren.


"Nak, ada Rudi di depan," Ucap ibu pada Iren


"Iya bu.. aku sudah mau keluar," kata Iren


Iren dan Ibu berjalan menuju teras rumah, dimana Rudi menunggu Iren.


"Iren pamit dulu yah bu.," ucap Iren pamit pada Ibunya sambil mencium tangannya.


"Iya nak hati-hati yah.. jangan pulang terlalu malah," kata Ibu


"Iya bu, saya pergi dulu," jawab Rudi mencium tangan Ibu Iren.


Iren dan Rudi pergi mengendarai moge milik Rudi. Diperjalanan Iren merasa sangat canggung karena menurutnya baru kali ini ada cowok yang mengajaknya keluar padahal baru sekali bertemu. Sangat aneh pikirnya.


“Kamu enggak apa-apa kan aku ajak jalan?" tanya Rudi tiba-tiba memulai pembicaraan.


“Enggak sih mas, tapi rasanya aneh aja. Kan kita baru sekali bertemu hehe,” jawab Iren.

__ADS_1


“Hahaha polos banget sih Ren, kamu belum pernah dengar istilah jatuh cinta pada pandangan pertama yah?” kata Rudi sambil tertawa, membuat Iren semakin merasa canggung.


“Hehehe bisa aja mas Rudi, btw memangnya kita mau kemana mas?,” tanya Iren yang sama sekali tidak tahu akan diajak kemana oleh Rudi.


“Makan aja kali yah, kamu belum makan pasti kan?,” jawab Rudi.


“Iya terserah mas aja deh,” kata Iren singkat.


Rudi mengajak Iren untuk makan malam di restoran jepang dekat rumahnya. Akhirnya mereka sampai di restoran tersebut dan makan bersama, Iren dan Rudi juga berbincang-bincang santai layaknya dua orang yang sudah lama berkenalan. Tiba-tiba Rudi bertanya hal yang membuat Iren salah tingkah dan merasa tak ingin makan lagi karena rasa malu yang memuncak. Aneh sekali, pikir Iren.


“Pacar kamu marah enggak nih kalau kamu keluar sama cowok?” tanya Rudi tiba-tiba.


“Hm.. aku enggak mungkin mau keluar sama cowok lain kalau aku ada pacar mas,” Jawab Iren merasa canggung.


“ Mas Rudi sendiri gimana? Pasti pacarnya mas Rudi marah deh kalau tahu pacarnya ajak cewek lain makan bareng hehehe,” tanya Iren berbalik kepada Rudi.


“Cepat habiskan makanannya, setelah ini aku mau ajak kamu ke rumahku. Dekat kok dari sini, mau kan?,” ucap Rudi bertanya kembali tanpa menjawab pertanyaan dari Iren.


Setelah makan malam bersama, Iren dan Rudi berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya dan hendak ke rumah Rudi, padahal seharusnya Iren langsung pulang setelah makan. Iren nyaris tak ingin berkata-kata selama berada disamping Rudi, rasanya ia tak ingin menolak permintaan Rudi.


Pertemuan ini memang baru pertemuan keduanya dengan Rudi, tetapi ia tak ingin cepat-cepat pulang agar tetap bersama dengan Rudi. Aneh memang, tapi ia tak memikirkan apakah ini wajar atau tidak.


Di perjalanan ke rumah Rudi, mereka tidak langsung kesana. Rudi membawanya berjalan-jalan sebentar. Hujan mulai menaungi mereka, mereka terjebak tak bisa bergegas untuk segera pulang.


“Wahhh gimana nih Ren? hujannya enggak permisi hehehe,” ucap Rudi bersuara besar karena hujan deras.


“Antar aku pulang aja mas,” kata Iren.


“Ke rumah aku dulu aja yahh.. soalnya tanggung kalau ke rumah kamu masih jauh, rumah aku sudah dekat kok,” sahut Rudi pada Iren. Tetapi Iren tak menjawab.


***

__ADS_1


Pukul 20.30 di rumah Rudi. Sangat sunyi sepertinya tidak ada orang. Benar saja, ternyata ayah dan ibunya sedang ke luar kota karena ada urusan. Ayahnya adalah pengusaha yang sukses, jarang sekali ada di rumah.


Rudi mengajak Iren masuk, mereka berdua basah kuyup karena hujan sangat deras. Rudi tiba-tiba mendekat pada Iren, membawakannya handuk kering agar Iren tidak terlalu kedinginan. Ia memakaikannya kepada Iren. Dia bilang, “jangan dibuka handuknya, nanti kamu kedinginan.” kata Rudi memegang pundak Iren.


“Orang tua Mas Rudi dimana?" tanya Iren dengan suara bergetar karena kedinginan.


“Lagi di luar kota, ada urusan. Kalau mas Bayu (nama kakak Rudi, pemilik cafe 27) nginap di cafe kalau malam minggu gini,” jawabnya.


Iren hanya terdiam dan bertanya dalam hatinya, “kenapa mas Rudi bawa aku ke rumahnya kalau gak ada orang?


Rudi tiba-tiba mendekat pada Iren. Dia menggosok-gosok tangannya, kemudian menggenggam tangan Iren sampai terasa hangat. Genggamannya tak lepas, malah semakin erat. Tiba-tiba kilat, Iren sangat kaget. Tanpa sengaja, Iren bersandar di dada Rudi. Tanpa disangka, Rudi memeluk Iren dan mengusap rambutnya. “Jangan takut Ren, kamu aman sama aku” ucap Rudi berbisik.


“Iren, aku jatuh cinta sama kamu,” ucap Rudi tanpa basa basi.


“Hah? Maksudnya apa mas?,” jawab Iren tertegun.


Tanpa menjawab Iren, Rudi tiba-tiba memandangi Iren. Jarak tatapan mereka hanya 10 cm. Iren segera berbalik, tak ingin Rudi mendengar betapa keras jantungnya berdegup. Tetapi Rudi membalikkan badan Iren dengan sentuhan lembut. Ia memegang dagung Iren dan mencium bibir Iren dengan lembut. Iren sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya terdiam seperti patung. Rudi melepaskan ciumannya dan berkata sambil menggenggam tangan Iren, “Iren, sekarang kamu adalah milikku, aku akan membahagiakan kamu karena aku sangat mencintaimu. Entah kenapa, aku sangat mencintaimu sejak aku melihatmu di cafe.” Iren hanya diam tak berbahasa.


“ Aku anterin kamu pulang yah.” ucap Rudi mengusap wajah Iren dengan lembut.


“Iya mas.” kata Iren.


Di jalan menuju rumah Iren, Rudi tidak henti-hentinya menggenggam tangan Iren yang melingkar di pinggangnya. Rudi adalah cowok yang sangat berani, mungkin karena usianya yang lebih dewasa daripada Iren.


*****


BUCIN dahhhhhh 😂😂😂


Jangan lupa like dan vote author yaaa readers. Teman kan jangan pelit-pelit.


With love ^_^

__ADS_1


__ADS_2