Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Pria misterius


__ADS_3

"Mas,aku jadi kepikiran dengan perkataan Ayah tadi!"ucap Sarah pada Tio diatas ranjang.


"Kepikiran,kenapa?"


"Aku takut mereka akan menyakitimu!"


"Doakan saja suamimu ini yang baik,tak perlu memikirkan hal buruk."


"Aku harap,kamu hati-hati!"Sarah menasehati suaminya.


"Aku akan selalu hati-hati. Ayo, tidur!"ajak Tio pada istrinya."Jangan berpikir aneh!"lanjut Tio yang melihat wajah istrinya masih cemas


...****************...


Pagi harinya Ayah dan Ibu Mayang datang kerumah Tio, mereka ingin membicarakan kembali tentang kedatangan Citra yang memaksa ingin menguasai separuh harta perusahaan.


"Ayah, sudah menelepon Papa Hendra beliau akan datang bersama dengan Kakek."


"Kakek? bagaimana dengan kondisinya?"tanya Tio pada ayah.


"Kondisi beliau baik , jika tidak di bawa kemungkinan Citra akan datang menemui Kakek kamu dan memaksa beliau!"ungkap ayah.


Sarah mulai nampak ketakutan, wajahnya begitu tegang karena dipikirannya kejadian yang menyeramkan berseliweran di media elektronik,cetak maupun sosial hanya karena harta. Tio yang merasa kecemasan pada istrinya mengelus punggung tangannya.


Selesai menikmati sarapan bersama Tio dan ayah pergi bekerja sedangkan Ibu Lena pulang kerumah.


Sesampainya di kantor Tio sudah di buat pusing,karena pembelian lahan di Kota L harus gagal.


"Beberapa bulan belakangan ini, masalah perusahaan ini selalu saja ada,"ucap Tio menghela napasnya.


"Apa perlu,kita cek ke sana,Tuan?"tanya Seno.


"Dalam waktu dekat, kita harus ke sana berdua!"ungkap Tio.


Beberapa jam kemudian Seno mengabarkan kembali pada Tio bahwa para pemilik lahan meminta sisa ganti rugi dibayarkan.


"Bukankah,kita telah gagal membeli lahan itu. Kenapa mereka datang meminta ganti rugi?"tanya Tio pada Seno.


"Sebagian pemilik lahan mengaku sudah menerima pembayaran ganti rugi separuh ,jadi mereka ingin memintanya lagi padahal kita sama sekali belum mengeluarkan pembelian lahan itu!"


"Ada oknum yang ingin bermain-main dengan kita!"ucap Tio dengan nada dingin."Sejam lagi kita ke sana!"lanjut perintahnya.


Tio menelepon Sarah bahwa ia akan berangkat ke Kota L bersama Seno,ia pun menjelaskan alasan keberangkatannya dan ia meminta istrinya untuk tidak panik."Mama dan Tari akan menemanimu selama aku pergi,kamu jangan takut dan panik!"ucap Tio menelepon Sarah sebelumnya Tio sudah memberi tahu adiknya Tari agar menelepon mamanya untuk menemani Sarah di rumah.


Selesai menelepon,Tio dan Seno melakukan perjalanan melalui jalur darat. Namun, perjalanan mereka terhambat karena hujan deras disertai ban bocor terpaksa mereka harus menginap di hotel terdekat.


Hujan pun reda dan ban bocor sudah di ganti,sopir yang memberi tahu mereka. "Bagaimana ,Tuan?apa kita gerak sekarang?"tanya Seno melihat jam di tangan dan memandang langit.


"Besok saja kita berangkat,ini sudah terlalu malam. Jika kita paksakan melanjutkan perjalanan, ini terlalu bahaya bagi kita!"ucap Tio .


"Baiklah,Tuan! sebaiknya anda beristirahat."


"Tuan !" panggil Ridwan sopir kantor. "Nona Tari, menelepon,"lanjut ucapnya menyodorkan gawainya.


"Ada apa ,Tari? "tanya Tio,ia begitu khawatir mendapatkan telepon dari Tari.


"Mas,ini aku !" ucap Sarah di ujung teleponnya.


"Sayang!" ucap Tio terkejut.


