Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
SJC2-bag. 20


__ADS_3

"Ada apa kau ke sini?"


"Apa hubunganmu dengan Leo?"


Kesya tersenyum sinis lalu menjawab, "Kau mau tahu?"


"Iya."


"Kami tidak ada hubungan apa-apa."


"Jangan bohong!"


"Untuk apa aku berbohong?"


"Jadi, apa yang kalian bicarakan saat di kolam hotel?"


Kesya tampak terkejut dengan pertanyaan Raka.


"Kau terkejut aku tahu?"


"Oh, itu hanya obrolan biasa saja."


"Kau yakin?"


"Raka!" Kesya mulai tampak marah. "Kau kesini hanya untuk bertanya itu?"


"Sepertinya aku salah menuduh orang lain," ucap Raka.


"Hei, apa maksudmu?"


"Kau pasti tahu, siapa wanita yang disukai Leo?"


"A..apa!" Kesya mulai gelagapan.


"Kenapa wajahmu?" Raka menatap wanita yang ada dihadapannya itu dengan sinis.


"A..aku tidak tahu siapa wanita yang disukai adikmu!"


"Bukankah kau bilang kalau Leo mencintai Agnes dan wanita itu yang membuat adikku meninggal?"


"Ya..iya, memang dia!" jawab Kesya gugup.


"Aku curiga denganmu?"


"Apa!"


"Iya, ku yakin kau menyembunyikan sesuatu?"


"Jangan aneh!" sentak Kesya. "Aku membayar kau bukan untuk mengintrogasiku seperti ini," lanjutnya.


"Aku mengundurkan diri," ucap Raka.

__ADS_1


"Tidak!"


"Kenapa?"


"Aku sudah membayar kau mahal!"


"Aku akan mengembalikannya," ucapnya. "Jika kau terbukti ada hubungannya dengan adikku, aku tidak akan segan menghancurkanmu!" ancamnya.


"Kenapa kau balik menyerang ku?"


"Aku tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan pengecut sepertimu!"


Kesya menaikkan sudut bibirnya lalu berkata, "Apa pengawal itu yang mempengaruhi kau?"


"Ini tidak ada hubungannya dengan dia!"


"Aku tidak yakin."


Raka segera meninggalkan rumah Kesya, ia malas lama-lama berdebat dengan wanita jahat itu.


Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Kesya, pria yang baru saja menemuinya mengembalikan separuh uangnya.


"Cuma separuh?" gumamnya. Ia segera menghubungi seseorang. "Beri pelajaran untuknya!" perintahnya pada pria diujung telepon.


...****************...


Felicia melajukan kendaraannya dengan keadaan santai karena hari ini ia tidak perlu terlalu terburu-buru ke rumah Agnes.


Tak lama kemudian, mobil yang mengikutinya dengan sengaja mendorong kendaraan yang dikemudikan Felicia. Hingga membuat wanita membanting stir ke kiri dan menabrak bahu jalan beruntung ia berhasil mengerem.


Pelaku yang melakukan hal itu, segera melarikan diri.


Felicia tidak mengalami cedera yang serius.


"Siapa mereka?" gumamnya. Ia pun segera turun melihat kondisi kendaraannya. Beberapa bagian badan mobil tampak rusak. "Aku harus ke bengkel," ucapnya lalu ia menelepon Satria dan menjelaskan kejadian pagi ini yang dialaminya.


Sementara itu, Satria saat menerima telepon dari Felicia dirinya sudah berada di kantor. Kebetulan Raka berpapasan dengannya.


"Kebetulan sekali kita berjumpa di sini?"


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Ada," jawabnya. "Saya mau minta tolong," lanjutnya.


"Iya."


"Tolong, jemput Felicia di bengkel!"


"Jemput gadis itu!"


"Iya, tadi pagi mobilnya di tabrak dari belakang dari orang tak dikenal," jelas Satria.

__ADS_1


"Dia tidak apa-apa, kan?" tanya Raka khawatir.


Satria menautkan alisnya. "Saya tidak tahu, dia hanya mengatakan kalau lagi di bengkel," jawabnya.


"Dia di bengkel mana?"


"Tak jauh dari rumah Papa Setya," jawab Satria.


"Baiklah, saya akan menjemputnya sekarang!"


"Ya, sudah. Pergilah!"


Raka pun pergi menuju bengkel yang dikatakan Satria.


"Kenapa kau di sini?" tanya Felicia sesampainya pria itu di bengkel.


"Untuk menjemputmu!"


"Aku akan menunggu mobil ini," tolaknya.


Tak lama ponsel Felicia berdering, ia pun segera mengangkatnya dan menjawabnya. Tak sampai dua menit ia pun menutup teleponnya.


"Siapa?" tanya Raka penasaran.


"Dari Tuan Satria," jawab Felicia.


"Benarkan?"


"Iya."


"Kau tidak apa-apa, kan?"


"Aku baik-baik saja."


"Oh, syukurlah."


"Kalau begitu, antar aku langsung ke kantor Tuan Tio," Gadis itu berjalan lebih cepat menuju mobil Raka.


Mobil pun meluncur ke kantor Tio.


"Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Raka saat dalam perjalanan.


"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja mereka mendorong mobilku dari arah belakang."


"Apa ini ada hubungannya dengan Kesya?" gumamnya.


"Maksud kamu, dia meneror aku juga?"


"Kemarin aku ke rumahnya dan menanyakan hubungan dia dengan Leo," jawab Raka.


"Lalu, apa dia mengakuinya?"

__ADS_1


Raka menggelengkan kepalanya.


__ADS_2