Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Citra dan Celin


__ADS_3

Tio mulai beraktivitas kembali setelah urusan pekerjaan di Kota S berakhir,ia sedang memeriksa laporan namun ketukan pintu terdengar. Seno datang menyampaikan, jika ada yang ingin bertemu dengannya. Tio pun mempersilahkan.


"Selamat pagi ,keponakanku tersayang!"ucap Citra membuka kacamata hitamnya dan tersenyum pada Tio.


"Tante? ada apa kemari?"tanya Tio ketus.


"Tante, hanya ingin bertemu denganmu,"ucap Citra tanpa disuruh sudah mendudukkan dirinya di sofa ruangan Tio."Apa kamu tidak rindu dengan ku?"lanjutnya.


"Katakan !apa mau,Tante? tidak perlu berbasa basi."


"Tidak perlu terburu-buru!"


"Tapi,aku tidak memiliki waktu melayanimu!"


"Duduklah,dulu ! kita bicarakan dengan santai."


Tio pun duduk dihadapan adik dari papa Hendra,"Sekarang katakan ! ada apa Tante kesini!"


"Oh,baiklah! Tante kesini untuk.."Citra menjedakan kalimatnya."Untuk mengambil hak Tante,"lanjutnya.


"Hak, Tante! hak yang mana?"tanya Tio sedikit mulai terpancing.


"Lima puluh persen bagian dari perusahaan ini!"


Tio tertawa sinis,"Tante bisa minta pada Kakek!"


"Maksudmu?"


"Kakek sudah mewarisi perusahaan ini atas namaku."


"Bagaimana mungkin?"Citra berdiri karena tidak senang dengan perkataan Tio.


"Tante tidak tau ,empat tahun lalu kakek memberikan perusahaan ini yang hampir bangkrut,"ucap Tio."Susah payah aku dan Ayah Ryan membangun perusahaan ini dan kembali menjadi besar!"lanjutnya.


"Kenapa Ayah tidak menceritakannya pada Tante?"gumam Citra.


"Bukankah Tante sudah mendapatkan perusahaan yang di luar negeri!"tutur Tio.


"Itu bukan punya Tante! perusahaan itu atas nama Papamu!"


"Tio tidak peduli,"ucap Tio."Lebih baik Tante pulang dan tanyakan langsung pada Kakek!"


Citra menghentakkan kakinya karena kesal dengan Tio tanpa permisi ia keluar ruangan .


...****************...


Citra menghempaskan tubuhnya di sofa rumahnya,"Ayah tega denganku!"gumamnya."Bi! ambilkan aku minum!"teriaknya pada pelayan rumah.


Celin yang baru pulang belanja menghampiri ibunya yang terlihat kesal lalu berucap,"Mama kenapa? jutek banget mukanya."


"Bagaimana tidak kesal, Kakekmu sudah memberikan perusahaan itu atas nama Tio!"


"Bagaimana bisa?"tanya Celin pada mamanya.


"Mama pun tidak tau, bagaimana perusahaan itu jatuh pada Tio padahal kakek begitu membencinya!"


"Kita harus menemui Kakek,Mah!"

__ADS_1


"Tidak semudah itu, kita bertemu dengannya apalagi ada Om Hendra di sisi Kakekmu!'


"Aku gak mau hidup miskin,Mah!"rengek Celin


"Mama pun tak mau!"celetuk Citra.


Sementara Viko berusaha mendekati Arina namun ia berusaha menjauh dari Viko karena dia ingat mantan mertua Viko memarahi dirinya .


"Ada apa?"tanya Arina pada Viko.


"Aku hanya ingin mengajak kamu pulang bareng !"


"Aku naik bis !"ucap Arina ketus


"Kamu,kenapa? sepertinya menjauhi aku,"ucap Viko menahan langkah Arina.


"Kamu, tau! mantan mertuamu datang ke kantor menemui Bos ku dan memarahi aku!"


"Mama Citra? Ada apa dia kesini?"


"Mana aku tau!"Arina melanjutkan langkahnya.


"Tunggu!"Viko menarik lengan tangan Arina.


"Ada apa lagi?"tanya Arina kesal.


"Apa pemilik perusahaan Jaya grup cucu Jayana?"


Arina menatap wajah Viko seakan ingin mencari arti dari ucapannya."Aku tidak tau!"


"Berarti Mama Citra tau pemilik Jaya grup adalah cucu dari Jayana jika ia tau pemiliknya bukan cucu Jayana ia tidak akan ke sini!"ucap Viko memberikan penjelasan.


"Kemungkinan."


Sore harinya Tio pulang kerumah dan membersihkan diri sebelum ia menjumpai istrinya. Ia menikmati teh dengan istrinya di atas balkon rumahnya.


"Tante Citra tadi ke kantor,"ucap Tio memulai pembicaraan.


