
"Arina!"
"Ka..kamu ngapain disini!"tanya Arina gugup.
"Aku bekerja di gedung ini juga!"
"Bukannya kamu, bekerja di perusahaan orangtuanya Celin?"
"Aku dan Celin bercerai lima bulan yang lalu!"
"Bagaimana dengan anakmu?"
"Anakku bersama Celin!"
"Arina!"panggil Seno menghampirinya. "Ngapain kamu disini! cepat kerjakan laporan yang saya minta kemarin!"lanjutnya.
"Saya harus kembali kerja,sampai jumpa lagi!"ucap Arina pada pria itu.
"Harusnya, aku memilihmu bukan dia!"gumam pria itu memandang Arina dari jauh.
Seno berlari kecil mengejar Tari,"Nona!"
Tari membalikkan tubuhnya,"Ada apa?"tanyanya ketus
"Saya disuruh Tuan untuk memanggil anda!"
"Ada apa kakak memanggilku?" Tari membatin.
Mereka berjalan beriringan menuju ruangan Tio.
"Kalian sudah datang,mari duduk!"ucap Tio.
Seno dan Tari saling berpandangan karena bingung.
"Kalian, akan saya tugaskan beberapa minggu di kota B!"perintah Tio.
"Kami?" tanya Tari dengan keterkejutannya.
"Iya,kalian! karena kamu belum pernah ditugaskan di luar kota jadi Seno yang akan menemanimu dan memberikan pengarahan!"ucapnya pada Tari.
"Tapi, Mama?"
"Mama akan tinggal dengan kami!"
...****************...
Keesokan harinya Tari berangkat ke kota B untuk menjalankan tugas kantor,Mama Maya selama Tari pergi ia tinggal dengan Sarah.
"Aku senang deh mama disini,aku ada yang menemani!"ucap Sarah.
"Selama Mama disini ,kamu jangan buat dia capek karena permintaanmu itu!"Tio menasehati istrinya.
Sarah mengerucutkan bibirnya.
"Tidak apa-apa, Nak! biarkan saja dia makan yang banyak, semua juga untuk calon bayi kalian!"
"Dengarkan tuh ,Mas!"
"Senang ada yang belain!"sindir Tio
"Iya dong. Makasih ya,Ma!"puji Sarah
Tari dan Seno telah tiba dikota B, mereka menuju rumah yang akan menjadi tempat tinggal sementara selama bertugas.
"Kita tinggal disini!"ucap Tari ketika mobilnya yang mengantar mereka tiba didepan rumah.
"Iya,Nona!"
"Tapi, ini jauh dari jalan raya! rumah tetangga pun berjauhan!"Tari melihat sekeliling rumah yang dipenuhi pohon besar, rumah tetangga berjarak kurang lebih 300 meter.
Seno tidak mempedulikan ocehan Tari,ia dibantu sopir menurunkan koper.
"Tunggu!"Tari memegang lengan tangan Seno."Kita berdua saja disini!"
"Ada Pak Syarif dan istrinya yang akan menemani kita disini! selama ini mereka juga yang mengurus rumah ini karena kita cuma berdua mereka bersedia menemani kita malam hari disini!"Seno menjelaskannya.
"Oh, kirain kita tinggal berdua saja!"
...****************...
"Arina,makan siang aku mau traktir kamu!"ucap pria itu.
__ADS_1
Arina tampak berpikir lalu berkata,"Bolehlah!"
Siang itu Arina makan berdua dengan pria yang menegurnya tadi pagi.
"Kamu, kenapa berpisah dengan Celin?"
"Kami tidak memiliki kecocokan lagi,mamanya ingin aku selalu menuruti kemauan mereka!"
"Kemauan, mereka?"
"Intinya,kami sudah tidak memiliki kecocokan lagi."
"Maaf,aku mengorek lukamu!"
"Arina , aku masih mencintaimu!"ucap pria tersebut blak-blakan.
