Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Mayang Ngidam


__ADS_3

Reno menjemput Arina di apartemennya. Reno mengajak Arina di tempat yang sama.


"Arina ,aku ingin mengatakan sesuatu,"ujar Reno sembari menyuapkan nasi ke dalam mulut.


"Katakanlah,Tuan?"


"Aku ingin bertemu dengan orang tuamu!"ucap Reno.


Mendengar ucapan Reno, Arina hampir menyemburkan minumannya.


"Mengapa Tuan ingin bertemu dengan orang tua saya?"


"Tidak ada apa-apa cuma ingin bertemu saja,"ujar Reno.


"Orang tua saya di kampung, perjalanan ke kampung saya cukup lama Tuan bisa berjam-jam,"jelas Arina.


"Tidak masalah,"sahut Reno.


"Tuan ,ingin melamar saya,"ucap Arina asal.


"Iya,saya akan melamarmu!" sahut Reno membuat aktivitas makan Arina terhenti dan menatap Reno.


"Gak usah bercanda, Tuan!"celetuknya.


"Saya tidak bercanda,saya ingin melamarmu!"ucap Reno serius.


Arina tertawa kecil,"Mari kita pulang,Tuan. Saya sudah mengantuk!"ucapnya .


Di mobil Reno memegang tangan Arina lalu berkata,"Saya serius dengan kamu?"


Jantung Arina berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang udah kayak lagu."Beri saya waktu berpikir ,Tuan!"ujarnya.


"Saya akan tunggu jawabanmu!"sahut Reno.


Selama perjalanan pulang, Arina hanya diam ia bingung antara ragu dan senang."Apa benar dia serius denganku?"batinnya .


...****************...


Pagi harinya di kediaman Reno, ditengah sarapan pagi. Ia kedatangan tamu. Pelayan asisten tergopoh-gopoh memberi tahu Reno.


"Ada Nona Mischa mencari anda!"ucapnya.


"Mau apa dia kemari?"gumam Reno kesal."Suruh dia masuk!"titahnya.


Pelayan pun memanggil Mischa.


"Selamat pagi,apa kabar sayang?"sapanya lalu duduk di samping Reno.


"Pagi juga,"jawab Reno ketus. "Ada apa?"tanyanya lagi.


"Aku kangen dengan kamu,"ucapnya .


"Tapi aku tidak!" ucap Reno asal.


"Aku minta maaf jarang menghubungimu,kamu tahu 'kan karir lagi naik,"jelasnya memasang ekspresi memelas.


"Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa kembali padamu,"ungkap Reno.


"Apa kamu tidak mencintaiku lagi setelah apa yang kita lewati berdua ?"


"Rasaku telah mati saat kamu memilih pergi ke luar negeri,aku menunggu kabarmu tapi gak pernah ada,"jelas Reno. Ia pun berdiri menyudahi sarapannya,"Aku akan berangkat kerja. Silahkan,kamu keluar dan ingat satu hal lagi . Aku sudah ada penggantimu!"ucapnya dingin, kemudian ia berlalu.

__ADS_1


Mischa yang mendengarnya merasa jengkel,ia menghentakkan kakinya.


Sementara itu,Sarah meminta Tio mengantarkannya ke rumah Mayang ia ingin berjumpa dengan adik iparnya itu tidak lupa ia juga mengajak Rangga dan Mama Maya.


"Ada Nona Mayang?"tanya Sarah sesampainya.


"Nona Mayang lagi terbaring di kamar ,"ucap pelayan rumah.


"Apa ? Memangnya dia kenapa?"Sarah terkejut begitu juga dengan Mama Maya.


"Kemarin dokter juga sudah kesini dan dibawa ke rumah sakit juga, tapi Tuan Wisnu tidak memberitahunya,"jelas pelayan itu.


Sarah dan Mama Maya pun masuk ke kamar Mayang diantar oleh pelayan rumah.


"Mayang,kamu kenapa?"tanya Mama Maya khawatir.


"Pelayan bilang kemarin kalian ke rumah sakit,"ungkap Sarah.


"Aku tidak apa-apa,Tante. Benar kemarin aku dibawa ke rumah sakit tapi ini bukan penyakit,Kak!"jelas Mayang tersenyum lemah.


"Lalu? kamu hamil?"cecar Sarah.


Mayang menganggukan kepalanya dan berusaha duduk dibantu Mama Mayang.


Sarah memeluk tubuh Mayang saking bahagianya."Selamat ya,Dik!"ucap Sarah tersenyum."Ayah, Ibu tahu?"tanyanya lagi


"Belum,"jawabnya.


"Kami akan ke sana jika aku tidak mengalami muntah lagi."


"Semoga kalian berdua sehat,Nak!"ucap Mama Maya memberi semangat pada Mayang.


"Makasih ,Tante!"ujar Mayang tersenyum.


"Tadi Kak Sarah dan Tante Maya ke sini,"tutur Mayang memberi tahu suaminya.