"Siapa dia?" tanya Sarah.


"Dia adik dari Papa Hendra."


"Ada apa dia kekantor,Mas?"


"Dia ingin mengambil lima puluh persen perusahaan, aku dan Ayah yang membangun perusahaan itu hingga sebesar ini," ucap Tio.


"Kamu harus memberi tahu Papa Hendra dan Ayah,Mas!"


"Nanti malam kita ke rumah Ayah!"ajak Tio.


Malam harinya mereka datang kerumah Ayah Ryan untuk membicarakan pertemuan dia dengan Citra.


"Kamu harus hati-hati dengan Citra!"ucap Ryan pada anak angkatnya itu sebelumnya Tio sudah menceritakan semuanya."Wanita itu sangat licik! dia ingin menguasai harta Kakek kamu,"lanjutnya.


"Tio tau ,bagaimana perlakuan dia dulu padaku dan Mama!"ucap Tio mengingat kejadian dahulu.


Dua puluh dua tahun yang lalu,saat Tio berusia tujuh tahun."Ma,aku mau es krim!"rengek Tio kecil pada Maya.

__ADS_1


"Nanti kita beli ya,Nak! Mama tidak ada uang,Papa kamu belum pulang kerja!"bujuk Maya.


"Kalau papa pulang belikan ya,Mah!"


"Pasti ! doakan papamu bawa uang ya,Nak!"


"Tio selalu mendoakan agar papa bawa uang banyak!"ucapnya memperagakan gaya khas anak kecil.


Maya tertawa kecil,"Kamu memang anak yang pintar,Mama doakan semoga kamu jadi anak yang sukses !"ia memeluk anak lelakinya dan mengecup keningnya.


Citra yang lewat hendak membeli es krim pun turun ia melihat ibu dan anak menatap toko es krim,ia menghampiri keduanya lalu berkata mengejek,"Kasihan ya,Mama dan Papa kamu tidak mampu membelikan es krim!"


"Ayo kita pulang,Nak!"ajak Maya pada anaknya dan berbalik badan tak menghiraukan ucapan Citra adik iparnya.


"Sini, Tante belikan!"tawar Citra pada Tio.


"Ma,aku mau es krim. Tante itu mau belikan es krim!"Tio kecil melepaskan genggaman tangan Maya.


"Nak,nanti kita beli dengan papa!"bujuk Maya.


"Belum tentu,papamu bawa uang sekarang pun dia entah dimana!"sindir Citra.


Maya hanya tertegun suaminya sudah tiga hari tidak pulang kerumah.


Tio kecil menghampiri Citra,"Ayo dong, Tante! kita beli es krim."


"Baiklah, ikut Tante!" ucap Citra dan melirik Maya. Mereka pun pergi ke toko es krim sambil bergandengan tangan sesekali Citra melihat Maya dengan senyum mengejek.


Di toko es krim Citra membelikan Tio es krim coklat merah menikmatinya di meja yang sudah disediakan pihak toko."Kamu tau dimana Papamu berada?"tanya Citra memancing Tio berbicara.


"Kata Mama,Papa lagi kerja biar pulang bawa uang banyak!"ucap Tio kecil polos.


"Kamu tau,Papa kamu ada dirumah Tante dia bersama Kakek !"


"Kakek?"


"Oh ya,Tante lupa kamu tidak punya Kakek. Dia benci dengan kamu?"


"Kenapa Kakek benci dengan aku?"Tio kecil sedih.


"Bagi kami, kamu tuh pembawa sial terutama Mama Maya."


"Tante, kenapa bicara begitu?"tanya Tio kecil


"Tante ,bicara gak bohong. Mama kamu juga tidak mau dengan Papamu lagi!"


"Tante,jahat!"ucap Tio kecil mulai menangis.


"Kamu lihat itu!"Citra menunjuk Tio kecil kearah Maya yang sedang bersama lelaki lain."Sudah, jangan nangis !"sentak Citra."Ayo,aku antar kamu dengan Mamamu!"ajak Citra.


Maya melihat Tio kecil menangis,ia lalu berkata pada Citra,"Kenapa dia menangis?"cecar Maya.


"Dia menangis karena aku bilang Papanya tak pernah pulang dan Mamanya bersama dengan lelaki lain,"ucap Citra tanpa bersalah.


"Kamu,tuh!"geram Maya pada Citra." Ayo,Nak!" ajak Maya pada Tio.


"Wanita itu bisa melakukan segala cara agar ambisinya berhasil,"tutur ayah Ryan membuyarkan lamunan Tio."Ayah akan menelepon papamu ! kamu pulang saja ,ini sudah malam juga. Istrimu sedang hamil!"ujarnya pada Tio.

__ADS_1


"Baiklah,kami pamit pulang!"ujar Tio pada orang tuanya Mayang, begitu juga dengan Sarah .


__ADS_2