Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Mirip


__ADS_3

Hari ini tepat setahun Rania,acara ulang tahun dihadiri keluarga Rasti,Rayyan dan Arina tanpa kehadiran sang ayah. Mereka mengadakan acara makan-makan di restoran milik Mischa sebelumnya mereka berkunjung ke panti asuhan tempat di mana ibu kandung Rania tiap bulan mengunjunginya.


"Bu, yakin tidak mengundang Kak Reno di acaranya Rania?"tanya Rasti.


"Dia lagi di luar negeri,"ujar Marni.


Sepuluh bulan lalu Reno sengaja tidak kembali ke rumah ibunya itu,dia hanya mengirimkan beberapa barang saja. Ia pun tidak pernah menanyakan kabar anaknya kepada ibunya. Reno hanya menyuruh orang lain tuk memantau Rania dari jarak jauh.


Mereka saling bercanda dan mengobrol,Rania mulai pandai berjalan. Ia anak yang tidak mudah rewel. Setelah makan bersama, mereka kembali pulang. Begitu sampai di rumah, beberapa kado berupa mainan dan pakaian yang lucu tertumpuk di ruang tamu. Siapa lagi yang mengirimnya kalau bukan Reno.


Rania melangkah kaki mungilnya ke arah tumpukan mainan,ia bersorak senang mendapatkan hadiah begitu banyak bukan hanya Rania kedua sepupunya juga ikut senang.


Marni mulai mengangkat ponselnya dan mulai mencari kontak namun di cegah Rasti.


"Biarkan saja,Bu!"ucapnya lembut."Dia ayah kandungnya,"lanjutnya lagi.


Marni pun memasuki kembali ponselnya ke dalam tas kemudian ia berlalu ke kamar.


Sementara itu Reno senang melihat Rania bermain dengan mainan baru pemberian darinya. Ia menutup kembali ponselnya. Video Rania ia dapat dari sang adik yang diam-diam selalu mengirimkan ia kabar dan tentunya juga bekerja sama dengan pengasuh. Mereka tak tega, melihat Reno jauh dari Rania.


"Andai kamu masih ada,"gumam Reno menatap foto Mischa.


Reno mengambil kunci mobil,ia berkeliling kota tak lupa ia juga melewati rental milik Mischa. Tidak ada perubahan pada bangunan itu tetap sama. Ia pun mengunjungi pemakaman istrinya itu. Karena dua bulan ini dia berada di luar negeri,baru kemarin dia sampai di kota ini.


"Hei, istriku. Anak kita hari ini berusia setahun. Dia begitu lucu dan cantik seperti kamu,"ucap Reno di depan pusara sang istri."Kehilanganmu mengajarkanku arti cinta sesungguhnya,kau wanita baik dan tulus. Kini aku hanya hidup untuk anak kita,"ujar Reno kembali.


Ia pun pergi meninggalkan pusara sang istri. Laju kendaraannya melaju ke arah supermarket.Tak sengaja ia menabrak seorang wanita yang sibuk membawa belanjaannya.


"Maaf,Nona. Saya tidak sengaja,"ucap Reno membantu mengumpulkan barang belanjaan wanita itu.


"Tidak apa-apa,Tuan. Saya yang tidak melihat anda,"ucap wanita itu.


"Mischa?"gumamnya menatap wanita itu dengan saksama.


"Tuan!"


"Eh ..maaf!"ucap Reno.


Wanita itu segera meninggalkan Reno yang terus menatapnya,ia mempercepat langkahnya menuju kasir.


Reno menggelengkan kepalanya,"Tidak,aku hanya rindu dengan Mischa saja!"gumamnya. Kemudian ia melanjutkan mencari beberapa keperluan.


Ia menjinjing barang belanjaannya ke arah parkiran. Ia pun meninggalkan supermarket itu. Tak jauh dari tempatnya belanja,Reno melihat sebuah mobil mogok.


Wanita yang tidak sengaja bertemu dengannya sedang kebingungan.


"Nona, mobilnya kenapa?"tanya Reno.


"Hem..saya kurang tahu,Tuan!"ucapnya.

__ADS_1


"Biar saya telepon orang bengkel,"tawar Reno mulai membuka ponselnya


"Tidak usah,Tuan. Biar pegawai Papa saya saja yang menjemputnya,"ujarnya.


"Oh, baiklah kalau begitu. Saya permisi,"ucap Reno .


"Terima kasih,Tuan!"ujarnya.


"Oh,ya .Perkenalkan namaku Reno!"ujar pria itu.


"Saya Mira ,"sahutnya.


"Kamu mirip dengan mendiang istri saya,"ucap Reno.