Arina tersenyum tipis,"Maaf!"
"Aku tau kamu masih kecewa dengan sikapku dahulu,aku menghancurkan persahabatan kalian dan aku juga menghancurkan hubungan kita!"pria tersebut memegang tangan Arina.
"Sudahlah, lupakan semua tentang itu!"Arina menarik tangannya.
"Apa kita masih berteman lagi?"tanya pria itu.
Arina menganggukan kepalanya tanda setuju.
Tari dan Seno menikmati malam ditemani Pak Syarif dan istrinya dihalaman rumah.
"Dingin sekali!"gumam Tari mengusap kedua telapak tangannya.
"Saya akan buatkan Tuan dan Nona minuman hangat!"ucap istrinya Pak Syarif.
Tak lama kemudian istri Pak Syarif membawakan empat gelas jahe hangat . Ia menyuguhkannya kepada Tari dan Seno.
"Terima kasih,Bu!"ucap Seno.
Mereka pun bersama menikmati jahe hangat sebelum esok pagi hari mulai bekerja. Saat Tari dan Seno memasuki kamarnya, istrinya Pak Syarif berlari menghampiri mereka,"Ada apa,Bu?"tanya Seno.
"Tuan, maaf kami tidak bisa menemani kalian!"
"Kenapa?"tanya Tari.
"Ayah mertua saya meninggal jadi kami harus kembali ke desa!"
"Tidak apa-apa,Bu! lebih baik kalian kembali ke desa!"ucap Seno.
"Terima kasih,Tuan!"ucapnya menunduk.
"Jadi aku tidur dengan siapa?"ucap Tari selama ini dia tidur selalu dengan mamanya.
Seno masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan ucapan nonanya.Tari pun masuk kedalam kamarnya,baru akan memejamkan mata ia mendengar semilir angin membuat bulu kuduknya merinding dia mencoba menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya. Ia pun tertidur,tak lama kemudian terdengar suara petir,ia pun bangun dari tidurnya dan terduduk di atas ranjangnya."Bagaimana bisa tidur kalau begini?"ucapnya lirih .Ia pun terpaksa menemui Seno,ia mengetuk pintu kamarnya Seno tak lama ajudan kakaknya keluar."Aku takut!"ucap Tari pada Seno sebelum menanyakannya.
"Jadi saya harus bagaimana,Nona?"tanya Seno yang masih tampan walaupun bangun tidur.
"Boleh, aku tidur dengan mu?"tanya Tari.
"Tapi,Nona..!"
Tari mulai menerobos pintu kamarnya Seno sebelum ia melanjutkan kata-katanya. Tari sudah diatas ranjang dengan membawa batal dari kamarnya.
"Kamu tidur di lantai!"perintah Tari.
Seno menghela nafasnya.
...****************...
"Sayang,kamu sepagi ini kenapa makan rujak?"tanya Tio heran.
"Tiba-tiba aku pengen,Mas!" ucap Sarah mengunyah nenas dicolek sambel. "Kamu mau?"
"Tidak, terima kasih!"ucap Tio menelan ludahnya karena melihat istrinya makan nenas.
"Kamu,mau Mama buatkan apa?"tanya Mama Maya pada Tio.
"Roti panggang dan susu aja,Ma!"
"Enak banget sayang,tapi sambalnya kurang pedas!" ucap Sarah mengunyah buah mentimun.
"Kamu,jangan makan pedas! ingat kandungannya!"protes Tio.
"Iya, sayangku!"
__ADS_1
"Oh ya,Papa Hendra katanya akan pulang !"
"Iya ,hari ini keberangkatannya. Mungkin tahun depan ia akan kembali ke negara ini!"ucap Mama Maya.
"Ntar sore,kita akan antar papa!"ucap Tio.
"Tapi, Tari tidak bisa ikut dengan kita!" ucap Mama Maya bersedih.