"Aku telepon kamu dan Seno berkali-kali, Tari pun mencoba menelepon Ridwan berulangkali!"ucap Sarah.


"Gawaiku baterainya abis dan di sini sinyal payah!"


"Mas, sekarang dimana?"


"Kami lagi di hotel tadi terjebak hujan dan ban bocor!"jelas Tio.


"Tapi, kalian tidak apa-apa?"


"Kamu tenang saja dan jangan khawatir!"ujar Tio menenangkan istrinya


...****************...


Lain halnya Citra dan Celin mereka masih memikirkan, bagaimana perusahaan itu jatuh ke tangan mereka dan berniat akan menemui Jayana.


"Mah,kata orang suruhan kita, Kakek ikut Om Hendra ke negara ini!"ucap Celin memberi tahu mamanya.


"Katakan pada orang suruhan kita, tetap ikutin mereka!"perintah Citra pada anaknya.


"Baik,Mah!"


"Aku yakin pasti,Ayah berada di rumah lama!"gumam Citra.


Lain tempat ,Tio dan Seno telah berada di lahan yang menjadi masalah di antara perusahaan dengan warga.


"Bapak,Ibu sekalian kami dari perusahaan Jaya grup tidak pernah mentransfer uang yang di minta dan kita belum menandatangani transaksi pembelian!"jelas Seno.


"Bagaimana mungkin?"tanya pria tua berkaca mata,perwakilan warga.

__ADS_1


"Seorang pria mengaku perwakilan dari perusahaan kalian lalu dia menawarkan harga lebih tinggi dari tawaran pertama,kami mau saja. Lalu dia memberi kami sejumlah uang sebagai uang muka, jumlahnya cukup besar . Jadi kami ,sekarang menunggu sisa pembayaran. Dia berjanji akan melunasinya dalam minggu ini, nyatanya ini sudah lewat seminggu karena sertifikat kami pun sudah dengan dia!"jelas pria tua bertubuh besar.


Tio mulai mengangkat suara,"Bapak dan Ibu , perusahaan kami belum sama sekali menawarkan tawaran ke dua dan kami juga belum memberikan sejumlah sebagai uang muka serta kami juga tidak pernah menerima sertifikat kalian!"


"Jadi, bagaimana dengan nasib kami?"ujar seorang ibu muda .


"Benar ,Bapak dan Ibu sekalian kami tidak pernah melakukan transaksi atau pun tawaran harga ke dua kepada warga!"ucap Tio penuh penegasan.


"Kalian ,tidak menipu kami 'kan!" lanjut pria tua berkaca mata


"Kami tidak menipu dan kami tidak berniat menipu Bapak dan Ibu sekalian,"jelas Seno menekankan kata-katanya


"Berarti, kami di tipu?"ucap seorang wanita paruh baya seusia ibu Lena.


"Ini ada, surat perjanjian dari perusahaan kalian!"tutur pria bertubuh kecil berkisar empat puluhan, menyodorkan secarik kertas bukti perjanjian jual beli lahan kepada Seno


Seno pun melihat lalu memberikan pada Tio kemudian Tio berkata,"Ini palsu! logo perusahaan kami tidak seperti ini dan tanda tangan ini juga palsu,saya sebagai pemimpin sekaligus pemilik perusahaan tidak pernah menandatangani surat perjanjian itu!"


"Bagaimana ini?"ucap para warga yang kebingungan dengan nasib mereka yang telah ditipu.


"Kami akan bantu menyelesaikannya ,ini juga telah menipu kami ,mereka mencemarkan nama baik perusahaan kami!"ucap Tio menenangkan para warga.


"Tolong,Tuan! bantu kami agar tanah kembali pada warga!"tutur pria tua berkaca mata.


"Kami akan berusaha membantu kalian!"ucap Seno.


Para perwakilan warga pun bubar,Seno dan Tio beserta para karyawan cabang kembali ke kantor mereka.


"Tuan,apa kita akan tetap di sini atau kembali ke pusat?"tanya Seno menyajikan teh buat Tio.


Tio mengambil teh buatan Seno dan menyesapnya,"Kita adakan rapat dan suruh pengacara mengurus masalah ini!"