"Pria tampan ini ternyata duda, apa aku mirip dengan istrinya,"batinnya berucap.


"Nona,kamu dengar saya,"panggil Reno membuyarkan lamunannya.


"Oh, mungkin hanya kebetulan saja."Mira tersenyum.


"Senyummu mirip sekali,"ujar Reno.


Mira pun tersenyum kecut,pria dihadapannya mengatakan begitu.


"Senang bertemu denganmu,Nona!"ujar Reno ketika pegawai suruhan orang tua Mira datang.


"Sama-sama,Tuan!"ucap Mira.


"Dia mirip sekali denganmu, hidung dan senyumnya persis kamu. Rambut dia sedikit bergelombang sedangkan kamu tidak dan dia berkaca mata,"ucapnya lirih.


Sementara itu di perjalanan pulang,Mira terus memikirkan ucapan Reno. "Aku jadi penasaran seperti apa istrinya,"ucapnya membatin.


...****************...


Lain tempat,Sarah terus memanggil suaminya.


"Ada apa 'sih,sayang?"tanya Tio.


"Kamu lama sekali,kita sudah terlambat,"ucap Sarah.


"Bentar dong,sayang. Katakan pada temanmu, acaranya ditunda dulu,"ujarnya.


"Mana mungkin,"sahut Sarah.


Akhirnya Tio pun siap mengantar istri dan kedua anaknya menghadiri acara syukuran kelahiran anak temannya Sarah.


Namun,di tengah perjalanan Sarah harus kecewa lagi. Mobil mereka mogok. Tio pun berusaha menghidupkan mesin kendaraannya tapi hasilnya tetap tak bisa.


"Sayang, sepertinya kita harus ke bengkel,"ungkap Tio.

__ADS_1


Sarah berdecak kesal, mereka pun turun kebetulan tempat mogoknya kendaraannya dekat dengan bengkel. Tio berjalan menuju bengkel sedangkan Sarah dan anak-anaknya menunggu di dalam mobil.


Tak sampai 10 menit,Tio datang bersama mobil derek.


Mereka pun sampai di bengkel sebelumnya Tio sudah menyuruh Seno menjemput mereka di bengkel. Sambil menunggu mereka berada di ruangan tunggu,mata Sarah tertuju pada seorang wanita yang bertugas sebagai kasir.


"Mas, lihatlah. Wanita itu seperti Mischa,"ucap Sarah memutar wajah suaminya ke arah wanita yang dimaksud.


Tio pun melihat dan berkata,"Iya sayang mirip sekali."


Mira yang mendapatkan tatapan dari sepasang suami istri pun menoleh."Ada yang bisa bantu?"tanyanya tersenyum.


"Tidak ada,Nona. Tapi wajah kamu mirip dengan teman kami,"tutur Sarah.


"Begitu ya,Nona. Kemarin saya bertemu dengan seorang pria,dia mengatakan hal yang sama juga,"ucap Mira tersenyum.


Tak lama,Seno pun datang dengan seorang sopir.


"Maaf,Nona. Saya terlambat,"ucapnya.


"Ya sudah,ayo kita berangkat sekarang!"ajak Sarah mengandeng kedua anaknya menuju mobil.


"Kamu tunggu mobil sampai selesai,"ucap Tio menyerahkan kunci pada sopirnya.


"Baik,Tuan!"


Tanpa sengaja,Seno juga melihat Mira dan mengedipkan matanya."Nona Mischa!"gumamnya.


"Dia Mira bukan Mischa,"bisik Tio.


Seno pun mengalihkan pandangannya dan cepat menuju mobil.


"Tapi dia mirip sekali dengan Nona Mischa,Tuan!"ujar Seno sembari menyetir.


"Kalian menceritakan wanita itu,"ucap Sarah memotong pembicaraan suami dan asistennya itu.


"Iya,sayang. Wanita itu memang mirip,"ujar Tio.


"Tadi dia mengatakan kalau kemarin ada pria yang mengatakan hal yang sama,"jelas Sarah.


"Apa maksudnya Nona,Tuan Reno ?"tanya Seno.


"Bisa jadi,"tebak Sarah.


Sementara itu,Mira merasa heran."Mengapa dalam dua hari ini ada saja yang mengatakan aku mirip seseorang?"ucapnya membatin.


Papa Mira melihat anaknya melamun mendekatinya,"Mengapa melamun saja?"tanyanya mengejutkan Mira.


***Reno kita buat bahagia atau tidak 'ya?

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYAKU YANG LAINNYA..


Penculik Hati Razi dan Ziva episode ke 13***


__ADS_2