"Papa pasti maklum !"ujar Tio
Sementara Mayang dan Wisnu masih sibuk dengan renovasi rumahnya,Mayang sibuk menata mana saja yang akan diubah. Mayang memilih mengecatnya rumahnya dengan warna hijau muda karena warna sebelumnya terlalu gelap.
"Sayang,aku mau di bagian belakang dibuat kolam renang!"pintanya pada Wisnu.
"Iya,aku akan bilang pada mereka untuk membuat kolam renang!"ucap Wisnu.
Sore harinya Tio, Sarah dan Maya mengantarkan Hendra ke bandara ia akan kembali ke negara kakeknya Tio.
"Tolong,kamu jaga Mama dan adikmu!"pinta Hendra.
"Tio akan menjaga mereka,Papa tenang saja!"
Hendra menghampiri mantan istrinya lalu berkata,"Kamu jaga diri dan anak kita!"
"Iya,Mas! aku akan jaga diri dan Tari dengan baik!"
"Nak, terima kasih! sudah menyadarkan Tio. Jaga dirimu dan calon cucuku!"
"Iya,Pa! jika Sarah lahiran kami akan menghubungi Papa!"
"Sampaikan salam Papa buat Tari!" ucap papa .
...****************...
"Nona, sopirnya sudah menunggu! apa masih lama?"
"Maaf ! terlalu lama menunggu,"ucap Tari.
"Ayo kita berangkat,Pak!"ajak Seno pada sopir yang akan bertugas menjadi sopir khusus untuk mereka selama perjalanan tugas.
Mereka pun menuju lokasi proyek yang akan dibangun dan juga mengadakan rapat dengan investor. Selesai pertemuan mereka makan bersama dengan beberapa klien, seorang pria berkaca mata mendekati Tari dan berucap,"Ternyata dunia ini sempit!"
Tari malas meladeninya,ia hanya sibuk dengan gawainya dan makanannya.
"Dari dulu, kamu tetap sama!"ujar pria tersebut.
"Sok tau!"
"Memang benarkan?"
"Katakan saja,ada apa menghampiriku?"ucap Tari tanpa basa-basi.
"Kamu sudah punya pacar?"
"Sudah!"
"Aku tidak yakin !"
"Jika tidak yakin, bukan urusanku!"
"Tari,aku mau kita balikkan lagi!"
"Tapi aku tidak berminat!"ucap Tari melihat ke Seno dan tersenyum.
Pria tersebut mengalihkan pandangannya kearah tujuan mata Tari lalu berkata,"Itu pacar kamu!"
"Iya,kami akan menikah!"ucap Tari berbohong.
"Kamu tidak berbohong?"tanya pria tersebut penasaran.
"Untuk apa aku berbohong? tidak ada untungnya juga!" Tari berdiri dan meninggalkan pria tersebut."Buat selera makanku hilang saja,"batinnya berkata.
Pria tersebut mengikuti Tari,tau dirinya di ikuti ia pun mendekati Seno dan tersenyum."Sayang,kamu ngapain? ucap Tari berpura pura dan memeluk lengannya.
Seno bingung dengan ucapan Tari,ia ingin menjawab tapi Tari selalu memotong ucapannya.
"Kamu,calon suami Tari?"tanya pria tersebut.
"A..aku!"ucap Seno namun dipotong Tari.
"Iya,dia calon suami aku! kami akan menikah . Benarkan sayang?"ucap Tari tersenyum semanis mungkin.
__ADS_1
"Oh, kalau begitu selamat ya, semoga lancar sampai harinya!"ucap pria itu .
"Terima kasih ya!"ucap Tari tersenyum.Pria yang pernah menjadi mantan kekasihnya Tari sekolah mulai pergi menjauh,ia melepaskan pegangannya."Maaf! terima kasih,sudah menolongku!"ucapnya lalu pergi tanpa menunggu Seno berkata.