"Baik,Tuan. Saya akan memberi tahu karyawan lainnya dan saya akan membicarakan ini pada Pak Teddy !"


Tio dan Seno memanggil karyawan yang terkait urusan pembelian lahan warga untuk mempertanyakan kenapa mereka sampai ada penyusup yang masuk.


Seno pun juga berkonsultasi dengan Pak Teddy beliau seorang pengacara yang biasanya mengurus masalah perusahaan.


Hampir dua minggu mereka di sana dan hari ini mereka kembali pulang,Sarah memeluk erat suaminya selama di sana komunikasi sering terputus karena sinyal.


"Aku khawatir dengan kamu,Mas . Takut terjadi sesuatu padamu."


"Buktinya aku baik-baik saja!"ujar Tio mendorong pelan tubuh istrinya agar ia melihat suaminya ."Terima kasih,Mah! sudah menemani Sarah,"ucap Tio pada Maya.


"Mama, senang bisa membantu kalian! "


"Kami pamit pulang ya,Kak!"ujar Tari pada Tio dan Sarah.


"Bagaimana masalah di sana apa sudah selesai?"tanya Sarah menemani suaminya makan.


"Belum selesai ,tapi semua sudah di urus Pak Teddy."


"Jahat sekali yang menipu para warga memakai nama perusahaan!"ucap Sarah geram.


"Entahlah ,apa motif sebenarnya dia melakukan ini!"


"Kamu harus hati-hati,Mas!"


"Sayang, kamu jangan terlalu mikirin ini. Kamu hanya perlu fokus pada kehamilan mu!"Tio berusaha menenangkan istrinya.


"Aku benar-benar khawatir!"


Tio tersenyum dan berdiri memeluk istrinya,"Terima kasih ,sudah mengkhawatirkan ku tapi aku ingin kamu menjaga kesehatanmu ini juga demi calon bayi kita!"


...****************...


Citra dan Celin mendatangi rumah lama Jayana,ia menanyakan langsung alasan dia tidak mendapatkan bagian dari perusahaan Jaya Grup.


"Kakek!"sapa Celin pada Jayana.


"Kamu,apa kabar?"tanya Jayana.


"Aku baik-baik saja cuma Mama saja yang tidak baik!"ucap Celin melirik Citra yang menyebikkan bibirnya.


"Mama kamu dari dulu memang sudah begitu!"ucap Jayana menyesap kopi hitamnya."Bagaimana dengan cicitku?"tanyanya kembali pada Celin .


"Dia sehat ,dia di rawat oleh papa!"ujar Celin santai.


"Kamu sebagai seorang ibu, harusnya yang mengurus anakmu bukan diserahkan pada kakeknya!"omel Jayana.


"Papanya saja tidak peduli!"ucap Citra.


"Itu karena kamu yang membuat mereka berpisah!"sindir Jayana melirik Citra.


"Tanpa basa-basi,aku ingin menanyakan..."


"Aku sudah tau ,apa yang ingin kau tau tentang perusahaan itu?"potong Jayana.


"Katakan apa alasannya,Yah?"tanya Citra.

__ADS_1


"Bukankah kamu sudah mendapatkan bagian perusahaan di luar negeri?"


"Tapi aku mau Jaya Grup"ucap Citra.


"Aku menyerahkan itu pada Hendra tapi dia tidak mampu mengurusnya hingga memberikannya pada Tio anaknya,lalu kamu datang seenaknya mengambil bagiannya,"jelas Jayana


"Perusahaan yang Ayah beri padaku tidak sebesar itu?"


"Apa kamu pikir Jaya grup sebesar ini dengan mudah?"tanya kembali Jayana pada putrinya.


"Bukankah,Ayah tidak menyukai anak itu?"tanya Citra memancing emosi ayahnya.


"Itulah kesalahanku, kenapa tidak dari dulu aku mengakui dia sebagai cucuku!"ujar Jayana bersedih.


"Ayah, berikan padaku separuh perusahaan itu!"mohon Citra.


"Jangan menjadi orang yang serakah, Citra!"sentak Jayana."Pengawal!" teriak Jayana.


"Ayah ,mengusir kami."


