Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
SJC2-bag. 13


__ADS_3

"Tadi pagi mobilku diserangnya, beruntung Papa tidak mengalami apa-apa," ucap Satria.


"Kenapa kau tidak memberitahuku, kejadian tadi pagi?" tanya Tio.


"Kejadiannya cukup cepat, Kak!"


"Jadi,apa yang ingin kau lakukan?" tanya Wisnu.


"Aku ingin pengawal untuk istriku, ku takut wanita itu akan menyakitinya," jawab Satria.


"Seno, apa kita memiliki pengawal wanita?" tanya Tio pada ajudannya sekaligus adik iparnya itu.


"Ada, Tuan!" jawab Seno.


"Kemarin Papanya hampir membuat perusahaan hancur kini dia mengirimkan putrinya untuk balas dendam," ucap Tio.


"Tuan Setya sudah memperingatkanmu untuk menjauhinya tapi kau malah semakin tergila-gila padanya," celetuk Wisnu.


"Hei, siapa yang tergila-gila padanya? Aku hanya ingin membuat Agnes cemburu saja," ujar Satria jujur.


"Ini semua salahmu yang tidak hati-hati," ucap Tio menyalahkan adik iparnya itu.


"Iya, aku salah. Maaf!"


*


Mobil Satria harus di bawa ke bengkel, karena insiden tadi pagi. Jadi, ia pulang harus menggunakan mobil perusahaan.


"Mobil kamu mana?" tanya Agnes saat melihat mobil yang dikendarai suaminya berbeda.


"Di bengkel tadi mogok," jawabnya berbohong.


"Iya, mobilnya mogok." Setya terpaksa berbohong juga agar menantunya itu tidak khawatir.


"Oh, syukurlah!" ucapnya lega.


Agnes memanggil mertua dan suaminya untuk makan malam bersama, mereka bertiga duduk bersama menikmati makan malam.


"Tadi siang, adakah kiriman paket?" tanya Satria pada istrinya.


"Ada."


Satria dan Setya saling tatap.


”Dari siapa?" Satria bertanya lagi.

__ADS_1


"Dari teman, aku memesan barang darinya," jawab Agnes.


"Oh, kirain." Ucap Satria.


"Kirain apa?" tanya Agnes balik.


"Tidak ada."


Selesai makan malam dan mengobrol santai, mereka memasuki kamar masing-masing. Satria masih berkutat dengan ponselnya.


"Besok kamu jadi bertemu dengan teman-temanmu?" tanyanya saat istrinya itu baru keluar dari kamar mandi.


"Jadi."


"Besok pergi dengan siapa?"


"Mungkin akan naik taksi," jawabnya.


"Mayang tidak ikut?"


"Tidak, anaknya yang bungsu lagi sakit," jawabnya lagi


"Besok biar diantar sopir," ucap Satria.


"Baiklah," ujarnya. "Kamu tidak tidur?" tanyanya.


Agnes tersenyum manja dan mendekati suaminya.


"Kamu mau?" Satria menatap istrinya lalu mendapatkan anggukan. "Baiklah, kalau begitu!" Ia menarik selimut.


...----------------...


Keesokan paginya, seorang wanita yang akan menjadi pengawal pribadi Agnes datang.


"Selamat pagi, Tuan. Ada seorang wanita yang ingin berjumpa dengan anda," ucap pelayan pada Satria.


"Saya akan menemuinya," jawabnya. "Aku tinggal sebentar, ya!" pamit Satria meninggalkan meja makan.


Tak lama kemudian Satria muncul bersamaan dengan seorang wanita.


Satria mendekati kursi Agnes. "Ini istriku!"


"Selamat pagi, Nona!" sapa wanita itu.


Lalu Satria menghampiri Setya. "Ini Papaku," ucapnya.

__ADS_1


"Pagi, Tuan Besar," sapanya wanita itu.


"Perkenalkan dirimu," titah Satria pada wanita yang ditaksir berusia 24 tahun.


"Perkenalkan nama saya Felicia, saya akan menjadi pengawal pribadi Nona Agnes," ucapnya.


"Pengawal?" tanya Agnes heran.


"Iya, kamu butuh seseorang yang akan menemani ke mana dirimu pergi," jawab Satria.


"Satria, aku rasa ini berlebihan." Tolak Agnes.


"Tidak, Nak. Ini semua demi kebaikan kamu, Satria tak selalu bisa bersamamu," jelas Setya.


"Papa benar, Felicia akan bersamamu ketika aku sedang bekerja saja," ucap Satria.


Mau tidak mau, Agnes pun menerima kehadiran Felicia.


Setelah acara perkenalan Satria, Agnes dan Setya melanjutkan sarapan paginya. Sedangkan, Felicia menunggu di teras rumah.


"Hari ini kamu akan ditemani dia," ucap Satria.


"Iya."


"Kalau begitu aku dan Papa berangkat kerja," pamitnya. Ia mengecup kening istrinya tak lupa Agnes mencium punggung tangan suaminya.


Setelah suami dan mertuanya berangkat ke kantor, tak lama Agnes pergi bersama sopir sekaligus pengawal pribadinya.


"Nona, kita akan ke mana?" tanya Felicia.


"Ke kafe jalan Rajawali," jawabnya.


"Baik, Nona!"


Mobil pun bergerak menuju kafe yang dituju. Beberapa teman Agnes sudah menunggunya.


"Aku tak menyangka kau akhirnya menikah dengan Satria," ucap salah satu teman wanita Agnes sesampainya ia tempat tujuan.


Agnes hanya tersenyum.


"Dia siapa?" tanya temannya Agnes.


"Dia sepupuku," jawab Agnes.


Felicia melirik majikannya.

__ADS_1


"Sepupu kamu kelihatan kaku, lagian juga dia kenapa harus pakai baju serba hitam begini."


"Oh, itu karena dia hobi berpakaian seperti itu," ucap Agnes memaksakan tersenyum.


__ADS_2