"Mereka tahu kamu hamil?"


Mayang menganggukan kepalanya.


"Oh,kamu mau makan apa?"tanya Wisnu


"Aku tidak bernafsu makan,"ucapnya lirih.


"Makan dikitlah,aku akan buatkan bubur untukmu,"Wisnu beranjak pergi menuju dapur. Tidak butuh waktu lama membuatkan bubur,"Buburnya sudah matang,kamu makan biar aku suapin!"Wisnu mengangkat sendok Bubur belum masuk ke dalam mulut ,Mayang sudah memuntahkannya.


Wisnu membantu memijit tengkuknya dan menuntunnya ke atas ranjang,dia kembali menyuapin .


Lagi-lagi Mayang protes,"Kamu pakai parfum apa sayang? Gak enak begini."


"Aku pakai parfum seperti biasanya,"tutur Wisnu.


"Besok kamu ganti,aku tak suka baunya!"celetuk Mayang.


"Aku sudah lama pakai parfum ini,masa harus ganti,"gerutu Wisnu.


"Tapi aku benar-benar tidak suka ,sayang!"protes Mayang lagi.


"Kamu tak mau ganti,jangan tidur denganku!"sentak Mayang.


"Iya,besok aku ganti. Sekarang kamu makan!"paksa Wisnu."Parfum saja dipermasalahkan,"ucapnya membatin.

__ADS_1


Mayang sudah tertidur,ia kembali ke kantor. Sepulang kerja dia akan ke toko parfum untuk mengganti parfumnya.


Sore harinya Wisnu pergi membeli parfum baru,ia sengaja membeli 3 botol parfum dengan wangi berbeda jika Mayang protes dengan baunya ia tidak perlu repot harus belanja lagi.


"Sore, sayang!"sapanya mencium kening istrinya yang sedang menikmati teh hangat sembari memberi makan ikan di kolam."Bagaimana dengan baunya,apa kamu suka?"


"Lumayanlah daripada yang tadi,"jawab Mayang.


"Ya sudah,aku ke kamar mau mandi!"ucap Wisnu.


"Sayang,tunggu !"


"Ada apa?"


"Kamu gak usah mandi,aku suka kamu begitu saja!"ujar Mayang santai.


Wisnu memijit pelipisnya dan menatap heran istrinya itu lalu berucap,"Kamu tidak salah?aku baru saja pulang kerja,tubuhku gerah."


"Tapi aku suka kamu begini!"ucap Mayang memeluk Wisnu.


"Sayang,jangan begini dong!"ucapnya mendorong lembut tubuh istrinya dan mencium pipinya."Aku mandi dulu,"lanjutnya tersenyum ia pun bergegas mandi.


Mayang masih cemberut karena Wisnu memilih mandi,ia pun heran kenapa dirinya begitu menyukai bau tubuh suaminya yang belum mandi dan masalah parfum selama mengenal suaminya itu ia tidak pernah protes.


Wisnu menghampiri istrinya dengan tubuh yang segar dan memakai parfum yang baru dibelinya sepulang kerja.


"Jangan dekati aku!"sentak Mayang.


"Kenapa?"Wisnu mengerutkan dahinya.


"Nanti aku mual jika berdekatan denganmu!"gerutu istrinya itu.


"Begini rasanya jika istri hamil,"batin Wisnu. Ia pun memilih duduk berjauhan dengan Mayang.


Mayang berjalan menuju ruang keluarga,ia memilih menonton drama yang menguras air mata. Wisnu yang melihatnya semakin heran. "Kamu menangis?"tanya Wisnu.


Mayang semakin menangis ketika ditanya Wisnu. Suaminya itu malah menjauhinya. "Mengapa menjauhiku?"protesnya.


"Bukankah kamu yang suruh aku jangan mendekat?"


"Tapi aku lagi sedih,ini dramanya bikin aku terbawa perasaan,"jawabnya menghapus air matanya dengan tisu.


"Ya, ampun. Biasanya juga kamu tidak suka nonton begini,sayang!"celetuk Wisnu.


"Entahlah,sayang. Aku juga heran,"ucapnya santai.


Wisnu menggeleng-gelengkan kepalanya ,"Kamu mau makan apa?"tawarnya.


"Aku mau mangga muda."


"Itu tidak boleh!"


"Mulutku terasa pahit, ingin yang asem,"ucap Mayang.


"Tapi di mana mencarinya?"tanya Wisnu.


"Di halaman depan rumah ada ,sayang. Kamu yang harus ambil sendiri!"bujuk Mayang.


"Sayang,masa harus aku?"protesnya. "Aku sudah mandi,"tolak Wisnu.


"Sayang, Ayahmu tidak mau mengambil yang kamu mau!"ucapnya mengelus perutnya yang masih datar.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan mengambilnya!"ucap Wisnu terpaksa demi janin di perut Mayang.


"Gitu dong,sayang!"sahut Mayang tersenyum senang.


__ADS_2