"Usir mereka ! jangan kalian kasih dia masuk!"perintah Jayana pengawalnya menunjuk Citra.


"Ayah !"teriak Citra memanggil Jayana.


"Kakek mengusir ku juga?"tanya Celin.


"Kamu boleh menemui Kakek kapan pun tapi jika sikap dan keserakahanmu seperti dia !"ucap Jayana menunjuk Citra."Jangan harap,Kakek akan menerimamu!"lanjutnya.


Dikediaman Tio,Sarah mendapatkan sebuah paket dari seorang kurir.


"Paket dari siapa?"tanya Sarah pada kurir.


"Saya kurang tau,Nona! yang memberikan ini tadi seorang wanita muda,"ucap kurir ."Dia menitipkan kepada saya untuk diberikan kepada Nona Sarah atau Tuan Tio!"lanjutnya lagi.


"Maaf,saya tidak bisa terima!"tolak Sarah.


"Tapi,Nona!"ucap kurir.


"Begini saja,kita akan sama-sama membuka paket ini!"ucap Sarah pada kurir.


"Baiklah, Nona!"


Sarah pun memanggil beberapa pengawal untuk membuka isi paket bersama di tengah halaman pekarangan mereka,Sarah melihat dari jauh disampingnya seorang pelayan wanita dan tidak terlalu jauh kurir pengantar.Dua orang pengawal membukanya setelah itu mereka menunjukkannya pada Sarah,ia memundurkan langkahnya karena terkejut dan lemas beruntung pelayan wanita menahan tubuhnya yang hampir pingsan dan membawa ia masuk.


Kurir tersebut juga merasa penasaran isi dari paket,ia pun mendekat,"Astaga!"


"Kamu,kami tahan sementara!"ucap salah satu pengawal.


"Ke..kenapa saya di tahan?"


"Karena kamu yang akan menjadi saksi,"ujar salah satu pelayan.


Tio yang mendapat telepon dari salah satu pengawalnya bergegas kembali ke rumah dan memanggil Seno lalu berucap,"Kita pulang sekarang!"


"Ada apa,Tuan?"Seno melihat wajah Tio begitu khawatir dan cemas.


Tio tak membalas pertanyaan Seno,ia terus berjalan menuju parkiran. Saat hendak memasuki mobilnya Tio mendapatkan telepon dari nomor tak di kenal.


"Apa istrimu sudah menerima kejutan dari saya?"ucap seorang pria dari ujung teleponnya.


"Siapa kamu?"sentak Tio


Pria misterius tertawa,"Itu belum seberapa,akan ada kejutan lainnya ."


"Jangan pernah sentuh kehidupan keluarga ku!"ancam Tio.


"Aku akan menyentuhnya dari jarak jauh, kurasa itu akan menyenangkan!"ucap pria misterius tertawa.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu hidup ku dan aku pastikan kamu akan menyesal!"ujar Tio penuh emosi.


Pria itu tertawa dan menutup teleponnya.


"Brengsek!"gumamnya.


"Tuan!"panggil Seno


Tak menjawab panggilan Seno,Tio masuk ke dalam mobilnya dan Seno pun juga masuk lalu mereka melesat ke rumah .


Sesampainya Tio berlari memasuki rumahnya dan mencari Sarah. Mengetahui suaminya datang Sarah memeluknya,"Aku takut,Mas!"ucapnya menangis.


"Kamu tenang,aku di sini. Mama akan datang menemani mu!"ujar Tio mengecup kening istrinya yang masih ketakutan ."Seno,ikut aku!"


Seno dan Tio mengikuti pengawal dan menunjukkan kurirnya.


"Tuan,ini kurirnya!"salah satu pengawal menunjukkan seorang kurir usianya sebaya Wisnu.


"Tuan,saya tidak tahu apa-apa! saya hanya di suruh. Tolong,jangan tahan saya!"ucapnya memohon.


"Siapa yang menyuruhmu?"tanya Tio

__ADS_1


"Saa.. saya tidak tahu,Tuan. Saya hanya di suruh seorang wanita muda untuk mengantarkan paket itu pada Tuan Tio atau Nona Sarah!"jelasnya.


"Saya mau lihat isi paketnya!"ucap Tio.


__ADS_2